AMBON, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Maluku (UM Maluku) resmi menorehkan tinta emas dalam sejarah perjalanannya. Sebanyak 49 sarjana Angkatan I Tahun 2026 dikukuhkan dalam prosesi wisuda perdana yang berlangsung khidmat di Aula LLDikti Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara, Kota Ambon, Kamis (30/04).
Agenda penting ini menjadi bukti nyata komitmen UM Maluku sebagai institusi pendidikan muda yang progresif dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan kompetitif di Bumi Raja-Raja.
Rektor UM Maluku, Prof. Faris Al-Fadhat, Ph.D., mengungkapkan bahwa pencapaian ini adalah buah dari sinergi kolektif sejak kampus berdiri pada 2020. Meski baru berusia lima tahun dan melewati dinamika yang menantang, UM Maluku berhasil membuktikan eksistensinya.
"Keberadaan UM Maluku bukan sekadar hasil kerja internal, melainkan wujud doa dan dukungan dari masyarakat, pemerintah, serta persyarikatan Muhammadiyah. Kami juga memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para perintis dan pimpinan terdahulu yang telah meletakkan fondasi kokoh bagi kampus ini," ujar Prof. Faris.
Kepada para wisudawan, ia menekankan bahwa kelulusan adalah gerbang awal perjuangan. Ia berpesan agar alumni menjaga integritas sebagai kunci untuk mengangkat derajat di tengah tantangan zaman.
Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Mohammad Adam Jerusalem, S.T., S.H., M.T., Ph.D., turut memberikan apresiasi mendalam. Beliau mengingatkan bahwa nama besar "Muhammadiyah" membawa tanggung jawab moral dan sejarah yang besar.
"Muhammadiyah fokus pada pendidikan, kesehatan, dan kemasyarakatan. Kami ingatkan kepada pimpinan, dosen, dan tendik di UM Maluku untuk senantiasa mengingat pesan KH. Ahmad Dahlan. Jadilah pengelola yang berkemajuan dan jangan lelah memajukan institusi. Dengan memajukan UM Maluku, kita turut memajukan kehidupan bangsa," tegasnya.
Kepala LLDikti Wilayah XII, Prof. Dr. Saiful Deni, yang juga mantan Rektor UMMU, menyoroti urgensi transformasi pendidikan di era disrupsi teknologi. Ia menitipkan tiga pesan kunci: menjadi pembelajar sepanjang hayat, menjadi pemecah masalah, serta menjaga karakter.
Sejalan dengan itu, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengajak para lulusan untuk jeli melihat peluang besar, termasuk proyek strategis nasional Lapangan Abadi Blok Masela di Kepulauan Tanimbar.
"Saya berharap lulusan UM Maluku tidak menjadi penonton di rumah sendiri. Ambil peran aktif dalam pembangunan dan manfaatkan potensi penyerapan tenaga kerja di masa depan," ujar Gubernur.
Sebagai bentuk penguatan ideologi dan identitas, momen bersejarah ini juga diisi dengan penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) Muhammadiyah secara simbolis oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku kepada para wisudawan. Penyerahan ini menandai resminya para lulusan sebagai bagian dari keluarga besar kader Muhammadiyah yang siap mengabdi di tengah masyarakat.
Prosesi wisuda ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, menunjukkan dukungan luas bagi UM Maluku.
Tampak hadir unsur Forkopimda Maluku, pimpinan perguruan tinggi se-Kota Ambon, Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), BPH UM Maluku, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku, Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah, tokoh masyarakat, serta orang tua wisudawan yang menyelimuti suasana dengan rasa haru dan bangga.
Gelaran wisuda perdana ini ditutup dengan optimisme bahwa 49 sarjana baru tersebut akan menjadi agen perubahan (agent of change) yang membawa dampak positif bagi kemajuan daerah dan bangsa di kancah global. (Humas)

