SLEMAN, Suara Muhammadiyah — Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Ngaglik menyalurkan donasi sepatu ke dua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah pada Ahad (5/7/2026). Penyaluran dilakukan di LKSA Ashabul Kahfi, Moyudan, dan LKSA Darussubusi, Wates.
Donasi tersebut merupakan hasil pengumpulan selama dua pekan sejak pertengahan Juni 2026. Kegiatan ini melibatkan unsur AMM Ngaglik yang terdiri dari Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM), Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA), KOKAM, PK IMM UII serta Gerakan Shadaqah Sampah (GSS) Muhammadiyah Ngaglik.
Ketua Panitia, Dafa Isandi Ananto, mengatakan gerakan ini berangkat dari inspirasi setelah menonton film Children of Heaven. Dari situ, muncul gagasan membentuk gerakan SPPG (Sepatu Penggerak Potensi Generasi).
“Semoga ini jadi agenda tahunan. Tahun depan bisa kita tambahkan yang lain, seperti tas atau seragam. Yang kami berikan mungkin kecil, tapi semoga bisa memberi semangat belajar untuk adik-adik,” ujar Dafa.
Ia menilai bantuan sepatu diharapkan dapat mendukung aktivitas belajar anak-anak panti sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka.
Ketua PCPM Ngaglik, Muhammad Zulfi Ifani, menyebut kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan kader sejak dini. Ia mengajak anak-anak panti untuk terus belajar dan aktif dalam persyarikatan.
“Adik-adik, teruslah belajar dan capai mimpi-mimpi. Tapi ingat untuk selalu aktif ber-Muhammadiyah di setiap fase umur,” kata Ifani.
Kegiatan penyerahan berlangsung sederhana dan diisi dengan interaksi antara relawan dan anak-anak panti. Selain penyaluran bantuan, peserta juga memberikan motivasi kepada anak-anak penerima manfaat.
AMM Ngaglik berharap gerakan SPPG dapat berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat, tidak hanya dalam bentuk sepatu, tetapi juga kebutuhan lain yang menunjang pendidikan.

