SLEMAN, Suara Muhamamdiyah - Pemuka dan wakil pemuka merupakan simbol kepemimpinan yang diwajibkan memiliki kecakapan kepemimpinan. Salah satu cara untuk mendapatkan kecakapan kepemimpinan adalah pelatihan dan pendidikan.
Oleh sebab itu beberapa sekolah Muhammadiyah yang tergabung dalam (PANGAPRASAN) “Pakem, Prambanan, Ngaglik dan Kalasan” yaitu antara lain pangkalan SD Muhammadiyah Pakem 1 & 2, 1 Ngaglik, Prambanan, Kadisoka, Bayen, dan Dhuri mengadakan kegiatan bersama yaitu “Gladian Pimpinan Kuntum” (DIANPIMKU) Kepemimpinan merupakan bagian penting dalam kehidupan. Ketrampilan kepemimpinan merupakan sesuatu yang dilatihkan secara terus- menerus bagi setiap orang terutama anggota pandu Hizbul Wathan.
Salah satu cara memberikan ketrampilan kepemimpinan adalah dengan dibentuknya sistem kuntum, regu dan kawan. Kelompok tersebut memiliki beberapa bagian yaitu pemuka, wakil pemuka, sekretaris, dan bendahara.
Gladian Pimpinan Kuntum (DIANPIMKU) dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, bertempat di Bumi Perkemahan Dewa Bromo, Bromonilan, Kalasan, Sleman. Kegiatan tersebut diikuti 182 murid-murid pilihan dari 7 sekolah yang menduduki kelas 3 dan 4. Ketujuh sekolah yang mengikuti acara tersebut diantaranya SD Muhammadiyah Kadisoka 50 murid, SD Muhammadiyah Pakem 1 38 murid, SD Muhammadiyah Prambanan 36 murid, SD Muhammadiyah Bayen 16 murid, SD Muhammadiyah 2 Pakem 10 murid, SD Muhammadiyah Dhuri 10 murid dan SD Muhammadiyah 1 Ngaglik 22 murid.
Kegiatan DIANPIMKU dibuka secara resmi oleh pembina qobilah SD Muhammadiyah Kadisoka yaitu Ramanda Suharyanto, S.Pd. dalam Upacara pembukaan kegiatan beliau menyampaikan apresiasi dan pesan kepada semua kader terpilih dalam kegiatan DIANPIMKU ini.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada Ananda semua yang terpilih menjadi ketua dan wakil ketua. Harapanya setelah mengikuti Gladian Pimpinan Kuntum dan Regu ini adalah untuk memperkuat dan menambah wawasan ketua-ketua kuntum, perwakilan dari sekolah masing-masing agar nantinya dapat membantu dan mengimbaskan pengetahuan materi dan pengalamannya kepada anggota regu Hizbul Wathan di qobilah masing-masing,” ujarnya.
Dalam pembukaan kegiatan DIANPIMKU ini hadir pula masing-masing pembina Qabilah antara lain Ayunda Tri Dessy Damayanti, M.Pd dari SD Muh. Pakem, Ramanda Sutarlan, S. Ag., M.S.I dari SD Muh. Bayen, Ramanda Ari Wibowo, M.Pd dari SD Muh. 1 Ngaglik, Ramanda Suharyanto, S.Pd dari SD Muh. Kadisoka dan Ibunda Dwi Kari Istiani, S.Pd dari SD Muhammadiyah Dhuri.
Kegiatan DIANPIMKU tersebut bertema “Pandu Yang Mempunyai Jiwa Tangguh, Disiplin, Patriot Kedepan Melalui Pendidikan dan Latihan”. Adapun kegiatan DIANPIMKU tersebut anatara lain: upacara pembukaan, upacara penutupan, menyanyi bersama dengan pelatih, PPB, kepemimpinan dan pengelolaan kuntum, tali temali, sandi-sandi, pengetahuan atribut Hizbul Wathan.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas karakter kader yang unggul, mandiri dan islami. Acara penutupan ditutup oleh ketua kwarda Sleman yaitu Ramanda Sutarlan, S. Ag., M.S.I, dalam pidatonya beliau menyampaikan kembali pesan bahwa tujuan dari Gladian Pimpinan Kuntum ini adalah untuk memperkuat dan menambah wawasan ketua-ketua kuntum, perwakilan dari qobilah masing-masing agar nantinya dapat membantu dan mengimbaskan pengetahuan materi dan pengalamannya kepada anggota regu Hizbul Wathan di sekolahnya. Dalam upacara penutupan sekaligus dilaksanakan penyematan tanda pimpinan kuntum.

