Al-Quran Petunjuk bagi Manusia dan Pembeda

Publish

14 March 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1768
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SOLO, Suara Muhammadiyah - Ramadhan bulan Al-Quran. Boleh dibilang, Ramadhan tanpa ramai dengung lantunan ayat suci bagaikan masakan tanpa garam. Seperti yang disampaikan Penceramah dari majelis pembinaan kader dan sumber daya insani (MPKSDI) Dwi Jatmiko, Rabu Sore (13/3/2024).

Acara ini dalam rangka Silaturahmi Buka Bersama Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani bersinergi dengan Angkatan Muda Muhammadiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta Angkatan Muda Muhammadiyah di Wisma Wardhana 2, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.

“Bulan Ramadhan di dalamnya diturunkan al-Quran. Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan pembeda, maka dibulan Ramadhan tahun 2024 ini harus perbanyak kaji al quran karena membacanya sangat mudah,” ujarnya.

Maka, lanjut dia, bukti al Quran sebagai petunjuk bagi manusia adalah dimudahkan untuk membaca baik pada kondisi normal maupun yang tidak dalam kondisi normal, seperti sakit bisa mendengarkan, dalam perjalanan bisa membaca, tua muda bisa, ibu hamil bisa baca, dan lainnya, Allah berikan kemudahan. 

“Kita lihat Al Quran itu mudah yang tercantum dalam QS. Al Qamar: 17, 22, 32 dan 40.,” ujarnya.

Dwi Jatmiko menganjurkan orang yang mengkaji al-Quran akan ada pembeda dengan orang yang tidak mengkajinya. Selain petunjuk, al-Quran akan memberikan pembeda bagi yang mengkajinya, orang yang biasanya mengkaji al-Quran akan berakhlaq seperti al-Quran. Maka belajar al quran harus mau menulis.

“Kita lihat al Quran surat ke 54 ayat 53. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Jatmiko, ikan itu busuk mulai dari kepala seperti dikatakan filsuf Yunani Kuno. 

“Artinya, di bulan Ramadhan ini tergantung pola pikir kita terhadap al Quran. Sebagai kitab suci umat muslim dimuliakan, tentu membacanya memiliki etika-etika khusus. Diantara adab tersebut adalah membaca setiap ayat dengan khusyuk dan merenungi setiap maknanya,” jelas Dai Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat angkatan ke-19.

Acara begitu istimewa karena dihadiri dari beberapa unsur mulai dari Ketua Majelis Pembinaan Kader & Sumber Daya Insani (MPKSDI) Dr Suyanto MPdI, Majelis Pembinaan Kader & Sumber Daya Insani (MPKSDI) Aisyiyah, Angkatan Pemuda Muhammadiyah (AMM), Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Kwarda Hizbul Wathan bersama Dewan Sughli, Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Tapak Suci Putera Muhammadiyah.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Sebagai upaya mencegah dan menangani tindakan kekerasan di sekolah, ....

Suara Muhammadiyah

21 December 2023

Berita

PAYAKUMBUH, Suara Muhammadiyah – Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Payakumbuh, Sumatera ....

Suara Muhammadiyah

11 August 2025

Berita

SINGAPURA, Suara Muhammadiyah - Miftahulfahra Maulani Indri, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universit....

Suara Muhammadiyah

14 May 2024

Berita

MAGETAN, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur melalui Lembaga Lingkungan ....

Suara Muhammadiyah

16 September 2023

Berita

DEPOK, Suara Muhammadiyah — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama Plan Indone....

Suara Muhammadiyah

21 May 2025