Dosen UAD Perkuat Karakter di SDN Jangkaran Lewat 7 Kebiasaan Anak Hebat

Suara Muhammadiyah

4 March 2026

623
Foto Istimewa

Foto Istimewa

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah – Untuk mencetak generasi cerdas holistik, Sutarman, Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD), melaksanakan pengabdian masyarakat bertajuk "Pelatihan Penguatan Nilai Karakter melalui 7 Kebiasaan Anak Hebat (7 KAIH) Berbasis Nilai Religius" di SDN Jangkaran, Temon, Kulon Progo, Jumat-Ahad, 13 Februari-1 Maret 2026.

Sutarman menekankan, pendidikan karakter bukan sekadar soal sopan santun, melainkan upaya menyeimbangkan empat dimensi kecerdasan utama pada anak, yaitu Cerdas Spiritual (SQ) atau kesadaran beribadah kepada Allah SWT, Cerdas Emosional (EQ) atau empati dan pengendalian diri dalam bermasyarakat, Cerdas Intelektual (IQ) atau kreativitas dan kegemaran dalam mencari ilmu, serta Daya Juang (AQ) atau kedisiplinan dan kemandirian dalam menghadapi tantangan.

"Program ini mengintegrasikan tujuh (7) pilar utama ke dalam budaya sekolah dan aktivitas harian siswa," ujarnya.

Ketujuh pilar itu meliputi bangun pagi untuk melatih manajemen waktu dan daya juang sesuai amanah dalam Surah Al-’Asr. Kemudian, beribadah, dengan fokus pada shalat wajib 5 waktu berjamaah dan shalat dhuha sebagai fondasi spiritual. Lalu berolahraga untuk menjaga kesehatan fisik sebagai amanah karena mukmin yang kuat lebih dicintai Allah. 

Selain itu sarapan pagi dengan memilih menu makan sehat dan bergizi. Kebiasaan ini menekankan pentingnya asupan nutrisi untuk menjaga kesehatan fisik dan kesiapan untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Selanjutnya gemar belajar sebagai bagian dari mengamalkan perintah "Iqra" melalui literasi pagi di pojok baca.

Kemudian bermasyarakat dengan menjalin ukhuwah islamiyah dan saling menasihati dalam kebenaran. Terakhir yakni tidur cepat atau tidur lebih awal, hal ini bermanfaat untuk siswa memiliki daya juang untuk bangun lebih pagi, dan bisa memulai aktivitas tepat waktu.

"Keberhasilan program tersebut bersandar pada strategi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) di Sekolah. Guru di SDN Jangkaran diharapkan menjadi Uswatun Hasanah (teladan) bagi siswa," terangnya.

Sutarman menggarisbawahi pentingnya keterlibatan orang tua (Sinergi Sekolah dan Orang Tua) melalui buku kendali untuk memastikan kebiasaan baik di sekolah tetap berlanjut di rumah. 

"Karakter mandiri tidak akan terbentuk jika pembiasaan di sekolah terputus di rumah," tegas Sutarman. 

Bagi SDN Jangkaran Temon Kulon Progo, program tersebut dinilai mampu memperkuat tata kelola sekolah dalam penguatan pendidikan karakter melalui budaya sekolah yang sinergis dengan peran guru dan stakesholder lainnya sebagai teladan. Selain itu, perlunya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam memastikan keberlanjutan karakter hebat siswa baik di sekolah maupun di rumah.

"Melalui integrasi sinergis ini, diharapkan SDN Jangkaran Temon Kulon Progo dapat melahirkan generasi yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga hebat secara karakter dan kokoh secara spiritual," harap Sugiarto, Kepala SDN Jangkaran. (S/DF)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Momentum peringatan Nuzulul Quran, 122 siswa kelas 8 SMP Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

28 March 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menyambut hangat ked....

Suara Muhammadiyah

15 August 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pondok Pesantren Modern (PPM) MBS Yogyakarta menggelar acara ....

Suara Muhammadiyah

14 July 2025

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah - Dua hafidzhoh 30 juz kembali lahir dari Program Daurah Tahfidz Qur&rsqu....

Suara Muhammadiyah

7 September 2025

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Muntilan mengadakan pengajian peng....

Suara Muhammadiyah

1 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah