Dampak Perang Iran-Israel Terhadap WNI di Timur Tengah

Suara Muhammadiyah

18 April 2024

3916
Iran-Israel

Iran-Israel

MALANG, Suara Muhammadiyah - Ketegangan yang sedang terjadi di Timur Tengah antara Iran dan Israel masih menjadi perbincangan hangat. Meluncurkan serangan terbuka ke Israel adalah pertama kalinya Iran lakukan, walaupun harus melewati wilayah kedaulatan Irak, Suriah, dan Jordan. Menanggapi hal tersebut Prof. Gonda Yumitro, PhD, selaku dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengatakan bahwa pengaruh Indonesia sebagai negara diplomatik tidak akan terkena masalah geopolitik selama peperangan tersebut tidak berlanjut. 

Ia mengajak untuk melihat kembali sejarah pada tahun 1979, yakni Revolusi Ruhullah Khomeini mengkudeta Shah dan mendirikan Republik Islam Iran. Salah satu identitas utama Khomeini adalah tidak menerima imperialisme Amerika Serikat dan Sekutunya Israel. Sejak saat itu, hubungan dengan Israel terputus. “Adanya perseteruan pada tahun tersebut, membuat hubungan Israel dan Iran yang pernah mesra menjadi terganggu. Serangan kemarin hanya sebagai pengingat bahwa Iran mempunyai power yang cukup,” katanya.

Namun menurut Gonda, serangan yang dilakukan Iran kepada Israel bisa menjadi boomerang. Misalnya saja akan berdampak kepada masyarakat muslim yang ada di Palestina dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Timur Tengah. Saat ini, banyak negara yang mendukung Israel karena melihat kehancuran yang terjadi. Meskipun sasaran serangan yang dikirim Iran tidak membuat kerusakan pada organ inti Israel.

“Jika serangan terus berlanjut, dampak perang akan semakin meluas. Maka dari itu, sekutu sangat mewanti-wanti Israel untuk tidak membalas serangan dari Iran. Banyak kerugian yang akan terjadi, tidak hanya negara tetangga Iran dan Israel saja, tetapi seluruh dunia akan terkena imbasnya,” ucapnya. 

Lebih lanjut Gonda mengatakan bahwa Indonesia tidak boleh memihak siapapun dan perlu berhati-hati menyikapi dinamika yang berkembang. Banyaknya WNI yang tinggal di kawasan Timur Tengah membuat Indonesia harus lebih bijak dan tetap pada sikap konstitusi. Yakni mendukung perdamaian dunia dan menentang segala macam bentuk penjajahan.

“Tentu, Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi perdamaian dunia. Menolak keras segala bentuk serangan yang dapat menimbulkan korban sipil. Maka menurut saya, Indonesia tetap pada posisi normatif, dan memikirkan kondisi WNI yang bisa terdampak di kawasan,” tambahnya.

Di akhir, Gonda menyampaikan, perang yang berkelanjutan perlu dihindari. Segala upaya yang ada perlu ditingkatkan untuk mencegah perang yang lebih luas terjadi. Masyarakat Indonesia juga perlu memiliki pandangan yang lebih kritis supaya tidak merugikan kepentingan nasional di kawasan, mengingat banyaknya WNI yang tinggal di Timur Tengah. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 20 murid kelas XII SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta mengikuti....

Suara Muhammadiyah

31 January 2026

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Jumlah Ranting Muhammadiyah yang masih minimalis dan terdiri dar....

Suara Muhammadiyah

9 March 2026

Berita

Kukuhkan BPO KOKAM, Targetkan Seribu Kader KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Pemuda....

Suara Muhammadiyah

28 April 2024

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPwr) kembali menegaskan ....

Suara Muhammadiyah

30 April 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) resmi mengukuhkan dua Guru Besa....

Suara Muhammadiyah

13 May 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah