Deni Asy’ari Bongkar Realitas Bisnis Hari Ini; Adaptif atau Gulung Tikar

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
356
Deni Asy'ari, MA., Dt Marajo saat memberikan amanat dalam Rapat Kerja PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah 2026 di  Kiyana Resort Dieng, Sirangan, Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. Foto: Cris

Deni Asy'ari, MA., Dt Marajo saat memberikan amanat dalam Rapat Kerja PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah 2026 di Kiyana Resort Dieng, Sirangan, Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. Foto: Cris

BANJARNEGARA, Suara Muhammadiyah - Tampak kentara di permukaan, pergolakan zaman menuntut semua orang harus bisa mengikuti ritmenya. Pun demikianlah halnya dengan dunia bisnis, menjadi sesuatu hal yang niscaya.

Dikemukakan oleh Deni Asy'ari, bahwa saat ini semua orang dibuat terbelalak dengan perkembangan dunia bisnis yang tidak dapat diterka secara pasti. "Banyak yang bertumbangan," tegasnya, singkat. Hal ini kemudian menuntut dekonstruksi terhadap peta jalan perjalanan bisnis ke depan akan seperti apa.

"Yang dulunya (bisnis) berkembang pesat, tapi sekarang kita melihat mulai menurun (gulung tikar)," kata Deni. Maka, esensi Rapat Kerja (Raker) PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah 2026 di Kiyana Resort Dieng, Sirangan, Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (10/1) terletak di sini.

"Kita harus adaptif terhadap zaman," sebutnya, disertai dengan tantangan yang tidak ringan. Juga, selain daripada itu, perlu melakukan penguatan sistem dan management.

"Dan penguatan sumber daya manusia (SDM)," tambah Deni. Yang dari titik inilah sebagai upaya melakukan adaptasi dalam dunia bisnis.

Harus diakui, dunia bisnis tidak selalu berjalan mulus. Bak jalan tol tanpa kungkungan hambatan dan kesendatan dalam berjalan. Namun, Deni mencitrakan dunia bisnis itu laksana sebuah rollercoaster, "Kadang dia naik, kadang dia turun," sebut Deni. Pun demikian, "Kadang dia ke kanan, kadang dia ke kiri. Kadang dia membalik badan," lanjutnya lagi.

Di situlah relevansi beradaptasi dalam implementasi bisnis di lapangan. Kondisi sekarang memang menuntut dunia bisnis seperti itu. "Semua harus disesuaikan," serunya.

Dan, yang tidak kalah pentingnya, memberikan formulasi-formulasi dalam menghadirkan konsep produk ataupun jasa yang berbeda pada umumnya.

"Produk dan jasa yang kita jual, kita betul-betul mampu untuk menyesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan dan tantangan-tantangan yang terbaru," urainya.

Jelaslah mengenai soal itu, tanpa keberanian membaca perubahan dan meresponsnya dengan langkah konkret, sebuah entitas usaha hanya akan berjalan di tempat, bahkan tertinggal. 

"Oleh karena itu, sekali lagi, kita sesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan yang baru," pungkas Wakil Sekretaris Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Gen Z dan Alpha memiliki karakter yang berbeda dengan generasi diatas.....

Suara Muhammadiyah

29 July 2024

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Pos Binaan Terpadu Asy Syifa Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pe....

Suara Muhammadiyah

20 December 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Prof.DR.HAMKA (Uhamka) me....

Suara Muhammadiyah

23 April 2025

Berita

PACITAN, Suara Muhammadiyah - Suasana religius dan penuh semangat menyelimuti SMP Muhammadiyah Board....

Suara Muhammadiyah

23 January 2026

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Pada Senin pagi, 17 Juni 2024, umat Islam di Maguwoharjo, Sleman berbon....

Suara Muhammadiyah

20 June 2024