Bayani, Burhani, dan Irfani dalam Cahaya Al-Qur’an

Publish

11 March 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1631
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Rektor UM Sumbar Dr. Riki Saputra ungkap Perspektif Syekh Abdul Qadir al-Jailani

PADANG, Suara Muhammadiyah – Dalam rangkaian Semarak Ramadhan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumbar), Rektor Dr. Riki Saputra, M.Hum., menyampaikan ceramah yang mendalam tentang metode epistemologi Islam—Bayani, Burhani, dan Irfani—dalam perspektif Syekh Abdul Qadir al-Jailani. Ceramah ini dikaitkan dengan firman Allah dalam QS. Al-Anfal ayat 29:

"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan (pembeda), menghapus kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar." (QS. Al-Anfal: 29)

Epistemologi Islam dalam Perspektif Syekh Abdul Qadir al-Jailani

Dalam ceramahnya di masjid Taqwa Muhammadiyah Sumbar, Senin (10/3/2025), Dr. Riki menjelaskan bahwa Syekh Abdul Qadir al-Jailani, seorang ulama sufi besar, menggunakan tiga pendekatan utama dalam memahami dan mengajarkan ilmu:

Bayani (Teksual-Normatif). Pendekatan ini mengandalkan dalil-dalil dari Al-Qur'an dan Hadis sebagai sumber utama kebenaran. Dalam konteks QS. Al-Anfal: 29, Allah menegaskan bahwa ketakwaan akan menghasilkan furqan, yaitu kemampuan membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Pemahaman ini sesuai dengan metode bayani, di mana seseorang yang berpegang teguh pada wahyu akan memperoleh bimbingan langsung dari Allah.

Burhani (Rasional-Empiris). Metode burhani menekankan pentingnya akal dan logika dalam memahami agama. Dr. Riki mengutip Syekh Abdul Qadir yang menyatakan bahwa selain memahami teks secara literal, seorang pencari ilmu juga harus menggunakan akal untuk menggali makna terdalam dari ajaran Islam. Dalam ayat ini, Allah menyebutkan bahwa ketakwaan akan menghapus kesalahan dan mengampuni dosa, yang secara rasional dapat dipahami sebagai proses pembersihan jiwa yang membawa manusia pada kehidupan yang lebih baik.

Irfani (Makrifat-Intuitif). Dalam dimensi irfani, pengetahuan diperoleh melalui pengalaman spiritual yang mendalam. Syekh Abdul Qadir al-Jailani menekankan bahwa ketakwaan yang sejati akan membuka pintu hikmah dan makrifat, sehingga seseorang dapat merasakan furqan sebagai cahaya ilahi yang menerangi hatinya. Dr. Riki menegaskan bahwa inilah yang dimaksud dengan "karunia yang besar" dalam QS. Al-Anfal: 29—karunia berupa pemahaman batin yang tidak hanya berbasis teks atau rasionalitas, tetapi juga pengalaman ruhani yang mendalam.

Dr. Riki menutup ceramahnya dengan pesan bahwa seorang Muslim perlu menyeimbangkan ketiga pendekatan ini dalam memahami Islam. Bayani memberikan dasar normatif, burhani memperkuatnya dengan rasionalitas, dan irfani menyempurnakan pemahaman dengan pengalaman batin.

“Jika kita ingin mendapatkan furqan dalam hidup, maka kita harus bertakwa dengan sebenar-benarnya takwa. Ketakwaan inilah yang akan membuka pintu ilmu yang hakiki—baik dari teks, akal, maupun cahaya ilahi dalam hati kita,” pungkasnya.

Acara ini disambut antusias oleh para peserta, yang terinspirasi untuk lebih mendalami ilmu dengan pendekatan yang holistik sesuai dengan ajaran para ulama besar, termasuk Syekh Abdul Qadir al-Jailani.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali mengge....

Suara Muhammadiyah

16 March 2025

Berita

GUNUNGKIDUL, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan 'Aisyiyah baru saja menggelar keg....

Suara Muhammadiyah

20 January 2024

Berita

KENDARI, Suara Muhammadiyah - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riz....

Suara Muhammadiyah

17 October 2025

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen....

Suara Muhammadiyah

31 May 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan otomatisa....

Suara Muhammadiyah

12 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah