SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Lebih dari 200 siswa SD Muhammadiyah 24 Surabaya mengikuti Darul Arqam Berkarakter (DAB), Selasa (2/3). DAB ini tidak sekadar mengajarkan teknis berpuasa, tetapi membongkar makna terdalamnya.
Syifa, Guru ISMUBA SD Muhammadiyah 24 Surabaya, mengajak siswa memahami bahwa Ramadhan bukan sekadar penggugur kewajiban tahunan, melainkan momentum membangun karakter.
“Puasa adalah jalan mendekat kepada Allah, sekaligus sarana membentuk jiwa yang lebih peduli dan sehat,” ujarnya.
Syifa menganalogikan sebuah gawai. Tentu, gawai membutuhkan daya penuh untuk berfungsi optimal dan melakukan pembaruan sistem. Demikian manusia pun memerlukan “pengisian ulang” spiritual.
“Puasa menjadi charger jiwa menghubungkan kembali hati kepada Allah,” tuturnya.
Di sinilah kesempatan Ramadhan berlaku. “Ramadhan adalah ladang latihan agar kebiasaan baik seperti mengingat Allah, membaca Al-Qur’an, beristighfar saat marah, serta menjaga shalat tepat waktu terus berlanjut di bulan-bulan berikutnya,” sebutnya.
Syifa, membagi manfaat puasa ke dalam dua kategori besar. Pertama, nilai spiritual dan sosial. "Puasa mendekatkan diri kepada Allah melalui pembiasaan ibadah yang konsisten", Katanya.
Juga, menumbuhkan rasa syukur dimulai dari ucapan sederhana “Alhamdulillah” yang dibiasakan sejak usia dini, dan membangun kepedulian sosial. "Empati inilah yang diharapkan tumbuh menjadi kepedulian nyata terhadap sesama", ujarnya.
Kedua menyoroti aspek kesehatan dan pengendalian diri. Puasa disebut sebagai perisai menahan amarah dan perilaku buruk melalui latihan yang berulang.
“Dari sisi medis, puasa memberi kesempatan tubuh melakukan detoksifikasi alami dan memperbaiki metabolisme, sehingga organ pencernaan dapat beristirahat,” terangnya.
Lebih dari itu, pembiasaan menahan diri melahirkan emosi yang lebih stabil dan mental yang lebih kuat, fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. (Dini)
