Didik Siswa Hebat Tanpa Kekerasan, MAMDA Paciran Selenggarakan Seminar Anti Bullying

Suara Muhammadiyah

24 August 2026

71
Anti Bullying

Anti Bullying

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - MA Muhammadiyah 02 (MAMDA) Pondok Pesantren Modern Paciran bekerja sama dengan PKM Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar Seminar Anti Bullying bertema “Menjadi Remaja Hebat Tanpa Pembullyan dan Kekerasan”, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula KH Ridlwan Syarqowi Pondok Modern Paciran tersebut diikuti seluruh siswa MAMDA. 

Seminar menghadirkan Putri Aisyiyah Rachma Dewi, S.Sos, M.Med.Kom, dosen Ilmu Komunikasi UNESA, sebagai pemateri. Sejak awal kegiatan, Putri mengajak peserta berdialog untuk melihat kondisi lingkungan pertemanan mereka sehari-hari.
“Apakah di MAMDA ada pembullyan?” tanya Putri kepada para siswa. Dengan kompak, peserta menjawab, “Tidak.” 

Putri kemudian melanjutkan pertanyaan, “Kalau begitu, apakah masih ada yang memanggil temannya dengan sebutan yang bukan namanya? Atau bahkan memanggil menggunakan nama orangtuanya?” 

Pertanyaan tersebut mengajak siswa menyadari bahwa perilaku yang sering dianggap candaan dalam pertemanan belum tentu dapat diterima oleh orang lain. Panggilan yang merendahkan, mengejek fisik, keluarga, kemampuan, atau kondisi seseorang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan berpotensi berkembang menjadi perundungan. 

Putri menjelaskan, di banyak tempat, bullying masih menjadi persoalan yang kerap terjadi di lingkungan pertemanan, bahkan di sekolah. Perundungan tidak selalu hadir dalam bentuk kekerasan fisik, tetapi juga dapat berupa ejekan, pemberian julukan, pengucilan, ancaman, maupun tindakan yang dilakukan berulang dengan tujuan merendahkan atau menyakiti orang lain. Namun, suasana yang dibangun di MAMDA menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai. 

Dalam pemaparannya, Putri menjelaskan enam bentuk kekerasan, yaitu kekerasan fisik, kekerasan psikis, perundungan atau bullying, kekerasan seksual, diskriminasi dan intoleransi, serta kebijakan yang mengandung kekerasan. Ia menegaskan bahwa kekerasan tidak selalu berbentuk tindakan fisik, tetapi juga dapat hadir melalui perkataan, perlakuan, maupun kebijakan yang berdampak merugikan seseorang. 

Putri juga mengingatkan pentingnya membedakan antara bullying dengan kedisiplinan yang ditegakkan guru. Menurutnya, tidak semua teguran kepada siswa dapat disebut sebagai perundungan. Guru memiliki tanggung jawab untuk membimbing dan menegakkan tata tertib sekolah agar proses pendidikan berjalan dengan baik. Teguran kepada siswa yang terlambat, melanggar aturan, atau tidak menjalankan kewajibannya merupakan bagian dari pendidikan selama dilakukan secara proporsional dan bertujuan membina. Berbeda dengan bullying yang dilakukan untuk merendahkan, menyakiti, mengintimidasi, atau mengucilkan seseorang. 

Suasana seminar semakin menarik ketika Zidan Mumtaz, salah satu siswa MAMDA, mengajukan pertanyaan, “Bagaimana kalau ada siswa yang dibully, tetapi dia juga suka membully?”

Menanggapi pertanyaan tersebut, Putri menjelaskan bahwa menjadi korban bullying tidak membenarkan seseorang melakukan bullying kepada orang lain. Menurutnya, hal tersebut justru dapat menciptakan siklus perundungan yang terus berulang. Sikap yang tepat adalah menghentikan perilaku tersebut, mengakui kesalahan, meminta maaf, serta mencari bantuan kepada guru atau pihak yang dapat dipercaya apabila membutuhkan pendampingan.

Melalui seminar ini, para siswa diharapkan semakin memahami dampak bullying dan berani mencegah segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah. Menjadi remaja hebat bukan hanya tentang memiliki prestasi, tetapi juga tentang mampu menghargai, menjaga, dan memperlakukan orang lain dengan baik. Lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan akan tumbuh ketika seluruh warga sekolah memiliki kesadaran untuk saling menghormati, menjaga perasaan sesama, serta membangun budaya pertemanan yang positif. (Hafizzaki)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Ketua PP Muhammadiyah Tutup Rangkaian Pengkajian Ramadan 1446 H di UMJ JAKARTA, Suara Muhammadiyah ....

Suara Muhammadiyah

10 March 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid secar....

Suara Muhammadiyah

25 June 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah — Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (....

Suara Muhammadiyah

16 October 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-2 Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW)....

Suara Muhammadiyah

7 November 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mengusung tema "Memperkokoh dan Memperluas Dakwah Kemanusiaan Semes....

Suara Muhammadiyah

18 May 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah