ASM 2026, Pintu Gerbang Eksplorasi Sejarah Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

10 July 2026

371
ASM 2026

ASM 2026

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebagai ajang merawat serta memperkuat historigrafi melalui penulisan sejarah Persyarikatan, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Akademi Sejarah Muhammadiyah 2026. Agenda yang berlangsung selama 5 hari di UMY Student Dormitory tersebu diikuti sebanyak 20 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Mulai dari Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Muhammadiyah Metro, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, UGM, UNY, dan Universitas Sanatadarma. 

Ketua MPI Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muchlas MT mengatakan bahwa ASM menjadi media untuk mengeksplorasi kekayaan sejarah Muhammadiyah yang selama ini belum banyak terdokumentasikan. Rentang waktu satu abad lebih menjadi modal utama yang perlu terus digali untuk menghadirkan pencerahan dan inspirasi.

"Perjalanan lebih dari satu abad, Muhammadiyah memiliki kekayaan histori yang sangat luar biasa," ujarnya (10/7). 

Peran dan sepak terjang Muhammadiyah dalam kurun waktu tersebut menurut Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merupakan anugerah sekaligus tantangan, terkait bagaimana para peserta dapat mendokumentasikan dan menarasikan peran-peran kebangsaan dan dakwah Islam progresif yang dilakukan Muhammadiyah pada aspek keindonesiaan dan dunia. Mengingat kekayaan akan sejarah ini, selain penting untuk dieksplorasi, Muchlas juga mendorong adanya kompilasi dalam penulisan sejarah Muhammadiyah agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

"Banyak sekali serpihan sejarah yang perlu dikompilasi dan dieksplorasi. Melalui ASM ini kita bersama-sama melakukan eksplorasi secara besar-besaran," tegasnya. 

Wakil Ketua MPI Pimpinan Pusat Muhammadiyah Wiwied Widyastuti menegaskan, untuk memperkaya narasi sejarah tentang Muhammadiyah di berbagai dimensi, bagi Wiwied, sudah saatnya Muhammadiyah memiliki Prodi Sejarah murni di salah satu PTMA. Yang mana prodi ini nantinya diharapkan dapat menjadi batu loncatan untuk memperdalam serta memperluas perspektif sejarah Muhammadiyah di berbagai daerah. 

Adapun hal-hal yang dapat dilakukan untuk mewujudkan narasi sejarah Muhammadiyah, menurut Wiwied, setidaknya ada 2 metode penting dalam penulisan sejarah Muhammadiyah. Pertama, menggali memori kolektif warga Persyarikatan yang masih sangat kuat di beberapa daerah. Memori tentang bagaimana peran dan sepak terjang tokoh Muhammadiyah di masa lalu dalam periode sejarah tertentu. Kedua, menggali narasi sejarah melalui sejarah lisan. 

"Muhammadiyah itu kaya akan cerita secara lisan, tapi minim dalam segi dokumentasi tulis. Harapannya, tradisi penulisan sejarah Muhammadiyah dapat hidup kembali yang sebelumnya berhenti cukup lama," harapnya. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pasal 22E ayat 1 UUD 1945 menegaskan bahwa pemilihan umum (Pemilu) ....

Suara Muhammadiyah

29 January 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - New Religious Movements (NRMs), sebuah gelombang baru gerakan keaga....

Suara Muhammadiyah

15 March 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Prosesi penutupan Turnamen Sepak Bola antar SMP/MTS se-Daerah....

Suara Muhammadiyah

12 January 2025

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Tim Bola Voli SMP Muhammadiyah 1 (Mutu) Plus Cilacap meraih juara 3 da....

Suara Muhammadiyah

10 February 2026

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah – Memasuki hari ketiga, Kamis, 23 Oktober 2025, rangkaian upaca....

Suara Muhammadiyah

24 October 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah