Deni Asy’ari Bongkar Realitas Bisnis Hari Ini; Adaptif atau Gulung Tikar

Suara Muhammadiyah

10 January 2026

663
Deni Asy'ari, MA., Dt Marajo saat memberikan amanat dalam Rapat Kerja PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah 2026 di  Kiyana Resort Dieng, Sirangan, Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. Foto: Cris

Deni Asy'ari, MA., Dt Marajo saat memberikan amanat dalam Rapat Kerja PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah 2026 di Kiyana Resort Dieng, Sirangan, Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. Foto: Cris

BANJARNEGARA, Suara Muhammadiyah - Tampak kentara di permukaan, pergolakan zaman menuntut semua orang harus bisa mengikuti ritmenya. Pun demikianlah halnya dengan dunia bisnis, menjadi sesuatu hal yang niscaya.

Dikemukakan oleh Deni Asy'ari, bahwa saat ini semua orang dibuat terbelalak dengan perkembangan dunia bisnis yang tidak dapat diterka secara pasti. "Banyak yang bertumbangan," tegasnya, singkat. Hal ini kemudian menuntut dekonstruksi terhadap peta jalan perjalanan bisnis ke depan akan seperti apa.

"Yang dulunya (bisnis) berkembang pesat, tapi sekarang kita melihat mulai menurun (gulung tikar)," kata Deni. Maka, esensi Rapat Kerja (Raker) PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah 2026 di Kiyana Resort Dieng, Sirangan, Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (10/1) terletak di sini.

"Kita harus adaptif terhadap zaman," sebutnya, disertai dengan tantangan yang tidak ringan. Juga, selain daripada itu, perlu melakukan penguatan sistem dan management.

"Dan penguatan sumber daya manusia (SDM)," tambah Deni. Yang dari titik inilah sebagai upaya melakukan adaptasi dalam dunia bisnis.

Harus diakui, dunia bisnis tidak selalu berjalan mulus. Bak jalan tol tanpa kungkungan hambatan dan kesendatan dalam berjalan. Namun, Deni mencitrakan dunia bisnis itu laksana sebuah rollercoaster, "Kadang dia naik, kadang dia turun," sebut Deni. Pun demikian, "Kadang dia ke kanan, kadang dia ke kiri. Kadang dia membalik badan," lanjutnya lagi.

Di situlah relevansi beradaptasi dalam implementasi bisnis di lapangan. Kondisi sekarang memang menuntut dunia bisnis seperti itu. "Semua harus disesuaikan," serunya.

Dan, yang tidak kalah pentingnya, memberikan formulasi-formulasi dalam menghadirkan konsep produk ataupun jasa yang berbeda pada umumnya.

"Produk dan jasa yang kita jual, kita betul-betul mampu untuk menyesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan dan tantangan-tantangan yang terbaru," urainya.

Jelaslah mengenai soal itu, tanpa keberanian membaca perubahan dan meresponsnya dengan langkah konkret, sebuah entitas usaha hanya akan berjalan di tempat, bahkan tertinggal. 

"Oleh karena itu, sekali lagi, kita sesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan yang baru," pungkas Wakil Sekretaris Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Setelah sukses melatih dokter gigi kecil dan pembina Usaha Kesehatan Gigi....

Suara Muhammadiyah

20 October 2023

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Berdasar data dari Kementerian Kesehatan RI 2023, gangguan kesehatan me....

Suara Muhammadiyah

20 February 2024

Berita

PULANG PISAU, Suara Muhammadiyah – Lazismu Pulang Pisau melaksanakan aksi berbagi di Sekolah K....

Suara Muhammadiyah

13 September 2025

Berita

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka penjaringan mahasiswa baru program studi magister hukum UAD....

Suara Muhammadiyah

27 February 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muham....

Suara Muhammadiyah

22 July 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah