Amal Usaha Muhammadiyah sebagai Aktualisasi, Konkretisasi, dan Objektivikasi dari Nilai-nilai Amal Salih

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
108
Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd. Foto: Cris

Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd. Foto: Cris

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah tidak boleh stagnan dalam gerakan aksi, tetapi mesti harus menjadi gerakan pemikiran. Demikian dikemukakan Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

“Muhammadiyah itu adalah gerakan Islam dakwah amar makruf nahi mungkar dan tajdid,” tuturnya, Sabtu (13/6) saat Pengajian Pimpinan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang di Griya Harmoni Amposari Timur, Kedungmundu, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Pelbagai amal usaha yang dijalankan oleh Muhammadiyah, kata Mu’ti merupakan aktualisasi, konkretisasi, dan objektivikasi dari pengamalan amal salih. Buktinya? Ibrahim Tower RS Roemani Muhammadiyah Semarang yang jumlahnya ada 13 lantai.

“Ini yang tertinggi di Kota Semarang dan itu melawan mitos. Karena selama ini orang takut dengan angka 13. Jadi kalau orang barat takut angka 13, sementara kalau orang Cina takut angka 4,” ujarnya, yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

Bagi Mu’ti, kehadiran gedung tersebut tidak hanya merepresentasikan kekuatan bangunan, lebih dari itu, menggambarkan konstruksi ideologi Muhammadiyah.

“Muhammadiyah tidak hanya sebatas gerakan sosial, tapi gerakan sosial yang dilandasi oleh teologi, ideologi Muhammadiyah,” bebernya, seraya menyebut hal itu menjadi distingsi layanan sosial Muhammadiyah dengan layanan sosial lainnya.

“Muhammadiyah mengajari kita sejak awal bahwa Qur’an itu tidak sekadar kitab suci yang disakralkan dan dibaca untuk ritual belaka, tetapi harus menjadi bagian—tidak sebatas petunjuk hidup—petunjuk yang hidup,” tegasnya.

Pertanyaan yang segera muncul dipermukaan, bagaimana mengikuti petunjuk itu? Sebuah sampel; “Setiap penyakit ada obatnya.” Hadis riwayat Muslim ini tidak ada implikasinya apa pun dengan instruksi pendirian rumah sakit.

“Tidak ada perintah dirikan rumah sakit. Bahkan tidak contohnya dari Nabi,” ungkap Mu’ti.

Namun, kata Mu’ti, ini menjadi optimisme bagi setiap manusia bahwa semua penyakit itu ada obatnya. Bahkan di Qs asy-Syu’ara ayat 80 tegas dikatakan kalau setiap hamba sakit, maka Allah yang akan menyembuhkan.

“Pada sisi itu kita mendapat petunjuk agar menjadi orang yang senantiasa berikhtiar, tetapi bagaimana menemukan, memproduksi obat, dan bagaimana Allah sebagai Tuhan Yang Maha Menyembuhkan, itu kan harus ada aksinya,” ungkap Mu’ti.

Di situlah titik temu dari aktualisasi, konkretisasi, dan objektivikasi tersebut. Jika dikontekstualisasikan dengan obat, maka harus punya para ahli-ahli farmasi, dokter-dokter spesialis, balai pengobatan, dan rumah sakit.

“Di mana kita bisa mengaktualisasikan petunjuk itu dengan cara-cara yang modern, dengan cara-cara yang rasional, ilmiah, dan bisa dibuktikan keberhasilannya,” tegasnya.

Langkah aktualisasi, konkretisasi, dan objektivikasi ini tidak hanya diwujudkan lewat sektor kesehatan, pada saat yang sama juga ditempuh melalui koridor pendidikan, panti asuhan, pondok pesantren, dan berbagai layanan sosial lainnya.

“Inilah yang menjadi pembeda antara gerakan Islam seperti Muhammadiyah sejak awal menjadi gerakan pembaruan dengan gerakan-gerakan Islam yang menekankan spiritualisasi belaka,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar berkolaborasi dengan U....

Suara Muhammadiyah

16 July 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali menjalin ko....

Suara Muhammadiyah

5 April 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – SM Tower Malioboro Yogyakarta memasuki tahun ke 2. Pada momen....

Suara Muhammadiyah

1 July 2025

Berita

PW IPM Papua bersama Kawula 17 Dorong Kesadaran Lingkungan Pelajar Lewat Program Goes To School JAY....

Suara Muhammadiyah

6 April 2026

Berita

Jelang Milad Aisyiyah, MPK PWA Jateng Adakan Pelatihan Menulis: Menulis sebagai Ibadah, Dakwah, dan ....

Suara Muhammadiyah

2 May 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah