Alah Bisa Karena Biasa, Meniti Takwa Lewat Puasa

Suara Muhammadiyah

18 February 2026

737
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Datangnya bulan Ramadhan, niscaya disambut dengan penuh kegembiraan dan sukacita. Tentu, tidak dapat dinafikan peran sentral otoritas semesta yang mengatur sedemikian rupa, sehingga bisa bersua dengan bulan mulia itu.

Sudah barang tentu, sebelum datang Ramadhan, niscaya umat Islam mempersiapkan diri (prepare) dengan sebaik-baiknya. Yang hal itu amatlah penting sekali. "Supaya bisa mengisi Ramadhan dengan baik," kata Syukriyanto AR.

Dengan satu tujuan utamanya: takwa. Bagi Dewan Pakar Lembaga Seni Budaya Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu, secara kulit luarnya, kata takwa amat mudah diucapkan. Namun, dari sisi praktikumnya (ejawantah), begitu tidak mudah, dan bahkan amat berat sekali.

“Takwa itu melaksanakan perintah dan tidak melanggar larangan-larangan Allah,” tuturnya. Menekankan, takwa tidak hanya ditujukan di bulan Ramadhan saja, tetapi berlaku pada bulan-bulan yang lain. “Takwa itu di dalam hati (qalbu),” jelas Syukriyanto.

Di sambung Muchlas Abror dalam Bulan Ramadhan: Keistimewaan, Puasa, dan Tujuannya (1990), menyebut orang bertakwa disebut muttaqin. “Kita hendaklah bertakwa kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa,” katanya. Yang tarik simpulnya, orang yang bertakwa itu sebagai manifestasi manusia yang baik hubungannya dengan Allah, dengan diri sendiri, dengan sesamanya, dan dengan alam lingkungannya.

“Manusia yang semacam itu adalah manusia yang beriman, berakhlak karimah, baik pula mu’amalahnya dan hidupnya semata-semata hanyalah untuk beribadah kepada Allah yang dilaksanakan dengan ikhlas,” tutur Muchlas.

Ditekankan sekali lagi oleh Muchlas, Allah memberikan jaminan orang bertakwa. Yaitu berupa berkah yang melimpah dan rahmah yang tercurah.

“Marilah kita jalani ibadah puasa Ramadhan dengan penuh iman dan keikhlasan serta kesungguhan supaya kita bertakwa,” ajak Muchlas, seraya menggarisbawahi, takwa menjadi tujuan prioritas di bulan Ramadhan. “Takwa inilah yang menjadi tujuan utama kita berpuasa,” tukasnya.

Meski berat dituju, namun, pelan tapi pasti, sedikit dan bertahap, takwa pasti bisa digapai. Di sinilah, para peserta puasa mesti optimis bahwa, ritus puasa yang dijalankan, mampu mengantarkan diri mendapatkan cahaya takwa. Yang dari situ kemudian, kehidupan tampil menjadi bermakna dan berwarna. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah -Milad Muhammadiyah 113 Tahun, dimeriahkan dengan tasyakuran bersama war....

Suara Muhammadiyah

19 November 2025

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Magang sering kali identik dengan tugas administratif biasa. Namun, t....

Suara Muhammadiyah

24 July 2026

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah – Tidak lama lagi, Kota Seribu Candi (Klaten, Jawa Tengah) akan seg....

Suara Muhammadiyah

15 November 2024

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Tapak Suci Putera Muhammadiyah menganugerahkan gelar Pendekar K....

Suara Muhammadiyah

8 August 2026

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Berpuasa bukan menjadi penghalang semangat belajar dan produktivitas da....

Suara Muhammadiyah

20 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah