SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Komitmen SMA Muhammadiyah Pacitan dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan memperoleh apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Pada acara penyerahan penghargaan di Gedung Grahadi Gubernur Suryo, Embong Kaliasin, Genteng, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (19/6), sekolah tersebut menjadi salah satu lembaga pendidikan yang diapresiasi atas konsistensinya menyediakan program beasiswa penuh maupun potongan biaya pendidikan bagi peserta didik.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, apresiasi kepada sekolah-sekolah yang berkontribusi nyata dalam pemerataan pendidikan. Menurutnya, langkah lembaga pendidikan swasta yang menghadirkan program beasiswa selaras dengan upaya membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkeadilan.
“Pendidikan adalah hak semua anak bangsa. Kami mengapresiasi sekolah yang terus membuka akses pendidikan melalui berbagai program beasiswa,” ujarnya.
Kepala SMA Muhammadiyah Pacitan, Syafindra Fajar Muqorrobin menjelaskan, sekolah saat ini mengelola sedikitnya empat jalur beasiswa, yakni Beasiswa Tahfidz 1 Juz, Beasiswa Prestasi Akademik dan Nonakademik, Beasiswa Yatim atau Piatu, serta Beasiswa bagi Siswa Kurang Mampu.
“Komitmen kami adalah menghadirkan sekolah yang ramah bagi semua. Kami tidak ingin persoalan biaya menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih cita-cita. Melalui dukungan berbagai program beasiswa, kami berharap lahir generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan sekaligus memiliki akhlak mulia,” ujar Syafindra.
Syafindra menambahkan, selain program bantuan pendidikan, SMA Muhammadiyah Pacitan juga mengembangkan pembinaan keislaman melalui kegiatan Tahfidz Al-Qur’an yang dilaksanakan setiap pagi.
"Program tersebut didampingi oleh ustaz dan ustazah profesional dengan pendekatan bertahap, sehingga siswa yang belum lancar membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dibimbing hingga fasih sebelum memasuki tahap menghafal," jelasnya.
Bagi siswa yang telah memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik, lanjut Syafindra, pendampingan diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hafalan.
"Pendekatan ini mencerminkan semangat pendidikan Muhammadiyah yang memadukan penguatan akademik dengan pembinaan karakter dan nilai-nilai keislaman, tanpa meninggalkan peserta didik yang masih membutuhkan pendampingan dasar," tandasnya. (Ahyar)

