BIC-PHES 2026 Satukan 450 Peserta dan 107 Pemakalah, Perkuat Kolaborasi Global untuk Kesehatan Berkelanjutan
SAMARINDA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) sukses menyelenggarakan The 1st Borneo International Conference on Public Health and Environmental Health for Sustainable Development (BIC-PHES) 2026 pada 12–13 Agustus 2026.
Konferensi internasional perdana ini diikuti 450 peserta dari berbagai institusi dan latar belakang profesi.
Sebanyak 107 pemakalah mempresentasikan hasil penelitian dalam bidang kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, promosi kesehatan, gizi, kesehatan mental, perubahan iklim, penyakit menular dan tidak menular, serta pembangunan berkelanjutan.
BIC-PHES 2026 dilaksanakan secara hibrid, dengan kegiatan luring di Aula Gedung E UMKT dan partisipasi daring melalui Zoom serta kanal YouTube FKM UMKT. Forum ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan, hasil penelitian, dan gagasan inovatif untuk menjawab tantangan kesehatan dan lingkungan yang semakin kompleks.
Konferensi dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I UMKT, Abdul Halim, M.Pd., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya forum internasional dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap penyelesaian persoalan kesehatan dan lingkungan.
“BIC-PHES diharapkan tidak hanya menjadi ruang presentasi hasil penelitian, tetapi juga wadah untuk memperluas jejaring akademik dan membangun kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Abdul Halim.
Konferensi turut dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur, Drs. Muhammad Jafron, M.Si., serta Pangeran Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Raden Adji H. Heriansyah, S.E., M.Si., CGCAE., CPSp.
Kehadiran keduanya memperkuat sinergi antara dunia akademik, masyarakat, budaya, dan kearifan lokal dalam mendukung pembangunan kesehatan berkelanjutan.
BIC-PHES 2026 menghadirkan invited speakers dari empat negara. Pembicara dari Indonesia terdiri atas Prof. dr. Umar Fahmi Achmadi, M.P.H., Ph.D. dari Universitas Indonesia dan Assoc. Prof. Ghozali, M.H., M.Kes., Ph.D. dari UMKT.
Perspektif internasional disampaikan oleh Prof. Jay Jordan dari University of Utah, Amerika Serikat; Asst. Prof. Joana Cristina Cardoso Guedes dari University of Porto, Portugal; serta Dr. Fatimah binti Ahmad Fauzi dari Universiti Putra Malaysia.
Para pembicara membahas isu strategis kesehatan masyarakat dan lingkungan dari perspektif multidisiplin serta keterkaitannya dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Diskusi ilmiah dipandu oleh Purwo Setyo Nugroho, Ph.D., dan Ferry Fadzul Rahman, Ph.D. sebagai moderator. Keduanya memfasilitasi dialog interaktif dan pertukaran pandangan antara narasumber dan peserta.
Ketua Pelaksana BIC-PHES 2026, Kresna Febriyanto, M.P.H., Ph.D. (Cand.), menyampaikan bahwa konferensi terselenggara berkat kerja sama panitia serta dukungan pimpinan universitas, mitra, sponsor, pembicara, reviewer, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan peserta.
“Antusiasme peserta dan pemakalah dari berbagai institusi dan negara menunjukkan besarnya perhatian terhadap isu kesehatan masyarakat dan lingkungan. Kami berharap pertemuan ini melahirkan jejaring dan kolaborasi akademik yang berkelanjutan,” ungkap Kresna Febriyanto.
Dekan FKM UMKT, Sri Sunarti, M.P.H., Ph.D., menjelaskan bahwa BIC-PHES 2026 merupakan bagian dari langkah strategis untuk mewujudkan visi FKM UMKT sebagai fakultas yang Islami, berbasis teknologi informasi, unggul dalam kesehatan masyarakat global, serta berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan sosial dan lingkungan.
Menurutnya, tantangan kesehatan masyarakat saat ini mencakup penyakit menular dan tidak menular, perubahan iklim, pencemaran lingkungan, masalah gizi dan kesehatan mental, hingga ketimpangan pelayanan kesehatan.
Permasalahan tersebut membutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, praktisi, dunia usaha, dan masyarakat. “Pertukaran ilmu dan pengalaman melalui BIC-PHES diharapkan berkembang menjadi penelitian bersama, publikasi ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta program kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Sri Sunarti.
Ia menambahkan, posisi Kalimantan Timur sebagai wilayah strategis dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara menghadirkan peluang sekaligus tantangan kesehatan dan lingkungan.
FKM UMKT berkomitmen memberikan kontribusi melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis bukti.
Melalui konferensi ini, FKM UMKT berharap dapat memperluas penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, inovasi, dan pertukaran akademik di tingkat nasional maupun internasional.
BIC-PHES 2026 juga diharapkan menjadi awal kolaborasi yang produktif dan berkelanjutan dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat serta lingkungan yang lestari.
“Welcome to BIC-PHES 2026. Let us strengthen global collaboration and create sustainable solutions for a healthier future.”

