Direktorat Jenderal Imigrasi, Pemasyarakatan, serta UNIMUS Sapa Masyarakat dan Tebar Kebaikan Lewat Mentari Pagi Indonesia di Simpang Lima

Suara Muhammadiyah

14 June 2026

196
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan melalui kolaborasi antara Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, dan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) melalui program Mentari Pagi Indonesia (MPI). Kegiatan yang berlangsung di kawasan Simpang Lima Semarang pada Ahad (14/6/2026) ini menghadirkan layanan cek kesehatan gratis serta pembagian sarapan bagi masyarakat.

Ratusan warga yang beraktivitas di kawasan Simpang Lima tampak antusias memanfaatkan layanan kesehatan yang disediakan sekaligus menikmati sarapan gratis. Mulai dari pejalan kaki, pesepeda, hingga keluarga yang berolahraga di kawasan tersebut turut merasakan manfaat dari kegiatan yang digelar sejak pagi hari itu.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan, bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, turut hadir dan mendukung penuh kegiatan tersebut. Kehadiran kedua pimpinan instansi vertikal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan itu memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan komunitas sosial dalam membangun budaya gotong royong serta pelayanan kepada masyarakat. 

Dari unsur perguruan tinggi, Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Muhammad Yusuf, juga hadir memberikan dukungan terhadap kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, keterlibatan UNIMUS dalam program Mentari Pagi Indonesia merupakan bagian dari komitmen kampus untuk menjalankan nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat serta menghadirkan kebermanfaatan yang nyata bagi lingkungan sekitar.

“Perguruan tinggi tidak hanya bertugas menyelenggarakan pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menumbuhkan semangat berbagi, kepedulian, dan pelayanan yang menjadi bagian dari nilai-nilai Muhammadiyah,” ujarnya.

Melalui Mentari Pagi Indonesia (MPI), kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan bantuan berupa sarapan dan layanan kesehatan, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan yang mempererat hubungan antara institusi publik, dunia pendidikan, dan warga secara lebih humanis dan inklusif.

Penyelenggara berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari gerakan sosial yang memberi manfaat luas. Di tengah berbagai tantangan kehidupan masyarakat perkotaan, aksi sederhana seperti berbagi sarapan dan layanan kesehatan menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tetap menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

“Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kebaikan harus terus disebarluaskan kepada siapa pun yang membutuhkan,” ujar panitia.

Semangat berbagi yang hadir di Simpang Lima pagi itu menunjukkan bahwa ketika berbagai elemen masyarakat bersatu, kebaikan dapat menjangkau lebih banyak orang, memperkuat solidaritas sosial, dan menghadirkan harapan bagi sesama.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CIREBON, Suara Muhammadiyah - Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (....

Suara Muhammadiyah

30 November 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Anggota DPD RI DIY Drs H Muhammad Afnan Hadikusumo mengapresiasi se....

Suara Muhammadiyah

27 July 2024

Berita

MAROS, Suara Muhammadiyah - Kegiatan Aksi Bergizi Sehat Berkemajuan merupakan kegiatan yang dilakuka....

Suara Muhammadiyah

17 November 2023

Berita

BANJARBARU, Suara Muhammadiyah – Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) resmi....

Suara Muhammadiyah

19 July 2025

Berita

GORONTALO, Suara Muhammadiyah - Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Provinsi Gorontalo membagikan 50 vo....

Suara Muhammadiyah

12 March 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah