Channelling-Sindikasi Embrio Konsorsium Jejaring BTM

Publish

24 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
61
BTM

BTM

Channelling-Sindikasi Embrio Konsorsium Jejaring BTM

Oleh: Arip Hidayat, General Manager BTM Artha Surya Kabupaten Tegal

“Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) itu tidak didirikan untuk ngurusi uang receh, walau BTM tidak anti uang receh”. Tutur Pak Su’ud (Drs. H. Achmad Su’ud, MS.i) pada saya dan beberapa pengurus BTM Artha Surya Kabupaten Tegal saat menghadap beliau di kantor Pusat BTM Jawa Tengah, Pekalongan pada Selasa 11 Februari 2026. 

Kami saat itu berkonsultasi tentang peluang projek bisnis keuangan syari’ah di Kabupaten Tegal kepada beliau sebagai pendiri BTM. “BTM harus jadi pemain, membiayai bisnis-bisnis skala menengah dan skala besar, membiayai usaha tambang batubara, keperluan alkes rumah sakit, usaha transportasi, property. Mungkin kalau yang membiayai itu satu kantor bisa jadi gak mampu, tapi kalau berjamaah, dengan cara patungan dana, dimana masing-masing kantor kota/kabupaten di jejaring Jawa Tengah berinvestasi penempatan dana di pusat, kita bisa membangun konsorsium bisnis”. Tutur beliau menyulut semangat kami para pejuang ekonomi Syari’ah BTM. 

Apa yang beliau sampaikan adalah harapan besar tentang posisi BTM sebagai salah rumah besar keuangan Muhammadiyah yang Langkah dan perannya harus senantiasa disatukan agar kelak melahirkan kebermanfaatan yang besar. Hal ini juga yang tentu menjadi bagian dari cita-cita para pimpinan dan pengelola BTM Artha Surya kabupaten Tegal. Dan kami bersyukur BTM Artha Surya Tegal dimulai dengan Langkah tertatih telah mulai meniti langkah-langkah yang di perlukan untuk saling menguatkan antara primer dan sekunder. Berikut ini tiga pengalaman bisnis BTM Artha Surya kabupaten Tegal menuju bangun konsorsium bisnis jejaring BTM. 

Pengalaman pertama, penempatan dana milik primer BTM di Pusat BTM Jawa Tengah sebagai sekunder BTM. Adalah bagian dari komitment saling mendukung dalam ber-Syarikat dan ber-Muhammadiyah dimana dana lebih yang ada di kantor BTM Artha Surya kabupaten Tegal, kami simpan di pusat BTM Jawa Tengah. Dengan akad tabungan Mudharabah dengan ekuivalen rate 0,2% per bulan. Dalam ruang diskusi rapat manager BTM Se-Jawa Tengah pola ini menemukan titik terangnya menuju sebuah cinta-cita bangunan konsorsium bisnis BTM. 

Dimana ada wacana bahwa penempatan dana milik primer BTM (BTM di kabupaten/kota) di sekunder Pusat BTM Jawa Tengah (provinsi) bukan hanya dengan sekedar akad Mudharabah saja yang bersifat akad generic, namun dengan rekayasa dan kreasi akad Mudharabah – muqayyadah, akad yang hybrid. Secara singkat gambaran simpanan Mudharabah – muqayyadah adalah simpanan uang milik primer BTM di Sekunder Pusat BTM Jawa Tengah yang dapat di tujukan untuk membiayai usaha-usaha tertentu yang berskala besar. Di akad dijelaskan bahwa dana investasi di gunakan untuk mendanai usaha-usaha khusus yang terikat dalam perjanjian. 

Contoh misal ada kebutuhan dana untuk pembelian alat Kesehatan (Alkes) di RSI PKU Muhammadiyah yang akan menelan biaya dengan angka Rp. 15 Milyar. Barangkali primer BTM dan pusat BTM Jawa Tengah akan kesulitan membiayai kebutuhan secara sekaligus ini karena terkendala aturan Batas Maksimum Penyaluran Pembiayaan (BMPP) dari regulator terkait. Di samping itu juga terkendala besaran liquditas yang tidak mungkin seluruh dana landing dari satu kantor BTM hanya di lempar untuk membiayai satu usaha saja. Maka untuk mengatasi itu Pusat BTM Jawa Tengah akan membuka ruang agar BTM primer se-Jawa Tengah masing-masing ber-investasi “patungan” untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan yang akan disalurkan bagi RSI PKU Muhammadiyah. Pengalaman kedua bisnis keuangan syari’ah di BTM Artha Surya kabupaten Tegal dengan pusat BTM Jawa Tengah dalam rangka symbiosis mutualis adalah mekanisme chanalling bisnis. 

Dimana apabila ada calon nasabah yang telah memenuhi syarat untuk di biayai, namun disisi lain primer BTM tidak memiliki cukup dana untuk membiayai karena perkiraan dana cukup besar, maka primer mengajukan permohonan ke pusat BTM Jawa Tengah agar Pusat membiayai seluruh kebutuhan nasabah yang di maksud dengan margin bagi hasil disesuaikan dengan kebijakan  local primer BTM. Dan primer BTM beroleh imbalan dari pusat BTM berupa fee. 

Selanjutnya BTM Artha surya juga memiliki pengalaman menjalin Kerjasama bisnis dengan pusat BTM Jawa Tengah dengan model sindikasi. Satu kali ada nasabah kami yang butuh pendanaan cukup besar, karena kami terkendala dengan regulasi BMPP, namun disisi lain kami masih berharap memiliki keuntungan dari Kerjasama ini yang sifatnya bukan sekedar fee. Maka dijalinlah Kerjasama pembiayaan sindikasi, yang prakteknya BTM Artha Surya menyediakan Sebagian dana dan sisa dana lainnya dari Pusat BTM Jawa Tengah, sehingga keuntungan dibagi dua sesuai dengan porsi modal yang mencerminkan besaran tanggung jawab, baik primer atau sekunder. 

Dari ketiga pengalaman Kerjasama bisnis antara primer BTM dan Pusat BTM yang telah kami jalani ini mencerminkan bahwa Lembaga-lembaga keuangan Muhammadiyah termasuk BTM optimis bisa dapat membangun sinergi, merajut Kerjasama yang profesional, menyatukan tujuan untuk apa Lembaga keuangan Muhammadiyah di dirikan, yang pasti jawabannya untuk dakwah Muhammadiyah itu sendiri. Yang pasti juga sinergi bisa dibangun apabila kita para pengelola mulai belajar menghilangkan ego masing-masing Lembaga yang kadang berbalut gengsi semu. 


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Melindungi Tetangga dari Perlakuan Zalim Oleh: Mohammad Fakhrudin Di dalam kajian ini diuraikan to....

Suara Muhammadiyah

5 September 2025

Wawasan

Gelar Pendidikan dan Penghormatan Oleh: Amalia Irfani, Dosen IAIN Pontianak/LPPA PWA Kalbar Tidak ....

Suara Muhammadiyah

24 July 2024

Wawasan

Oleh: Donny Syofyan Dalam perjalanan memahami kehidupan Nabi Muhammad SAW, kita telah menjelajahi l....

Suara Muhammadiyah

18 September 2024

Wawasan

Pendidikan Melupakan dan Gagal Membangun Potensi Dahsyat Manusia Oleh: Agusliadi Massere Indonesia....

Suara Muhammadiyah

25 September 2023

Wawasan

Pendidikan Bermutu Meretas Ketimpangan Oleh: Rizki Putra Dewantoro, Kader Muhammadiyah Di balik ge....

Suara Muhammadiyah

25 May 2025