Agar Idealisme Pers Tak Tumbang, Suara Muhammadiyah Perkuat Diversifikasi Usaha

Suara Muhammadiyah

14 August 2026

133
Deni Asy’ari, MA., Dt Marajo. Foto: Cris

Deni Asy’ari, MA., Dt Marajo. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dari pemikiran genius Dahlan dan Fachrodin lahirlah sebuah media Suara Muhammadiyah—dulu “Soeara Moehammadiyah”. Kelahiran media ini sejak 1915, dan sampai sekarang, masih menunjukkan eksistensinya—terbit berkesinambungan dan menjadi media tertua di Republik Indonesia.

“Insyaallah dia tetap berada sesuai garisnya untuk tidak hanya sekedar pemberitaan, tetapi juga sebagai pencerahan, pengayaan, dan pemberdayaan,” ujar Deni Asy’ari.

Atas tiga sokongan variabel itu, menjadi bantalan keyakinan Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media / Suara Muhammadiyah, bertahan terbit, kendati angin puyuh tantangan media datang begitu rupa dengan silih berganti.

“Inilah ciri khas yang selama ini ditekankan oleh Prof Haedar dalam membimbing kami di Majalah Suara Muhammadiyah,” ungkapnya, Kamis (13/8) saat Resepsi Milad ke-111 Suara Muhammadiyah di SM Tower Malioboro Yogyakarta.

“Paling tidak ada Majalah Suara Muhammadiyah ini,” yang karena itulah, berondongan apresiasi datang menghampiri. Dengan tidak pongah diri, tapi justru memecut untuk terus melangkah lebih jauh, tumbuh lebih tangguh. Demikian spirt tema utama milad tahun ini.

“Filosofinya tantangan media di era digital atau di era disrupsi ini tidak mudah. Bagaimana sekarang konflik antara dapur redaksi dengan dapur perusahaan luar biasa,” bebernya.

Persoalan semakin kompleks ketika dapur keredaksian harus berhadapan dengan dapur perusahaan. Kepentingan bisnis dan tuntutan finansial tidak jarang menggoyahkan independensi, bahkan menyeret idealisme jurnalisme ke titik kompromi.

“Kami tidak ingin terjadi aspek yang seperti ini, sehingga idealisme pers Muhammadiyah itu hilang. Maka mau tidak mau, Suara Muhammadiyah melampaui satu abad ini, kami harus melakukan diversifikasi usaha agar idealisme pasti tetap terjaga,” tegas Deni.

Karena itu, yang dilakukan kemudian ialah diversifikasi usaha. Tidak hanya mandeg dalam dataran penerbitan majalah, dalam spektrum lebih luas, ekonomi cum pariwisata menjadi bidikannya.

“Hari ini melebihi satu abad, Insyaallah sampai ke depan kita akan melihat Majalah Suara Muhammadiyah dalam versi tunjang, bangunan, restoran, dan berbagai jenis usaha yang kami sebut ini bagian dakwah bilhal, tidak lagi dakwah bilqalam,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CIANJUR, Suara Muhammadiyah — Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

22 December 2024

Berita

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Hari ber-Muhammadiyah merupakan hari dimana dilakukan Tabligh ....

Suara Muhammadiyah

4 December 2023

Berita

BULUKUMBA, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) menggelar Ra....

Suara Muhammadiyah

14 July 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Kota Makassar menggelar pengukuhan da....

Suara Muhammadiyah

26 September 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Presiden Iran Ebrahim Raisi tewas dalam kecelakaan helikopter pada ....

Suara Muhammadiyah

20 May 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah