Al-Ma’un (+) Al-Ashr (-) At-Takatsur

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
93
Dokumen pribadi

Dokumen pribadi

Al-Ma’un (+) Al-Ashr (-) At-Takatsur

Oleh: Khafid Sirotudin

Sebagai gerakan Islam, gerakan Dakwah dan gerakan Tajdid maka kehadiran AUM dan segala aktifitas persyarikatan –termasuk Ortom dan UPP (Unsur Pembantu Pimpinan)-- wajib mencirikan tiga “brand” atau atribut yang melekat di Muhammadiyah: Islam, Dakwah dan Tajdid. Meski tidak melabeli diri dengan kata Islam, semua khalayak sudah faham jika Muhammadiyah adalah organisasi Islam. 

Walaupun tidak memviralkan diri sebagai organisasi dakwah –sebab tidak ada majelis dakwah, adanya majelis tabligh– semua pimpinan dan warga persyarikatan menyadari bahwa posisi dan jabatan yang diamanahkan mengharuskan diri menyampaikan pesan kebaikan, dakwah Islam yang rahmatal-lil-alamin (tabligh). Bagitu pula dengan misi Tajdid yang “memaksa diri” setiap pimpinan, kader dan warga persyarikatan untuk berilmu dan berketerampilan, berdaya literasi cukup tinggi, serta memiliki kewarasan komprehensif: sehat raga, jiwa, spiritual dan sosial.

Pagi ini, Sabtu 20 Desember 2025, panitia mengundang UJANG (Ustadz Jumari Al-Ngluwari) di sela-sela jadwal padat Rakerwil II LP-UMKM PWM Jateng di hotel Safira Kota Magelang. Sebagaimana tradisi kami di setiap kegiatan, Ujang diminta menjadi Imam sekaligus mengisi pengajian bakda Subuh. Tema yang diajukan panitia “Bermuamalah dengan Baik, Berderma dengan Ikhlas”. Selaras dengan tema Rakerwil II “Mengokohkan Sinergi, Menggerakkan dan Membangun Kemandirian Ekonomi” yang berlangsung hari Jumat-Ahad, 19-21 Desember 2025.

Dengan gaya humornya yang khas, Ujang menyampaikan pesan surat Al-Ma’un bahwa seseorang yang mempunyai kesalehan ritual tetapi tidak tercermin dalam kesalehan sosial adalah pendusta agama. Sebab pendusta agama pada hakekatnya adalah orang yang kafir (tertutup mata hati dan batinnya), munafik (isuk tempe sore dele/pagi tempe sore kedelai), lalai dan riya’. Agar kita tidak termasuk kelompok pendusta agama, beliau mengajak jamaah UMKM agar tidak maksiyat setelah salat, mudah memberi apresiasi kepada orang lain, serta gemar memberikan bantuan dan pertolongan kepada sesama yang membutuhkannya.

Ujang melanjutkan pesan surat Al-Ashr dengan pertanyaan: mengapa ayat pertama diawali dengan kata sumpah “Demi waktu (Ashar)..!!”. Karena ayat setelahnya mengandung kalkulasi atau hitung-hitungan yang memberikan beberapa pesan penting. Diantaranya, jangan masbuk (terlambat) dalam menangkap peluang, berkepribadian unggul dan setia kawan “watawa shaubil haq, watawa shaubil-shabr”.

Kaitan dengan surat Al-Ashr ini, beliau mengutip pesan surat Al-Baqarah ayat 112. Dalam konteks ekonomi dan bisnis, bagi pelaku UMKM Muhammadiyah jangan sekali-kali mempengaruhi konsumen dengan menjual angan-angan, namun harus menawarkan dan menjual produk dengan jujur, terukur dan teratur. Sebagai pebisnis muslim harus bisa berserah diri (tawakal) kepada Allah tentang berapapun hasil usaha yang akan diperoleh, serta berbuat baik secara maksimal (muhsin). Sehingga dapat menjalani kehidupan nyata secara sejahtera, tidak memiliki kekhawatiran (damai) dan bahagia.

Ujang berpesan agar jamaah UMKM Muhammadiyah tidak “nggaya” dan tidak “pelit”. Setiap yang diperoleh secara personal harus memberikan dampak secara sosial. Sebab, jika tidak bisa memberikan dampak sosial, dapat menimbulkan kerusuhan sosial. Dengan kata lain, setiap kemajuan pribadi harus memberikan kemajuan organisasi.

Ujang menutup pengajian dengan menukil pesan inti surat At-Takatsur (Bermegah-megahan): “Jangan Terlena..!!”. Sambil mengeluarkan joke humor, Ujang berpesan agar pelaku UMKM jangan hanya pandai membuat SPJ (Supaya Pas Jumlahnya), tidak butuh pernyataan tapi kenyataan, serta menjadi pribadi yang “Tangi” (Tanggap dan Ngangeni). Mengajak UMKM-Mu bermuhammadiyah dengan cinta, mencocokkan amanah dengan kompetensi, ramah teknologi dan “selfi”. Sebagaimana kita meneladani empat sifat Rasulullah saw: Sidiq, Amanah, Tabligh, Fathonah.

Pesan pada bagian akhir pengajian dari sahabat saya Ujang mengingatkan obrolan dan guyonan kami dengan seorang pengusaha skala besar dan sukses, terkait fenomena laku sosial sebagian pengusaha skala UKM yang nir adab. Diantaranya: NPWP (Nabrak Peraturan Wani Padu; Berani menabrak peraturan dan bertengkar), BPJS (Bondho Pas-pasan Jiwa Sosialita; Harta tidak seberapa berjiwa sosialita), Kermasu (Kere Macak Sugih/Orang miskin berpenampilan ala orang kaya) dan Sumaker (Sugih Macak Kere/Orang kaya berpenampilan ala orang miskin).

Tidak terasa pengajian Ahad pagi bakda Subuh telah berlangsung selama satu jam. Bagi bapak, ibu dan saudara UMKM anggota jamiyyah youtubeiyah bisa menyaksikan tayangan pengajian rutin Ujang pada channel Youtube Mimbar Unimma (Universitas Muhammadiyah Magelang) setiap Rabu pagi. Sebuah tayangan yang menggembirakan dan membahagiakan dari salah satu komunitas minoritas di Muhammadiyah yaitu mubaligh yang humoris.

Magelang, 21 Desember 2025

Khafid Sirotudin, Ketua Lembaga Pengembang LP-UMKM PWM Jateng

   


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Muhammadiyah dan Tantangan Kesejahteraan Bangsa Oleh: Sri Herwindya Baskara Wijaya, Dosen Prodi Ilm....

Suara Muhammadiyah

19 November 2025

Wawasan

Oleh: Nur Ngazizah Allah menciptakan laki-laki dan perempuan berpasang-pasangan. Melalui akad perni....

Suara Muhammadiyah

1 December 2023

Wawasan

Menakar Manfaat Rakernas APSI PTMA 2025 dan Strategi Masa Depan Oleh: Rusydi Umar, S.T. M.T., Ph.D.....

Suara Muhammadiyah

13 February 2025

Wawasan

Oleh: Ayu Nadya, Mahasiswa S1 Akuntansi Tahun 2021 ITB Ahmad Dahlan Program KKN Plus Institut Tekno....

Suara Muhammadiyah

6 September 2024

Wawasan

Garam Cap Muhammadiyah Oleh: Aan Ardianto, Kader Muhammadiyah Judul yang aku pilih bukan bermaksud....

Suara Muhammadiyah

25 March 2024