SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Pelaksanaan Baitul Arqam di Muhammadiyah menjadi sangat penting. Kenapa? Karena ia sebagai medium pembinaan sekaligus ruang memperkaya pemahaman ideologi keislaman, kemuhammadiyahan, dan kepemimpinan bagi para kader dan anggotanya.
Dalam konteks itu, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti mendorong perlu adanya pendekatan gaya baru dalam Baitul Arqam. Yang selama ini masih sebatas penyampaian materi yang bersifat kaku.
“Saya sempat bercanda, udah Baitul Arqamnya tidak usah diisi ceramah, Baitul Arqamnya nonton film Children of Heaven. Karena isinya Baitul Arqam itu kalau kita nonton film itu,” ungkapnya, Sabtu (13/6).
Mu’ti mengungkapkan hal demikian saat saat Pengajian Pimpinan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang di Griya Harmoni Amposari Timur, Kedungmundu, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Kata Mu’ti, menonton film juga menjadi sebuah pendekatan gaya baru materi Baitul Arqam di era kekinian. “Model kita menanamkan ideologi itu bisa berbagai macam,” bebernya.
Bahkan, Mu’ti berseloroh dengan mengusulkan kalau tempat pelaksanaan Baitul Arqam berada di luar gedung—hotel. “Jangan di hotel terus Baitul Arqamnya. Kalau di hotel terus tidak ada shalat berjamaahnya di situ,” ujarnya.
Lebih jauh lagi, Mu'ti yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu, mengusulkan tempat lain dari pelaksanaan Baitul Arqam selain hotel. Yakni berada di sebuah kapal. Mengapa begitu?
“Kapalnya ke daerah yang tidak ada sinyal. Karena sering kalau kita mengadakan di hotel pegang hp terus, banyak izin. Menjadi tidak khusyuk Baitul Arqamnya,” tuturnya.
Maka, tatkala pendirian amal usaha maupun pelaksanaan program dakwah di tengah masyarakat mesti dibarengi dengan penanaman nilai-nilai ideologi Muhammadiyah.
“Oleh karena itu maka, ketika kita mendirikan banyak hal (amal usaha,red), ideologinya harus kokoh,” tegas Mu’ti. (Cris)

