YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dengan berbagai keunggulannya, berhasil menarik perhatian kampus-kampus lain untuk mempelajari sistem penjaminan mutu internal, kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), serta standarisasi laboratorium.
Kali ini, Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) Koordinator Wilayah Jawa Barat hadir bersama 22 Program Studi Ilmu Komunikasi dari 19 perguruan tinggi di Jawa Barat. Rombongan tersebut terdiri atas pengurus Aspikom Korwil Jabar, ketua dan wakil ketua sekolah tinggi, dekan/wakil dekan, serta ketua program studi. Kegiatan yang berlangsung di Gedung E7 UMY ini berjalan interaktif, ditandai dengan banyaknya pertanyaan terkait strategi peningkatan mutu dan kualitas program studi (24/04).
Ketua Aspikom Jawa Barat, Ani Yuningsih, menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anggota Aspikom Jabar. Menurutnya, kunjungan ke UMY menjadi referensi penting dalam upaya peningkatan standar di masing-masing institusi.
“Prodi Ilmu Komunikasi UMY sudah dikenal di Indonesia sebagai salah satu program studi yang memiliki banyak keunggulan. Oleh karena itu, kami ingin belajar bagaimana pengelolaan kurikulum, laboratorium, hingga sistem penjaminan mutunya,” ujar Ani Yuningsih yang juga merupakan dosen Universitas Islam Bandung (Unisba).
Pihak Prodi Ilmu Komunikasi UMY menyambut baik kunjungan tersebut.
“Kami merasa bangga menjadi tujuan studi banding bagi para pengelola program studi Ilmu Komunikasi se-Jawa Barat. Hal ini menunjukkan bahwa Prodi Ilmu Komunikasi UMY memiliki keunggulan dan diakui sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia,” jelas Filosa Gita Sukmono selaku Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMY.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan kunjungan ke laboratorium Prodi Ilmu Komunikasi UMY untuk melihat langsung fasilitas serta layanan yang tersedia.

