Merah Putih dan Muhammadiyah Berkibar di Puncak Burni Telong

Merah Putih dan Muhammadiyah Berkibar di Puncak Burni Telong
Merah Putih dan Muhammadiyah Berkibar di Puncak Burni Telong

BENER MERIAH, Suara Muhammadiyah – Tak banyak orang yang tau tentang Burni Telong satu puncak gunung berapi di kawasan Bener Meriah, Aceh. Gunung yang masih berenergi ini menjadi salah satu lokasi pendakian yang menarik untuk dilakukan.

Kali ini siswa SMP IT Muhmmadiyah Bireuen melakukan pendakian ke Burni Telong yang memiliki ketinggian  2.624 mdpl. dengan pemandangan yang indah. Kegiatan pendakian yang dilakukan selama dua hari, Sabtu dan Ahad (20-21/2) kemarin berlangsung sukses dengan berkibatnya dua bendera, yakni Merah Putih dan Muhammadiyah. Dengan rasa syukur dan gembira, siswa SMP-IT Muhammadiyah Bireuen itu mengibarkan dua bendera itu sambil berfoto ria.

Gunung yang Terbakar

Bur ni Telong bermakna sebagai Gunung yang Terbakar.  Gunung Burni Telong merupakan destinasi favorit bagi para pecinta alam serta wisatawan yang hobi mendaki gunung. Objek wisata ini memiliki keindahan alam yang menawan berupa hamparan perkebunan, hutan belantara serta pesona Bunga Edelweis yang dikenal sebagai salah satu jenis bunga langka. Selain itu, wisatawan juga akan disuguhkan dengan pemandangan memukau ketika berada di puncak gunung berapi ini.

Secara geografis, lokasi Gunung Burni Telong berada pada Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Jarak antara kaki gunung dari Simpang Tiga Redelong kurang lebih sekitar 16 kilometer yang bisa ditempuh dengan melakukan perjalanan selama 30 menit. Titik ini terletak di Bandar Lampahan, Desa Rembune yang merupakan start favorit pendakian di gunung tersebut.

Tak hanya para pendaki lokal, Gunung Burni Telong juga menjadi incaran bagi pendaki dari luar kota seperti Takengon, Lhokseumawe, Bireuen, Medan dan juga Banda Aceh. Terdapat beberapa jalur yang bisa dipilih oleh wisatawan, yang pertama yaitu rute melalui Bandar Lampahan dan rute Pante Raya. Namun para pendaki lebih suka menggunakan rute Bandar Lampahan karena jarak tempuhnya yang jauh lebih dekat dari pada rute Pante Raya.

Baca Juga:   PP NA Ikuti Short-Terms Awards di Australia

Mengenalkan Siswa tentang Alam dan Penciptanya

Kepala SMP IT Muhammadiyah Bireuen, Ustadz Hanif SPdI menyebut pendakian yang dilakukan siswanya adalah untuk mendekat mereka kepada alam dan guna mengenal lebih dekat akan penciptanya. ” Indonesia memiliki kekayaan flora dan fauna. Anak-anak perlu mengenalnya,” jelas Hanif.

“Kegiatan ini dengan mengedepankan kerjasama, rasa peduli, kedisiplinan dan melatih fisik siswa serta mentadaburi ciptaan Allah Yang Maha Agung,” s#tambah Hanif. Untuk pendakian ini menjadi kegiatan penting untuk siswa kepas VIII. Setiap siswa ‘diwajibkan’ mengikuti kegiatan ini sekali selama menjadi siswa dengan syarat mendapat persetujuan orangtua.

Guna menyukseskan program pendakian ini, maka semua peserta harus mengikuti pelatihan mendaki dan pelatihan fisik. Selain itu, setiap sisw yang mengikuti program pendakian diwajibkan setor hafalan Al-Quran masing-msing dua surat juz 29.

Untuk kegiatan pendakian kali ini, siswa SMP-IT Muhammadiyah Biruen sebanyak 28 peserta (guru dan siswa) dan alhamdulillah mereka berhasil mengibarkan bendera Merah Putih dan bendara Muhammadiyah dipuncak dengan ketinggian 2.624 mdpl ( meter diatas permukaan laut)

Gunung Burni Telong merupakan gunung berapi yang terhitung masih aktif hingga kini. Terakhir kali gunung ini mengeluarkan laharnya, terjadi pada 7 Desember 1924 yang menyebabkan kerusakan lingkungan pada alam sekitar serta pemukiman warga yang berada di kaki gunung.

Memiliki ketinggian lebih dari 2.600 meter diatas permukaan laut, Gunung Burni Telong masuk dalam jajaran 10 besar gunung paling tinggi yang berada di Provinsi Aceh. Dalam bahasa Indonesia, nama gunung ini bisa diartikan sebagai gunung yang terbakar. Memang tak aneh, mengingat gunung ini merupakan gunung berapi yang masih aktif. (Syaifulh/Riz)