Belajar Jangan Hanya Menjelang Ujian, Budaya Belajar Mesti Dibangun Sejak Dini

Suara Muhammadiyah

24 August 2026

127
Prof Dr Irwan Akib, MPd. Foto: Cris

Prof Dr Irwan Akib, MPd. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Mengurus pendidikan merupakan tugas peradaban yang tidak dapat dijalankan seorang diri. “Pekerjaan mengurus pendidikan ini bukan pekerjaan yang mudah,” ujar Irwan Akib.

Menurut Irwan, tugas tersebut harus tetap dikerjakan secara saksama, terutama untuk mewujudkan tagline “Pendidikan Bermutu untuk Semua” yang menjadi napas baru transformasi pendidikan menuju pendidikan yang lebih berkemajuan.

“Untuk melahirkan pendidikan bermutu untuk semua memang pekerjaan yang berat. Menyamakan kualitas antara satu wilayah dan wilayah lain bukanlah hal yang mudah,” terangnya.

Karena itu, kolaborasi menjadi hal yang mutlak dilakukan. “Kita harus mengerjakan itu,” ucap Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut saat Sosialisasi Pembelajaran Mendalam dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SM Tower Malioboro, Yogyakarta, Senin (24/8).

Bagi Irwan, pendidikan memiliki posisi fundamental. Pendidikan mengandung spirit untuk melahirkan generasi masa depan yang berkeadaban.

“Kalau anak-anak kita tidak terdidik dengan baik, saya kira hal itu akan menjadi persoalan besar bagi masa depan bangsa dan negara kita,” tegasnya.

Ia mengakui bahwa mendidik anak-anak pada era sekarang bukanlah perkara mudah, terutama di tengah derasnya berbagai perubahan. Oleh sebab itu, pendidikan harus menjadi basis untuk membentuk karakter, membangun ketahanan diri, dan mempersiapkan generasi dalam menghadapi tantangan zaman.

“Itu tanggung jawab besar yang ada pada kita semua. Saya menyebut ‘kita’ karena saya juga guru. Bapak dan Ibu guru, kita semua adalah guru,” ujarnya.

Menurut Irwan, salah satu aspek yang perlu diperkuat adalah metode pembelajaran yang tepat dan sistematis. Karena itu, ia mendukung program Pembelajaran Mendalam dan TKA yang diusung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Dukungan tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa sebagian anak saat ini belum memiliki kesadaran dan budaya belajar yang kuat.

“Anak-anak kita belum memiliki budaya belajar. Kita paksa dulu mereka untuk belajar secara perlahan. Mudah-mudahan kemudian mereka benar-benar memiliki kesadaran untuk memahami apa yang dipelajari,” tuturnya.

Di sinilah pentingnya membangun budaya belajar secara bertahap dan berkelanjutan. Budaya belajar tidak muncul secara instan, tetapi dibentuk melalui pembiasaan, keteladanan, pendampingan, serta metode pembelajaran yang mendorong peserta didik memahami manfaat belajar.

“Budaya belajar ini belum terbentuk di sekolah kita. Anak-anak kita belum memilikinya. Bahkan ketika sudah menjadi mahasiswa, kita masih melihat mereka baru belajar menjelang ujian. Kalau sudah seperti itu, tentu menjadi persoalan,” ungkapnya.

Karena itu, pembiasaan melalui Pembelajaran Mendalam dan implementasi TKA perlu dilakukan secara terarah. Irwan menilai, keduanya perlu disinkronkan melalui perencanaan yang matang agar dapat membentuk budaya belajar peserta didik.

“Dengan adanya perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang konsisten, diharapkan peserta didik tidak lagi belajar hanya ketika menghadapi ujian, tetapi memiliki kesadaran untuk belajar secara terus-menerus,” pungkasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Prof. Dr. Ma'mun Mu....

Suara Muhammadiyah

9 September 2024

Berita

KENDAL, Suara Muhammadiyah - Program Studi D3 Statistika ITESA Muhammadiyah Semarang melakukan audie....

Suara Muhammadiyah

12 March 2026

Berita

ACEH BARAT DAYA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Aceh Barat Daya (PDM Abdya), Sela....

Suara Muhammadiyah

23 July 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) P....

Suara Muhammadiyah

17 February 2025

Berita

BANTAENG, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bantaeng, Samsud Samad, mene....

Suara Muhammadiyah

17 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah