Difabel Buka Puasa Bersama, Kemendikdasmen dan Muhammadiyah Dorong Pendidikan Inklusif

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
96
Buka Puasa Bersama

Buka Puasa Bersama

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Suasana hangat Ramadan terasa berbeda di Masjid Baitut Tholibin, kawasan Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Senayan, Jakarta, Sabtu (14/3/2026). Sekitar seribu penyandang disabilitas dari berbagai komunitas berkumpul untuk mengikuti kegiatan “Ramadan Ceria: Berbuka Bersama 1.000 Difabel.”

Acara ini merupakan kolaborasi antara Kemendikdasmen dan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter, kepedulian sosial, serta membangun budaya masyarakat yang inklusif.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa seluruh anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan bermutu, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.

“Semua anak Indonesia, apa pun keadaan fisik, ekonomi, maupun latar belakangnya, berhak mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas,” ujarnya sebelum berbuka puasa bersama para peserta.

Komitmen Pemerintah

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat kebijakan pendidikan inklusif agar anak-anak berkebutuhan khusus dapat memperoleh layanan pendidikan yang setara.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperluas pendidikan inklusi di sekolah umum serta menambah jumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) bagi anak-anak yang membutuhkan layanan pendidikan khusus.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat pendidikan nonformal melalui berbagai pelatihan keterampilan bagi anak-anak Indonesia, termasuk penyandang disabilitas.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang. Kami meyakini semua anak Indonesia memiliki potensi untuk menjadi generasi hebat apabila diberikan kesempatan pendidikan yang baik,” kata Abdul Mu’ti.

Kreativitas Difabel

Ramadan Ceria tidak hanya diisi dengan kegiatan berbuka puasa bersama. Acara ini juga menghadirkan berbagai penampilan kreativitas dari para penyandang disabilitas.

Para peserta menampilkan hadroh, membaca surat-surat pendek Al-Qur’an, mengaji dengan bahasa isyarat, dongeng, hingga pembacaan puisi. Seluruh penampilan tersebut dibawakan oleh teman-teman difabel.

Penampilan ini menjadi ruang ekspresi yang menunjukkan bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi besar untuk berkarya serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat ketika para peserta tampil di depan ratusan undangan yang hadir.

Peran Sosial Muhammadiyah 

Pimpinan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan bahwa kegiatan Ramadan Ceria menjadi bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam memperluas kepedulian sosial terhadap penyandang disabilitas.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar berbagi makanan saat berbuka puasa, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan yang memperkuat rasa percaya diri para difabel.

“Kegiatan ini ingin menghadirkan kebahagiaan sekaligus pengakuan bahwa saudara-saudara kita para difabel adalah bagian penting dari masyarakat,” ujarnya.

Melalui MPKS, Muhammadiyah selama ini aktif mengembangkan berbagai program pelayanan sosial, seperti penguatan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), pendampingan anak yatim, pemberdayaan ekonomi difabel, hingga pengembangan program Ramadan inklusif.

Program Berdampak

Dalam kegiatan tersebut juga diluncurkan komunitas PijatMu, program pemberdayaan keterampilan bagi penyandang disabilitas, serta program mudik gratis bagi difabel.

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Kemendikdasmen, Muhammadiyah, serta sejumlah mitra, termasuk Badan Pengelola Keuangan Haji dan Bank Syariah Indonesia.

Selain itu, para peserta juga menerima bantuan berupa paket sembako, alat ibadah, baju koko untuk anak-anak, serta Al-Qur’an Braille untuk mendukung aktivitas ibadah selama bulan Ramadan.

Momentum Inklusif

Kemendikdasmen berharap kegiatan Ramadan Ceria dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan program sosial yang berdampak bagi masyarakat.

Melalui sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan berbagai komunitas, nilai empati, solidaritas, serta kepedulian sosial diharapkan semakin tumbuh dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Momentum Ramadan ini diharapkan tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi para peserta difabel, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif dan saling mendukung.

 


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Dalam keheningan malam di Tanrutedong, pada 22 Oktober 1958, lahirlah....

Suara Muhammadiyah

14 August 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA bersama P....

Suara Muhammadiyah

5 October 2023

Berita

Roadshow Kota Kedua Pelatihan Nasional untuk Membangun Harmoni SAMARINDA, Suara Muhammadiyah - Pusa....

Suara Muhammadiyah

15 May 2024

Berita

PEMALANG, Suara Muhammadiyah - Tari Kecak biasanya kita jumpai saat berwisata ke Pulau Dewata di Bal....

Suara Muhammadiyah

13 June 2024

Berita

TUBAN, Suara Muhammadiyah - Suasana gembira menyelimuti Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, K....

Suara Muhammadiyah

29 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah