Baitul Arqam Pimpinan AUM Pekalongan, Perkuat Spirit Bermuhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
519
Baitul Arqam dan Capacity Building Pimpinan AUM se-Kabupaten Pekalongan (24/1)

Baitul Arqam dan Capacity Building Pimpinan AUM se-Kabupaten Pekalongan (24/1)

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kabupaten Pekalongan mengikuti kegiatan Baitul Arqam dan Capacity Building yang berlangsung pada 24–25 Januari 2026 di SM Tower Malioboro, Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi ikhtiar penguatan ideologi, kepemimpinan, serta etos gerakan bagi pimpinan AUM agar semakin solid dalam menggerakkan Persyarikatan.

Salah satu narasumber utama, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan atau yang akrab disapa Gus Bach, menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang spirit kunci bermuhammadiyah sebagai fondasi dalam mengelola dan mengembangkan amal usaha.

Menurut Bachtiar, terdapat lima spirit utama yang harus terus dirawat oleh kader dan pimpinan AUM. Pertama adalah kesungguhan, yaitu komitmen total dalam berkhidmat tanpa setengah-setengah. Kedua, keikhlasan, sebagai ruh gerakan yang membebaskan Muhammadiyah dari kepentingan pribadi dan orientasi duniawi semata.

“Kesungguhan dan keikhlasan ini harus berjalan seiring. Amal usaha bukan sekadar institusi profesional, tetapi juga ladang dakwah dan pengabdian,” tegasnya.

Spirit ketiga yang tak kalah penting adalah kolaborasi. Bachtiar menegaskan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut Muhammadiyah untuk memperkuat kerja kolektif, lintas struktur, dan lintas bidang. Tidak ada lagi ruang bagi ego sektoral dalam mengelola AUM.

Selanjutnya, ia menyoroti kesabaran sebagai sikap mental yang harus dimiliki pimpinan. Mengelola amal usaha, menurutnya, adalah proses panjang yang penuh dinamika, sehingga membutuhkan ketahanan, ketelatenan, dan keteguhan dalam menghadapi berbagai ujian.

Menariknya, Bachtiar juga menekankan kegembiraan sebagai spirit yang sering terlupakan. “Bermuhammadiyah itu harus bahagia. Jika dijalani dengan gembira, maka dakwah dan pengabdian akan terasa ringan dan penuh makna,” ujarnya.

Kegiatan Baitul Arqam dan Capacity Building ini diharapkan mampu melahirkan pimpinan AUM yang tidak hanya kompeten secara manajerial, tetapi juga kokoh secara ideologis dan spiritual. Dengan demikian, amal usaha Muhammadiyah di Kabupaten Pekalongan dapat terus tumbuh sebagai pilar dakwah, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan umat yang berkemajuan. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), melalui Lembaga Penyelen....

Suara Muhammadiyah

15 August 2025

Berita

Dampak Judi Online terhadap Kesehatan Rohani dan Nafsani Oleh Wildan, Dokter Jiwa RS PKU Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

13 July 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah melalui Lembaga Budaya, Seni, ....

Suara Muhammadiyah

2 June 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Meski belajar di bidang pendidikan, mahasiswa pendidikan guru sekolah d....

Suara Muhammadiyah

24 December 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah sebagai organisasi Islam modern dituntut untuk tida....

Suara Muhammadiyah

15 May 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah