Bukan Sekadar Tradisi, tapi Aktualisasi Pribadi Berstandar Tinggi

Publish

3 April 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
310
Dr Siti Aisyah, MAg. Foto: Cris

Dr Siti Aisyah, MAg. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bulan Syawal telah berjalan sampai pertengahan bulan. Momen ini yang ditekankan Ketua Pimpinan Pusat 'Aisyiyah Siti Aisyah untuk diperhatikan secara saksama.

"Kita hari ini telah berada di tengah-tengah bulan Syawal," ujarnya, menyebut penting memanfaatkan bulan ini dengan sedemikian rupa.

"Masih ada beberapa hari berikutnya (bulan Syawal), yang mesti kita manfaatkan bersama," tuturnya, Jumat (3/4) saat Kajian Rutin dan Syawalan Jamaah Noor Hidayah Pingit di Masjid Adz-Dzakirin, Pingit, Bumijo, Kota Yogyakarta.

Hal yang dimanfaatkan itu, sebut Ais, berupaya tampil menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Salah satu implementasinya adalah dengan saling memberi maaf.

"Sudah menjadi tradisi di Indonesia, setiap bulan Syawal, kita saling memberi maaf dan saling memaafkan kepada sesama," ujarnya.

Meskipun tradisi ini tidak menjadi seruan Tuhan di bulan Syawal, tetapi, implikasinya sangat kongruen dengan maklumat-Nya di Qs ali-Imran ayat 133.

Redaksi ini mengonfirmasikan, kalau umat Islam, harus bersegera menuju ampunan-Nya dan surga yang luasnya seperti langit dan bumi. "Ini disediakan untuk orang-orang bertakwa," tambahnya.

Di sinilah relevansi dari puasa, yang segenap umat Islam bertungkus lumus mengerahkan seluruh pasokan tenaga untuk menjadi manusia berstandar tinggi; manusia bertakwa.

"Perjuangan selama puasa, menahan diri, dari segala hal yang tidak baik. Semua itu ditahan. Semuanya melakukan kebaikan-kebaikan akhirnya menjadi orang bertakwa," tegasnya.

Dan, salah satu karakteristik orang bertakwa, lakunya memantul selalu memaafkan kesalahan orang lain.

"Sejak puasa sudah dilatih tidak boleh marah. Tapi, harus saling memberi maaf. Meskipun tidak dicontohkan tetapi ada isyarat," ulasnya.

Karenanya, memasuki bulan Syawal, sebut Ais, umat Islam mesti tampil menjadi pribadi yang lebih baik. Pribadi takwa, yang memancarkan laku mulia; saling memaafkan, di samping meningkatkan kualitas hidup kian bernas. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menjadi tuan rumah penyele....

Suara Muhammadiyah

15 July 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Bulan Ramadhan tahun 1445 telah tiba, niscaya semua orang ber....

Suara Muhammadiyah

12 March 2024

Berita

MALAYSIA, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah Sapen kembali menambah pundi-pundi prestasi membangga....

Suara Muhammadiyah

10 October 2025

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah — Institut Teknologi Statistika dan Bisnis (ITESA) Muhammadiyah S....

Suara Muhammadiyah

8 October 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - BPH PKU Kota Yogyakarta dan PKU Gamping Sleman Yogyakarta bekerja s....

Suara Muhammadiyah

28 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah