Aktif Membangun Indonesia, Bukti Empiris Muhammadiyah Sangat Nasionalis kepada Bangsa

Suara Muhammadiyah

Penulis

1
378
Dr Agung Danarto, MAg. Foto: Humas Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Dr Agung Danarto, MAg. Foto: Humas Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

TERNATE, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah itu sangat nasionalis. Bukti empiris menunjukkan, setiap acara-acara Persyarikatan, meniscayakan diawali dengan mendengungkan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Demikian ditegaskan Agung Danarto, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kamis (3/4) saat Pengukuhan Guru Besar dan Pelantikan Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara periode 2026-2030 di Auditorium UMMU.

"Ini sebagai bukti bahwa Muhammadiyah senantiasa merawat keindonesiaan dan merawat kebangsaan akan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," beber Agung Danarto, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Menurut Agung, hal tersebut bukan sesuatu yang baru di tubuh Muhammadiyah. Disingkapnya kalau Muhammadiyah sejak awal, selalu memberikan kesadaran kolektif akan pentingnya merawat keindonesiaan dan kebangsaan.

"Muhammadiyah sejak awal dan saat ini selalu merawat dan mendidik para anggotanya untuk selalu senantiasa menyadari bahwa NKRI adalah negara hasil konsensus bersama seluruh elemen anak bangsa yang ada di negara Indonesia," terang Agung.

Bagi Muhammadiyah, NKRI menjadi satu-satunya media dalam berbangsa dan bernegara. Mengapa begitu?

Menurut Agung, Muhammadiyah tidak pernah berpikir untuk mencari alternatif nama lain dari NKRI, karena hal tersebut sudah menjadi kepakeman yang mutlak.

"Sudah cukup negara Indonesia sebagai negara hasil konsensus bersama yang harus dirawat secara bersama," tegasnya.

Muhammadiyah berpandangan, Indonesia sebagai darus syahadah. Maknanya, Muhammadiyah harus berkontribusi aktif dalam mengembangkan, membangun, dan memajukan kehidupan bangsa.

"Muhammadiyah harus ikut serta membangun NKRI menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Negeri yang aman sentosa, adil, makmur, sejahtera, dan damai," jelasnya.

Dengan gambalang, Muhammadiyah memandang bahwa frasa membangun Indonesia sebagai manifestasi dari tugas peradaban. Yakni tugas yang diemban bukan hanya bersifat personal, tetapi harus bersifat kolektivitas.

"Sehingga karenanya Muhammadiyah perlu menjalin kerja sama dan kebersamaan dengan seluruh elemen bangsa, agar menjadi negara yang berperadaban unggul, berperadaban utama," tekannya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Organisasi kemahasiswaan memiliki peran penting dalam membentu....

Suara Muhammadiyah

15 March 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah melalui Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasio....

Suara Muhammadiyah

16 December 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menambah jumlah guru besa....

Suara Muhammadiyah

2 December 2023

Berita

GUNUNGKIDUL, Suara Muhammadiyah - ”Ketika produk kita tidak bisa dipamerkan secara offline, ma....

Suara Muhammadiyah

25 January 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mengambil start dari halaman kantor PWM DIY, sekitar 200 penghobi m....

Suara Muhammadiyah

11 February 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah