Dai Muhammadiyah Harus Menjadi Pelopor dalam Menyemai Narasi yang Menenteramkan

Publish

1 September 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
822
Foto istimewa

Foto istimewa

SURABAYA, Suara Muhammadiyah — Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur pada Ahad, 31 Agustus 2025, dipenuhi suasana penuh semangat dan harapan. Ratusan peserta Akademi Dai Digital (ADD) yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Khusus (LDK) PP Muhammadiyah menyimak dengan seksama pesan penutup dari Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, yang menekankan pentingnya menghidupkan dakwah melalui media digital.

Dalam sambutannya, Muchamad Arifin memberikan pesan mendalam yang menjadi pegangan para peserta setelah mengikuti pelatihan intensif ini.

“Setelah kegiatan ini, jangan biarkan jari-jarimu diam. Gerakkan jari di atas keyboard gadget dan tebarkan narasi dakwah yang mencerahkan. Ingat, jarimu adalah sedekahmu. Setiap kalimat positif yang kau sebarkan akan menjadi pahala yang terus mengalir,” tegasnya penuh makna.

Muchamad Arifin menegaskan bahwa para dai digital Muhammadiyah harus menjadi pelopor dalam mengisi ruang maya dengan narasi yang sejuk, menggembirakan, dan menenteramkan hati.

“Hari ini, dunia digital dipenuhi konten negatif, berita bohong, dan narasi adu domba yang menyesakkan dada. Kita tidak boleh diam. Lawanlah semua itu dengan konten positif yang menebar kedamaian, membangun ukhuwah, dan memberi pencerahan bagi siapa saja yang membacanya,” ujarnya.

Menurutnya, dakwah digital bukan sekadar membuat konten, tetapi menghadirkan pesan-pesan Islam yang relevan, ramah, dan berlandaskan nilai-nilai kebenaran. Di era banjir informasi, setiap jari yang mengetikkan pesan kebaikan adalah bagian dari jihad dakwah.

Muchamad Arifin mengingatkan para dai agar tetap menjaga konten dakwah agar tidak keluar dari koridor wahyu. Hal ini selaras dengan firman Allah dalam QS. An-Nahl: 125:

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.”

Ayat ini, kata Arifin, adalah fondasi dakwah digital Muhammadiyah. Setiap narasi harus dilandasi hikmah, kelembutan, dan kedamaian agar membawa keberkahan dan menjauhkan umat dari perpecahan.

Di era derasnya arus informasi, kehadiran dai digital Muhammadiyah sangat dinantikan. Dunia maya kini menjadi medan dakwah utama, tempat opini terbentuk dan nilai-nilai dipertarungkan.

“Warganet menunggu kehadiran kita. Mereka menunggu dai-dai Muhammadiyah menghadirkan konten inspiratif yang memberi harapan, bukan sekadar informasi. Mari kita jadikan ruang digital sebagai ladang amal jariyah, tempat setiap ketikan kita menjadi sedekah yang menebar manfaat,” pesan Arifin.

Melalui pesan tersebut, Muchamad Arifin berharap para peserta Akademi Dai Digital mampu menjadi produsen konten positif yang konsisten dan berpengaruh. Dengan kreativitas dan literasi digital, para dai diharapkan mengubah dunia maya menjadi ruang dakwah yang ramah, sejuk, dan mencerahkan umat. (Rif)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Pertama kali dalam sejarah Pemuda Muhammadiyah Sulsel, Ketua te....

Suara Muhammadiyah

28 April 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mengakrabkan para siswa dengan masyarakat desa menjadi salah sa....

Suara Muhammadiyah

13 November 2023

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar acara Wisu....

Suara Muhammadiyah

24 February 2024

Berita

SUKABUMI, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menggelar Studium Generale p....

Suara Muhammadiyah

8 October 2024

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui Lembaga Pengabdi....

Suara Muhammadiyah

24 March 2025