Alah Bisa Karena Biasa, Meniti Takwa Lewat Puasa

Publish

18 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
570
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Datangnya bulan Ramadhan, niscaya disambut dengan penuh kegembiraan dan sukacita. Tentu, tidak dapat dinafikan peran sentral otoritas semesta yang mengatur sedemikian rupa, sehingga bisa bersua dengan bulan mulia itu.

Sudah barang tentu, sebelum datang Ramadhan, niscaya umat Islam mempersiapkan diri (prepare) dengan sebaik-baiknya. Yang hal itu amatlah penting sekali. "Supaya bisa mengisi Ramadhan dengan baik," kata Syukriyanto AR.

Dengan satu tujuan utamanya: takwa. Bagi Dewan Pakar Lembaga Seni Budaya Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu, secara kulit luarnya, kata takwa amat mudah diucapkan. Namun, dari sisi praktikumnya (ejawantah), begitu tidak mudah, dan bahkan amat berat sekali.

“Takwa itu melaksanakan perintah dan tidak melanggar larangan-larangan Allah,” tuturnya. Menekankan, takwa tidak hanya ditujukan di bulan Ramadhan saja, tetapi berlaku pada bulan-bulan yang lain. “Takwa itu di dalam hati (qalbu),” jelas Syukriyanto.

Di sambung Muchlas Abror dalam Bulan Ramadhan: Keistimewaan, Puasa, dan Tujuannya (1990), menyebut orang bertakwa disebut muttaqin. “Kita hendaklah bertakwa kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa,” katanya. Yang tarik simpulnya, orang yang bertakwa itu sebagai manifestasi manusia yang baik hubungannya dengan Allah, dengan diri sendiri, dengan sesamanya, dan dengan alam lingkungannya.

“Manusia yang semacam itu adalah manusia yang beriman, berakhlak karimah, baik pula mu’amalahnya dan hidupnya semata-semata hanyalah untuk beribadah kepada Allah yang dilaksanakan dengan ikhlas,” tutur Muchlas.

Ditekankan sekali lagi oleh Muchlas, Allah memberikan jaminan orang bertakwa. Yaitu berupa berkah yang melimpah dan rahmah yang tercurah.

“Marilah kita jalani ibadah puasa Ramadhan dengan penuh iman dan keikhlasan serta kesungguhan supaya kita bertakwa,” ajak Muchlas, seraya menggarisbawahi, takwa menjadi tujuan prioritas di bulan Ramadhan. “Takwa inilah yang menjadi tujuan utama kita berpuasa,” tukasnya.

Meski berat dituju, namun, pelan tapi pasti, sedikit dan bertahap, takwa pasti bisa digapai. Di sinilah, para peserta puasa mesti optimis bahwa, ritus puasa yang dijalankan, mampu mengantarkan diri mendapatkan cahaya takwa. Yang dari situ kemudian, kehidupan tampil menjadi bermakna dan berwarna. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah – SD Muhammadiyah 1 Solo menggelar Baitul Arqom Guru Karyawan. Kegiat....

Suara Muhammadiyah

27 December 2023

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

18 April 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Malam Ramadan ke-29 di Masjid At-Tanwir PP Muhammadiyah Jakarta, dalam....

Suara Muhammadiyah

18 March 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menggelar Sidang Ter....

Suara Muhammadiyah

15 November 2023

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menorehkan capaian ....

Suara Muhammadiyah

21 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah