Air Mata di Pelepasan Siswa SMK Muhammadiyah 9 Nanggung

Publish

15 June 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
134
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Air Mata di Pelepasan Siswa SMK Muhammadiyah 9 Nanggung - BOGOR

Oleh: Ahsan Jamet Hamidi, Wakil Sekretaris LPCRPM PP Muhammadiyah

Hari Ahad lalu, saya menghadiri acara pelepasan siswa SMK Muhammadiyah 9 di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Pada puncak acara tersebut, saya dan istri ikut meneteskan air mata. Suasananya begitu mengharukan.

Rangkaian acara yang disiapkan panitia berlangsung dengan sangat baik. Lagu-lagu yang dinyanyikan oleh para siswa yang hendak meninggalkan sekolah terasa begitu menyentuh. Syair lagunya bercerita tentang rasa terima kasih kepada orang tua dan guru yang telah membersamai perjalanan mereka selama menempuh pendidikan. Alunan musik yang lembut semakin menambah suasana haru. Para siswa membawakannya dengan penuh penghayatan dan kepolosan sehingga berhasil menyentuh perasaan para tamu yang hadir.

Selain penampilan para siswa, sambutan Kepala Sekolah, Bapak Rudi Haryono, juga meninggalkan kesan mendalam. Dengan tutur kata yang tertata rapi dan penuh ketulusan, beliau mengisahkan perjalanan panjang sekolah hingga berkembang seperti sekarang. Pada beberapa bagian, air mata tampak mengalir di wajahnya ketika mengenang berbagai perjuangan yang telah dilalui, terutama saat berbicara tentang kesejahteraan para guru yang mengabdikan diri di sekolah tersebut.

Awal Berdirinya Sekolah

SMK Muhammadiyah 9 Nanggung bermula dari kebaikan hati pasangan Dokter Fatah Widodo dan Sulaesih Widodo yang mewakafkan tanah seluas 5.000 meter persegi kepada Muhammadiyah Kabupaten Bogor. Pasangan yang merupakan alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ciputat tersebut berpesan agar tanah wakaf itu dimanfaatkan untuk mendirikan sekolah yang dapat membantu anak-anak di Desa Curugbitung dan sekitarnya agar tetap memperoleh akses pendidikan.

Meskipun Desa ini berada tidak jauh dari kawasan pertambangan emas Pongkor, angka putus sekolah di kalangan remaja tinggi. Tidak sedikit anak yang kesulitan melanjutkan pendidikan karena faktor ekonomi, keterbatasan akses, maupun rendahnya kesadaran sebagian masyarakat akan pentingnya pendidikan. Kehadiran SMK Muhammadiyah 9 Nanggung diharapkan dapat membuka jalan bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Setelah proses hibah dan wakaf diselesaikan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bogor, keluarga pewakaf bersama Muhammadiyah menginisiasi pendirian SMK Muhammadiyah 9 Nanggung pada tahun 2018. Sekolah ini memiliki dua kompetensi keahlian, yaitu Perbankan Syariah dan Kuliner. Saat ini, jumlah peserta didiknya mencapai 63 orang, terdiri atas 48 siswa jurusan Kuliner dan 15 siswa jurusan Perbankan Syariah.

Sekolah menanamkan sebuah jargon sederhana kepada para siswanya: "Tekadku setelah lulus: bekerja, kuliah, dan berwirausaha untuk membahagiakan orang tua; sukses dunia, sukses akhirat." Pesan sederhana tersebut menggambarkan cita-cita sekolah untuk melahirkan lulusan yang terampil, mandiri, berbakti kepada orang tua, serta memiliki landasan nilai keagamaan yang kuat.

Bertahan di Tengah Keterbatasan

SMK ini hanya memungut biaya pendidikan sebesar Rp50.000 per bulan dari setiap siswa. Sejak Januari 2026 sekolah memperoleh dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp77.900.000 untuk satu tahun anggaran yang dicairkan setiap enam bulan. Sebagian dana tersebut digunakan untuk membiayai honor 17 orang guru yang mengajar di sekolah ini. Adapun pendapatan SPP dari seluruh siswa hanya sekitar Rp3.150.000 per bulan apabila dibayarkan secara rutin.

Dengan sumber pendanaan yang terbatas, sekolah tetap berusaha meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Tahun ini, pihak sekolah merencanakan pembangunan pagar pembatas, ruang perpustakaan, serta ruang administrasi yang lebih memadai. Peningkatan kualitas pembelajaran terus dilakukan melalui pemanfaatan perangkat digital dan bantuan smart monitor dari Kemendikdasmen.

Betapa besar pengabdian para guru yang mengajar di sekolah ini. Di tengah keterbatasan, mereka tetap menjalankan tugas mendidik dengan penuh keikhlasan. Saya kembali meneteskan air mata ketika Pak Rudi Haryono menyampaikan kesediaannya menggadaikan BPKB mobil pribadi apabila suatu saat sekolah tidak mampu membayar honor para guru. Dengan suara bergetar, beliau mengaku tidak sanggup menahan apabila ada guru yang memilih berpindah ke sekolah lain atau pekerjaan lain demi memperoleh penghasilan yang lebih layak.

Pengakuan yang jujur dan tulus itu membuat ruangan seketika hening. Pada saat itulah saya menyadari bahwa di balik bangunan sekolah yang sederhana tersimpan perjuangan besar yang sering kali tidak terlihat oleh masyarakat.

Tantangan yang Masih Dihadapi

Meski terus berkembang, sekolah ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Ruang administrasi, perpustakaan, dan pagar pembatas masih menjadi kebutuhan yang perlu dipenuhi. Motivasi belajar sebagian siswa juga perlu terus ditingkatkan. Jumlah siswa yang relatif sedikit serta kasus putus sekolah akibat pernikahan dini menjadi tantangan tersendiri. Kesadaran sebagian orang tua mengenai pentingnya pendidikan sebagai investasi terbaik bagi masa depan anak juga masih perlu terus ditumbuhkan.

Sebagian guru masih memiliki satuan administrasi pangkal (satminkal) yang terbagi dengan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) lainnya. Kondisi ini menjadi tantangan dalam upaya pengembangan tenaga pendidik dan pengelolaan sekolah secara optimal. Ketika para siswa melangkah meninggalkan sekolah, ada doa-doa guru yang tak pernah tercatat dalam laporan keuangan, ada pengorbanan orang tua yang tak pernah masuk dalam buku administrasi, dan ada jejak kebaikan para pewakaf yang terus hidup melalui setiap anak yang berhasil melanjutkan perjalanan hidupnya.

Sekolah ini masih memiliki banyak keterbatasan. Namun, selama masih ada orang-orang yang ikhlas berjuang di dalamnya, harapan akan selalu menemukan jalannya. Dari tanah wakaf yang sederhana, dari guru-guru yang mengabdi dengan penuh keikhlasan, dan dari mimpi-mimpi para siswa yang terus dirawat, masa depan itu perlahan sedang dibangun.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SRAGEN, Suara Muhammadiyah - Sabtu pagi seluruh peserta Sarasehan LPCRPM Regional Jawa bergerak menu....

Suara Muhammadiyah

26 August 2024

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah – Sekolah Dasar Muhammadiyah (SDM) 1 Solo Jawa Tengah menggelar Baitu....

Suara Muhammadiyah

30 December 2023

Berita

 TANGERANG, Suara Muhammadiyah - SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang Tangerang Selatan kemba....

Suara Muhammadiyah

30 December 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Keluarga merupakan pusat pengasuhan dan pendidikan anak. Pengasuh....

Suara Muhammadiyah

2 May 2024

Berita

METRO, Suara Muhammadiyah - Direktur Penyediaan Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik....

Suara Muhammadiyah

24 February 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah