Dakwah Nyata Ranting Baru, PRM Panarung Diresmikan

Publish

2 September 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1368
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Panarung, Kota Palangka Raya, diresmikan pada Ahad, 1 September 2024, bertempat di Rumah Qur'an Muhammadiyah, Jalan Meranti IV, Palangka Raya. Patut disyukuri, karena akhirnya Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pahandut memiliki ranting di Kelurahan Panarung.

Dalam kegiatan launching dan pengajian tersebut, turut dihadiri oleh H. M. Zuhri, SH.I., M.Pd.I., (Wakil Ketua PWM Kalteng), Drs. Ahmad Wahyu Cahyono, M.Pd. (Ketua PCM Pahandut), H. Makruf M. Yunus (Ketua PRM Panarung), serta para pengurus dan jamaah lainnya.

H. Makruf M. Yunus menyatakan rasa syukurnya atas diluncurkannya Ranting Muhammadiyah Panarung. Ini adalah salah satu harapan warga Muhammadiyah Kelurahan Panarung dan berkat kerjasama serta dukungan unsur pimpinan Muhammadiyah di PCM Pahandut, PDM Kota Palangka Raya, dan PWM Kalimantan Tengah. “Semangat berlomba-lomba dalam kebaikan, dengan adanya kepengurusan ini akan menjawab harapan warga Muhammadiyah pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya,” ujarnya.

Ketua PCM Pahandut, Drs. Ahmad Wahyu Cahyono, M.Pd., juga menyatakan syukur atas terbentuknya PRM Panarung. Ini merupakan ranting pertama yang diharapkan akan membangkitkan munculnya ranting baru, sehingga Muhammadiyah ke depan tetap eksis serta bersemangat untuk mengajak kebaikan dan berlomba-lomba dalam kebaikan. “Cabang dan ranting merupakan pondasi keberadaan Muhammadiyah di basis akar rumput. Oleh karenanya, seluruh kegiatannya harus langsung menyentuh Persyarikatan dan masyarakat, yang sangat penting dilakukan oleh cabang dan ranting,” ujarnya.

Ustadz H. M. Zuhri, SH.I., M.Pd.I., mengatakan sekaligus mengajak warga Muhammadiyah serta para jamaah untuk ikhlas dalam berMuhammadiyah. Ghirah untuk terus mengikuti dan menghidupkan dakwah Muhammadiyah harus tampak, karena ini menjadi ruh eksistensi Muhammadiyah itu sendiri. Ada beberapa ciri warga Muhammadiyah, di antaranya:

Warga Muhammadiyah harus siap menerima amanah sesuai kemampuan jika mendapatkan kepercayaan. Sebaliknya, warga Muhammadiyah tidak berebut untuk mendapatkan amanah. Jika sudah diberikan amanah, kita harus menjalankan amanah dengan ikhlas, memberikan waktu, tenaga, dan pikiran untuk Persyarikatan.

Warga Muhammadiyah tidak boleh ngambek ketika tidak lagi menjabat sebagai pemimpin. Begitu pula saat masa jabatan sudah berakhir, harus sadar dan siap digantikan oleh penerus atau pemimpin berikutnya.

Warga Muhammadiyah harus berperan aktif dalam kegiatan dakwah. Semangatnya harus pantang menyerah dan tidak mengurangi aktivitas dakwah meskipun fasilitas terbatas. Senantiasa terus bergerak dinamis, aktif, dan tidak statis. Pengurus Muhammadiyah juga tidak boleh berwajah dua atau menduakan Muhammadiyah.

"Muhammadiyah adalah organisasi kerja, bukan organisasi papan nama. Lebih baik tidak ada papan nama, tetapi ada aktivitas kerja dan dakwah. Apalah artinya papan nama jika tiada aktivitas yang membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa," ujarnya. (MF)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Aisyiyah DIY menggelar Tasyakur Milad Aisyiy....

Suara Muhammadiyah

24 May 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 35 siswa anggota English Club SMA 3 Muhammadiyah Yogyakart....

Suara Muhammadiyah

20 April 2026

Berita

MEKKAH, Suara Muhammadiyah – Melalui program Arabic and Islamic Camp, tiga santri Pondok Pesan....

Suara Muhammadiyah

14 March 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Revisi Undang-Undang (UU) tentang Penyiaran terus menuai prote....

Suara Muhammadiyah

24 May 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpina....

Suara Muhammadiyah

22 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah