Bukan Sekadar Sidang Tahunan, Tanwir Muhammadiyah Sejak 1932 Menjadi Forum Pencerahan

Suara Muhammadiyah

6 August 2026

227
Dr KH Tafsir, MAg. Foto: Cris

Dr KH Tafsir, MAg. Foto: Cris

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Istilah Tanwir amat melekat di tubuh Muhammadiyah. Dari katanya, Tafsir menguraikan berasal dari akar kata nawwara-yunawwiru-tanwiran, yang dimkanai sebagai: pencerahan, penyinaran, penerangan.

"Tanwir tidak sekadar hal-hal yang bersifat teknis administratif menghasilkan calon. Tapi ada pencerahan-pencerahan yang dibangun di forum itu," tegas Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah tersebut.

Lebih dari itu, Tanwir di Muhammadiyah yang mulai muncul dan resmi digunakan sejak tahun 1932--dulu Madjlis Tanwir, sebagai salah satu hasil Kepoetoesan Conferentie Consul Hoofdbestuur Moehammadijah Hindia-Timoer di Djokjakarta (19-22 November 1932)--ini berbeda dengan kegiatan yang berlangsung di pelbagai organisasi lainnya.

"Jadi bukan sekedar munas gitu ya, bukan sekedar sidang tahunan. Ini sidang tahunan kita, namanya Tanwir," terangnya, Kamis (6/8) saat hadir di pembukaan Tanwir ke-3 Nasyiatul Aisyiyah di Puri Nalendra Ballroom Hotel Lor In Syariah, Adi Sucipto, Surakarta, Jawa Tengah.

Hal galib dari Implementasi Tanwir itu mencakup sub-bagian yang tersistematisasi dengan cakupan muatannya laporan Pimpinan Pusat, masalah yang oleh Muktamar atau menurut Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga diserahkan kepada Tanwir.

Selain itu, juga masalah seperti apa di lapangan kemudian yang akan dibahas dalam Muktamar sebagai pembicaraan pendahuluan, masalah mendesak yang tidak dapat ditangguhkan sampai berlangsungnya Muktamar, serta usul-usul.

"Jadi luar biasa Muhammadiyah. Sidang tahunan kita tidak semata-mata persoalan organisme organisasi, tapi bangun nilai-nilai pencerahan bagi internal maupun eksternal," tekan Tafsir.

Itulah pokok pangkal dari Tanwir. Dengan begitu, Tafsir mendorong agar Tanwir ke-3 Nasyiatul Aisyiyah ini tetap mengedepankan kepentingan kemaslahatan dengan mengintegrasikan substansi dari kata Tanwir itu sendiri.

"Benar-benar menyinari, sangat menyinari. Mudah-mudahan kita tidak sekedar kumpul untuk hal-hal yang bersifat mekanisme organisasi, suatu yang hanya bersifat mekanistik, tapi juga yang bersifat interpretatif dan pencerahan," pungkasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Roadshow Kota Kedua Pelatihan Nasional untuk Membangun Harmoni SAMARINDA, Suara Muhammadiyah - Pusa....

Suara Muhammadiyah

15 May 2024

Berita

Semoga Buya selalu diperbincangkan, 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun, 40 tahun, 50 tahun, hingg....

Suara Muhammadiyah

21 February 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Makassar akan menggelar prosesi wisuda ke-85....

Suara Muhammadiyah

30 May 2025

Berita

Mantan Ketua PDM Priangan yang Menginspirasi BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Sederet pencapaian Muham....

Suara Muhammadiyah

18 December 2023

Berita

SINJAI, Suara Muhammadiyah – Kabar membanggakan kembali datang dari salah satu Perguruan Tingg....

Suara Muhammadiyah

17 October 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah