'Aisyiyah Dukung Kadernya Berpolitik sesuai Prinsip Organisasi

Publish

22 October 2023

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1270
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - "Pimpinan Pusat 'Aisyiyah sangat mendukung para kadernya untuk berpolitik praktis untuk menjadi calon legislatif baik DPR RI, DPRD, maupun DPD." Hal ini disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, Salmah Orbayinah dalam acara Konsolidasi Nasional Pimpinan Pusat 'Aisyiyah bersama Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah pada Sabtu, (14/10/23). Hal ini disebut Salmah sejalan dengan Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 616/KEP/I.0/B2023 tentang Ketentuan Pencalonan  Anggota DPR RI, DPRD, dan DPD dari Lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. 

Akan tetapi Salmah menekankan bahwa hal tersebut bukan berarti 'Aisyiyah menjalankan politik praktis. "Tetapi bukan berarti 'Aisyiyah menjalankan politik praktis, 'Aisyiyah juga mendukung kadernya tetapi 'Aisyiyah juga menjaga hubungan yang sama dengan semua partai politik," tegas Salmah.

Surat Keputusan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang dikeluarkan tahun 2023 tersebut menurut Salmah telah mengalami suatu lompatan yang luar biasa, kalau pada SK sebelumya kader Muhammadiyah 'Aisyiyah yang mencalonkan diri sebagai caleg DPR RI, DPRD, DPD baru mencalonkan diri sudah harus mundur dari kepengurusan tetapi aturan yang baru ketika kader-kader 'Aisyiyah mencalonkan diri sebagai caleg tidak harus mundur dari kepengurusan 'Aisyiyah tetapi cukup non aktif dulu. "Nanti setelah terpilih barulah kemudian mengundurkan diri dan nanti setelah selesai periodenya boleh kembali lagi ke 'Aisyiyah," terang Salmah. 

Salmah yang juga merupakan dosen Program Studi Farmasi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini menyampaikan bahwa 'Aisyiyah terus mendorong dan memberikan kesempatan agar perempuan bisa terlibat langsung dalam pesta politik dengan tetap menjaga prinsip kesantunan dan keberadaban. "'Aisyiyah berharap Pemilu 2024 menjadi ajang rekonsiliasi nasional dan mencegah terjadinya pembelahan politik yang potensial merusak integrasi bangsa. Pemimpin yang terpilih sesuai kompetensi dan memiliki keberpihakan kepada masyarakat."

Lebih lanjut Salmah juga meminta para kader 'Aisyiyah untuk dapat berperan aktif dalam pesta demokrasi bukan hanya dalam parpol ataupun menjadi caleg. Menurutnya masih banyak peran-peran lain yang harus dilakukan oleh para perempuan. "Keterlibatan perempuan tentunya sangat penting dalam penyelenggaraan dan kepengawasan pemilu. Dari representasi perempuan di parlemen, representasi perempuan pada lembaga-lembaga penyelenggara pemilu, serta representasi keterlibatan perempuan dalam pengawasan partisipatif masyarakat masih perlu ditingkatkan kembali terutama di tahun 2024 nanti," ujar Salmah. (Suri)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Sebagai pusat pengetahuan dan teknologi yang berkembang, Universitas Mu....

Suara Muhammadiyah

30 April 2024

Berita

JEMBER, Suara Muhammadiyah – Ivan Tanoto, mahasiswa program studi Hukum Keluarga Islam (HKI) U....

Suara Muhammadiyah

5 June 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah– Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung men....

Suara Muhammadiyah

10 February 2025

Berita

SD Muhammadiyah Sapen Dominasi Apresiasi Dikdasmen Award 2024 Sekolah-sekolah Muhammadiyah se-Indone....

Suara Muhammadiyah

1 June 2024

Berita

Kolaborasi dengan Bank Panin Dubai Syariah  BANDUNG, Suara Muhammadiyah – RS Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

4 December 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah