Apresiasi Kang Dedi Mulyadi Kepada Muhammadiyah: Organisasi Modern yang Penuh Keteladanan

Suara Muhammadiyah

18 November 2025

842
Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Kang Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, pada resepsi Milad 113 Muhammadiyah yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) mengaku sempat bingung. Pasalnya ia mempertanyakan apakah dirinya hadir dalam acara milad atau pagelaran seni.

Namun setelah ia tahu bahwa dirinya datang di Resepsi Milad 113 Muhammadiyah, ia menyampaikan apresiasinya kepada Muhammadiyah karena ormas Islam yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu memiliki nilai estetika lokalitas yang sangat tinggi.

Ketika berbicara Muhammadiyah, Gubernur Jawa Barat itu mengatakan bahwa bangsa ini sejatinya sedang berbicara tentang kemajuan, keadilan, dan kemakmuran bagi masyarakat. Muhammadiyah menunjukkan komitmen tersebut dengan berfokus pada dua hal. Fokus pertama, pada peningkatan kualitas kesehatan rakyat. Hal ini ditandai dengan banyaknya rumah sakit yang memberikan pelayanan kepada masyarakat luas. Kedua, banyaknya lembaga pendidikan yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Maka sesungguhnya dari kedua fokus ini Muhammadiyah telah mengambil peran dari negara untuk meringankan bebannya," tegasnya.

Membincang soal digitalisasi yang saat ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah, Muhammadiyah juga telah sedang memperlihatkan dua hal penting. Pertama, kekuatan moralitas yang menjunjung tinggi kejujuran, kebenaran dan keadilan. Ini menjadi sendi utama dalam pembangunan manusia yang bermoral dan berintelektual. Jujur dalam memimpin, bersahaja dalam bersikap dan senantiasa memberikan tauladan di tengah-tengah masyarakat. Tidak pernah gaduh dalam perdebatan-perdebatan yang bersifat khilafah, lebih menekankan pada aspek-aspek yang bersifat ekonomi kerakyatan dan kebangsaan.

Kedua, Muhammadiyah telah menunjukkan diri sebagai organisasi modern yang mengelola kelembagaan secara professional. Sehingga pergantian kepengurusan dan kepemimpinan tidak mempengaruhi menegerial. "Ini tentu perlu menjadi pembelajaran bagi para politisi dan penyelenggara negara, agar menyelenggarakan pembangunan tidak bergantung kepada siapa yang memimpin, tapi kemampuan sistem menjadi sebuah keharusan," pungkasnya. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

LIMAPULUH KOTA, Suara Muhammadiyah- Santri Ponpes Modern Al Kautsar Muhammadiyah Harau Kabupaten Lim....

Suara Muhammadiyah

6 September 2023

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) menjadi....

Suara Muhammadiyah

25 July 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Timur menggelar kegia....

Suara Muhammadiyah

10 August 2025

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memeriahkan hari Gizi Nasional 2024, Universitas Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

23 February 2024

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 107 siswa SD Muhammadiyah Gunungpring Magelang pada Sa....

Suara Muhammadiyah

4 June 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah