KULONPROGO, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Tahun 2026 menyelenggarakan program kerja berupa Sosialisasi Legalitas dan Pemasaran Produk UMKM di Pedukuhan Gelaran Kulon, Kalurahan Bugel, pada Kamis (19/02/2026).
Program ini diinisiasi sebagai respon terhadap rendahnya minat masyarakat setempat dalam mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), meski wilayah tersebut memiliki potensi alam yang melimpah. Kepala Dukuh di kelurahan Bugel dalam diskusi ringan Bersama Mahasiswa KKN UMY menyampaikan, bahwa melimpahnya komoditas pisang yang selama ini belum tergarap maksimal, lebih jauh potensi pisang di sini sangat besar.
Warga sebenarnya bisa memproduksi, tetapi masih bingung mengenai saluran pemasarannya. Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat memberikan peluang baru dan motivasi bagi warga untuk memanfaatkan potensi yang ada," ungkapnya. Disisi lain sebagian masyarakat masih berfokus pada sektor pertanian, sehingga peluang pengembangan usaha berbasis olahan hasil pertanian belum dimanfaatkan secara optimal.
Berbeda dari sosialisasi pada umumnya, kegiatan ini tidak disampaikan langsung oleh mahasiswa KKN UMY. Untuk memastikan materi yang diberikan lebih komprehensif dan akurat, tim KKN Reg 064 UMY bekerja sama dengan Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Kulon Progo sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut.
Melalui sosialisasi ini, narasumber dari dinas memberikan penjelasan mengenai pentingnya legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, serta strategi pemasaran yang dapat diterapkan, termasuk pemanfaatan media sosial dan sistem penjualan open pre-order.
Mahasiswa KKN Reg 064 UMY menghadirkan produk keripik pisang lumer yang mana bahan baku lokal dapat diolah menjadi produk bernilai dan berpeluang dipasarkan secara lebih luas.
Ketua Kelompok KKN Reg 064 UMY menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu membangkitkan kembali semangat kewirausahaan masyarakat.
“Kami berharap melalui sosialisasi ini, warga dapat lebih antusias untuk membuka usaha. Potensi yang ada di lingkungan sekitar sebenarnya sangat besar, tinggal bagaimana kita mengelolanya dan memasarkannya dengan tepat,” ujarnya.
