Aktif Membangun Indonesia, Bukti Empiris Muhammadiyah Sangat Nasionalis kepada Bangsa

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
69
Dr Agung Danarto, MAg. Foto: Humas Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Dr Agung Danarto, MAg. Foto: Humas Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

TERNATE, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah itu sangat nasionalis. Bukti empiris menunjukkan, setiap acara-acara Persyarikatan, meniscayakan diawali dengan mendengungkan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Demikian ditegaskan Agung Danarto, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kamis (3/4) saat Pengukuhan Guru Besar dan Pelantikan Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara periode 2026-2030 di Auditorium UMMU.

"Ini sebagai bukti bahwa Muhammadiyah senantiasa merawat keindonesiaan dan merawat kebangsaan akan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," beber Agung Danarto, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Menurut Agung, hal tersebut bukan sesuatu yang baru di tubuh Muhammadiyah. Disingkapnya kalau Muhammadiyah sejak awal, selalu memberikan kesadaran kolektif akan pentingnya merawat keindonesiaan dan kebangsaan.

"Muhammadiyah sejak awal dan saat ini selalu merawat dan mendidik para anggotanya untuk selalu senantiasa menyadari bahwa NKRI adalah negara hasil konsensus bersama seluruh elemen anak bangsa yang ada di negara Indonesia," terang Agung.

Bagi Muhammadiyah, NKRI menjadi satu-satunya media dalam berbangsa dan bernegara. Mengapa begitu?

Menurut Agung, Muhammadiyah tidak pernah berpikir untuk mencari alternatif nama lain dari NKRI, karena hal tersebut sudah menjadi kepakeman yang mutlak.

"Sudah cukup negara Indonesia sebagai negara hasil konsensus bersama yang harus dirawat secara bersama," tegasnya.

Muhammadiyah berpandangan, Indonesia sebagai darus syahadah. Maknanya, Muhammadiyah harus berkontribusi aktif dalam mengembangkan, membangun, dan memajukan kehidupan bangsa.

"Muhammadiyah harus ikut serta membangun NKRI menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Negeri yang aman sentosa, adil, makmur, sejahtera, dan damai," jelasnya.

Dengan gambalang, Muhammadiyah memandang bahwa frasa membangun Indonesia sebagai manifestasi dari tugas peradaban. Yakni tugas yang diemban bukan hanya bersifat personal, tetapi harus bersifat kolektivitas.

"Sehingga karenanya Muhammadiyah perlu menjalin kerja sama dan kebersamaan dengan seluruh elemen bangsa, agar menjadi negara yang berperadaban unggul, berperadaban utama," tekannya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad Jadi Khatib idul Adha di Lapangan Kampus UAD YOGYAKARTA, Suara ....

Suara Muhammadiyah

17 June 2024

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Puasa (ash-shiyam) yang ditunaikan umat Islam bukan hanya sekad....

Suara Muhammadiyah

23 February 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Musibah gempa bumi di Maroko menjadi duka bagi seluruh umat m....

Suara Muhammadiyah

11 October 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pernikahan adalah momen yang penuh makna dalam kehidupan setiap pas....

Suara Muhammadiyah

20 September 2023

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah – Suasana Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) di SMPN 1 Nusawungu pada....

Suara Muhammadiyah

21 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah