Awali Tahun dengan Hal Positif, Tinggalkan Hal yang Negatif

Suara Muhammadiyah

31 December 2024

1511
Haedar Nashir

Haedar Nashir

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan banyak warga masyarakat menantikan tahun baru dengan semangat kegembiraan tinggi. 

“Ketika hari yang dinantikan itu tiba tidak sedikit yang euforia, seakan menemukan sesuatu yang membahagiakan. Hingga batas tertentu hal itu manusiawi karena manusia memiliki sifat dasar suka kesenangan yang bersifat inderawi atau duniawi,” ungkapnya pada Selasa (31/12).

Tapi sebagai bahan refleksi, lanjut Haedar, penting kiranya bertanya pada diri sendiri. Untuk apa menyambut tahun baru dengan euforia? Lebih-lebih disertai pestapora hingga ada yang berlebihan. Bukankah datangnya tahun baru dan lepasnya tahun lama sejatinya usia setiap orang berkurang satu tahun. Lalu, bagi orang beriman, apa bekal hidup kita di Hari Akhir pasca kehidupan di dunia?

“Tuhan bersumpah demi waktu dalam "al-Ashr". Manusia akan merugi kecuali mereka yang beriman dan beramal shaleh, serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran (QS Al-Ashr: 1-3),” kutip Haedar.

Nabi pun bersabda yang artinya tiga perkara yang akan menyertai manusia hidup di Hari Akhir setelah kematian. Pertama amal jariyah atau amal shaleh, kedua anak shaleh yang mendoakan orangtuanya, ketiga ilmu yang dimanfaatkan.

“Karenanya, sangat bijaksana jika kehadiran tahun baru disambut dengan kesadaran diri yang utama untuk memperbaiki langkah yang salah atau keliru di tahun lalu dan berbuat yang baik dan lebih baik di tahun depan dalam segala hal. Jika ada jejak tercecer di belakang lebih baik diganti dengan jejak kebajikan ketika memulai awal tahun baru. Kegembiraan cukup sekadarnya dan diganti kebermaknaan,” ungkapnya.

Haedar juga berpesan bagi para warga dan elite bangsa dalam berbangsa dan bernegara mari tahun baru diawali dengan jejak positif seraya meninggalkan jejak negatif. Seperti pesan Presiden Prabowo dalam Perayaan Natal, agar mereka yang salah seperti para koruptor, melakukan pertobatan. 

“Pesan penting tersebut mengandung makna mendalam, tinggalkan hal-hal buruk dan salah, serta lakukan jejak baru yang benar dan baik dalam kehidupan kebangsaan. Korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, kerakusan, kekerasan, ketidakadilan, serta segala ketidakbenaran dan ketidakbaikan dalam perikehidupan kebangsaan mesti ditanggalkan dan diucapkan selamat tinggal,” tegasnya.

Terakhir, Haedar mengajak untuk mengedepankan kejujuran, keterpercayaan, kerja keras, kemandirian, kebersamaan, keluhuran moral, dan keberadaban dalam mengawali tahun baru.

“Bagi kaum muda serta Generasi Milenial dan Gen Z utamakan kepercayaan pada diri sendiri, kegigihan, dan etos kemajuan seraya jauhi hidup serba menerabas dan instan. Masa depan tergantung pada jejak masa kini dan awal tahun baru 2025 adalah langkah angkatan pertama (the first time) memulai hidup dengan etos kemajuan meraih keberhasilan yang bermakna!,” tandasnya. (Adam/Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Bahas Inovasi Keselamatan Kesehatan dan Sistem Pembelajaran Transformatif di Bidang Kesehatan  ....

Suara Muhammadiyah

27 October 2025

Berita

Dari Sebuah Ikhtiar, Menjadi Sebuah Kebanggaan Tidak ada perjalanan besar yang lahir dalam sekejap.....

Suara Muhammadiyah

10 June 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah J....

Suara Muhammadiyah

25 July 2026

Berita

AGAM, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah menunjukkan perannya melalui Lembaga Amil Zakat, Infaq....

Suara Muhammadiyah

5 January 2026

Berita

MATARAM, Suara Muhammadiyah – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, melakukan kun....

Suara Muhammadiyah

26 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah