Bukan Hanya Berbicara, Dai Harus Hadir Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Suara Muhammadiyah

6 July 2026

461
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Dakwah Islam di era modern dituntut semakin adaptif terhadap dinamika masyarakat yang terus berkembang. Seorang dai tidak cukup hanya menguasai materi keagamaan, tetapi juga dituntut mampu memahami karakter, kebutuhan, dan persoalan yang dihadapi komunitas yang menjadi sasaran dakwah.

Hal tersebut disampaikan Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muchamad Arifin saat menjadi narasumber dalam program Ngaso (Ngaji Sore) yang ditayangkan tvMu Jatim 1, Ahad (5/7).

Menjawab pertanyaan host mengenai model dakwah yang tepat di tengah masyarakat saat ini, Arifin menjelaskan, dakwah kekinian adalah dakwah yang mampu hadir sesuai dengan kebutuhan sasaran dakwah.

Menurutnya, pedoman tersebut telah ditegaskan Allah SwT dalam QS. An-Nahl ayat 125, yang memerintahkan agar dakwah dilakukan dengan hikmah, nasihat yang baik, dan dialog yang santun. Karena itu, dakwah harus menjadi jalan menghadirkan solusi, bukan sekadar menyampaikan materi keagamaan.

“Dakwah bukan hanya berbicara tentang apa yang ingin disampaikan oleh dai, tetapi bagaimana Islam hadir menjawab kebutuhan masyarakat. Seorang dai harus mampu memotret kondisi jamaah atau komunitasnya sebelum menentukan materi dan metode dakwah,” ujar Arifin.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan dakwah sangat bergantung pada kemampuan seorang dai memahami karakter sasaran dakwah.

"Ketika pendekatan dan materi sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dakwah akan lebih mudah diterima dan memberikan dampak yang nyata," terangnya.

Dalam dialog tersebut, Arifin juga menjelaskan bahwa Muhammadiyah memiliki dua pilar penting dalam gerakan dakwah. Pertama, Muballigh yang berada di bawah pembinaan Majelis Tabligh Muhammadiyah, dengan fokus dakwah melalui mimbar, masjid, dan pengajian kepada jamaah yang telah siap menerima materi keislaman.

Sementara itu, Dai Komunitas yang berada di bawah pembinaan LDK PP Muhammadiyah memiliki medan dakwah yang berbeda. Mereka hadir di tengah masyarakat, mendampingi komunitas adat, mualaf, masyarakat di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), komunitas marginal, hingga berbagai kelompok yang memerlukan pendekatan khusus.

“Dai komunitas lebih banyak bergerak di luar mimbar. Mereka harus membangun kepercayaan, memahami persoalan masyarakat, menghadirkan solusi, baru kemudian menyampaikan nilai-nilai Islam. Dakwah tidak boleh dimulai dengan menghakimi, tetapi dengan merangkul,” jelasnya.

Menurut Arifin, seorang dai yang akan terjun ke komunitas harus mempersiapkan diri secara matang. Selain menguasai ilmu agama, ia juga harus memahami kondisi sosial, budaya, dan kebutuhan masyarakat yang didampinginya.

“Jika materi dakwah tidak sesuai dengan kebutuhan sasaran, maka dakwah berpotensi ditolak. Namun ketika dai mampu menghadirkan Islam sebagai solusi atas persoalan masyarakat, dakwah akan diterima dengan lapang hati,” tegasnya.

Ditambahkan lagi oleh Arifin, dakwah yang efektif bukanlah dakwah yang memaksa atau menyalahkan, melainkan dakwah yang mengedepankan hikmah, kasih sayang, keteladanan, dan pemberdayaan masyarakat sebagaimana tuntunan Al-Qur’an.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Inisiasi Lembaga Lingkungan Hidup PD IPM Bantul dan PW IPM DIY BANTUL, Suara Muhammadiyah - Pe....

Suara Muhammadiyah

9 October 2023

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Ok....

Suara Muhammadiyah

20 October 2023

Berita

PERLIS, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM) kembali menerima kunjungan dar....

Suara Muhammadiyah

27 February 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah — Dosen Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM), Afriadi Sanusi, PhD....

Suara Muhammadiyah

27 February 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka mendukung pembiayaan para pelaku usaha, program studi Eko....

Suara Muhammadiyah

19 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah