Aisyiyah - Muhammadiyah Tanjung Raya Galang Dana Panti Asuhan dan Rumah Tahfiz

Publish

23 June 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
56
Foto Istimewa

Foto Istimewa

AGAM, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Aisyiyah Tanjung Raya menyelenggarakan pengajian periodik gabungan antara Aisyiyah dan Muhammadiyah Cabang Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat tanggal 21 Juni 2026 di Masjid Taqwa Muhammadiyah, Maninjau. Kegiatan yang bertema “Meningkatkan Sinergitas Lembaga Pendidikan Muhammadiyah & Aisyiyah dalam Era Digital” tersebut diikuti sebanyak 150 orang anggota yang berasal dari 23 ranting se-Tanjung Raya. 

Pengajian periodik ini diisi dengan penggalangan dana pembangunan Panti Asuhan dan Rumah Tahfiz yang sedang berjalan di Koto Kaciak, Jorong Rabaa. Selanjutnya, dalam rangka melaksanakan gerakan penulisan sejarah Muhammadiyah sebagai tonggak penting dalam membangun memori kolektif, pengajian periodik gabungan juga diisi dengan kajian teknik penulisan buku biografi sejarah Buya Zainoel Abidin Syoe’aib (ZAS) yang dipandu oleh Efri Yoni Baikoeni, MA, seorang penulis dan Dosen FKIP UM Sumatera Barat. Buku biografi berjudul ”MASJID BOLEH RUNTUH, IMAN TETAP TEGAK” tersebut disusun sebagai upaya menggali sejarah tokoh Muhammadiyah di Maninjau. 

Menurut Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Tanjung Raya, Suhermi, S.Pd., organisasi yang dipimpinnya saat ini sedang giat menggalang dukungan dana dari ummat Islam khususnya warga Muhammadiyiin demi mempercepat pembangunan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tersebut. Sejak pembangunan dimulai pada bulan Mei 2025, kemajuan pembangunan baru mencapai 20% lebih. Selain dana masyarakat, pembangunan di atas tanah wakaf atas nama Ir. H. Busra tersebut juga mendapat bantuan pemerintah melalui Dana Pokir anggota DPRD Agam untuk tahun 2026. Untuk tahap pertama, jumlah dana hibah yang akan diserahkan sebesar Rp50 juta yang diharapkan dapat dicairkan bulan Juli 2026. 

Lebih lanjut, Ketua Aisyiyah Cabang yang juga anggota DPRD Kabupaten Agam periode 2024–2029 tersebut menyatakan, “Pembangunan Panti Asuhan dan Rumah Tahfiz di Jorong Rabaa ini akan melengkapi layanan untuk anak-anak putera karena Panti Asuhan Aisyiyah Cabang Tanjung Raya saat ini yang sudah berdiri sejak 1981 itu hanya dapat menampung anak-anak puteri yang berjumlah sebanyak 37 orang. Para penghuni panti merupakan anak-anak yang berasal dari kalangan yatim, piatu dan orang tidak mampu. Para penghuni tidak hanya berasal dari “nagari salingka danau” melainkan juga dari luar daerah seperti Pasaman”. 

Sementara itu, narasumber workshop penulisan buku sejarah Muhammadiyah Efri Yoni Baikoeni menyatakan bahwa menulis buku merupakan upaya mendokumentasikan sejarah Muhammadiyah yang menjadi fondasi identitas dan arah gerakan. Muhammadiyah masa depan adalah Muhammadiyah yang mengenal akar sejarahnya, agar mampu menumbuhkan cabang-cabang kemajuan yang kokoh. Melalui kursus teknik penulisan buku biografi sejarah ini diharapkan tidak hanya dapat membantu pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah Cabang Tanjung Raya dalam menyusun buku biografi tokoh-tokoh Muhammadiyah, melainkan juga membantu dalam menyusun dokumentasi sejarah perjalanan Muhammadiyah Minangkabau yang bermula di Sungai Batang tahun 1925.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

ACEH TAMIANG, Suara Muhammadiyah — Di tengah sisa lumpur yang masih menutup sebagian akses per....

Suara Muhammadiyah

22 December 2025

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah Pahandut (SDMP) hari ini resmi menginjak usia dua....

Suara Muhammadiyah

26 May 2026

Berita

MAUMERE, Suara Muhammadiyah - Program Studi Administrasi Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Maumere....

Suara Muhammadiyah

16 April 2026

Berita

KUNINGAN, Suara Muhammadiyah – Program Studi (Prodi) S1 Farmasi pada Fakultas Farmasi, Kesehat....

Suara Muhammadiyah

4 May 2026

Berita

TAPANULI TENGAH, Suara Muhammadiyah - Tim Kemanusiaan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta....

Suara Muhammadiyah

23 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah