Dosen UM Bandung Ungkap Peran Penting Islamic Entrepreneur

Publish

6 January 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1011
Istimewa

Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dosen prodi Manajemen UM Bandung Helin Garlinia Yudawisastra mengatakan bahwa Islamic Entrepreneur merupakan konsep yang mengintegrasikan prinsip-prinsip Islam dalam pengelolaan bisnis untuk mencapai keberkahan dunia dan akhirat. Menurutnya, seorang Islamic Entrepreneur menjalankan usaha dengan berlandaskan nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab kepada Allah SWT.

”Keberlanjutan bisnis menjadi salah satu fokus utama dalam konsep ini yang bertujuan menciptakan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Keberlanjutan bisnis tidak hanya berbicara tentang profit, tetapi bagaimana menjaga ketersediaan sumber daya alam dan memastikan kesejahteraan generasi mendatang,” ujar Helin dalam program Gerakan Subuh Mengaji Aisyiyah Jabar pada akhir Desember 2024 lalu.

Dalam pendekatan ini, seorang pengusaha harus menghindari praktik yang dilarang, seperti riba dan gharar, sekaligus memanfaatkan inovasi dan efisiensi untuk mencapai keberlanjutan ekonomi jangka panjang. Keberlanjutan ini juga melibatkan tanggung jawab moral, yakni bisnis dijalankan sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT.

Helin menekankan pentingnya kontribusi sosial dalam bisnis. Memberikan manfaat kepada masyarakat, seperti melalui zakat, sedekah, atau program tanggung jawab sosial lainnya, merupakan langkah konkret dalam menciptakan keseimbangan sosial. Selain itu, penciptaan lapangan kerja juga menjadi bagian dari tanggung jawab seorang Islamic Entrepreneur.

”Aspek lingkungan juga menjadi perhatian utama. Aktivitas bisnis harus dilakukan dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungan, seperti mengurangi dampak negatif melalui praktik yang ramah lingkungan dan mendorong inovasi berkelanjutan. Dengan demikian, bisnis tidak hanya menguntungkan, tetapi bermanfaat bagi bumi sebagai amanah dari Allah SWT,” ungkap Helin.

Konsep keberlanjutan bisnis yang berakar pada nilai-nilai spiritual Islam sejatinya bisa menuntun pengusaha untuk memiliki visi dan misi yang holistik. Hal ini mencakup tanggung jawab terhadap keseimbangan ekologis, menjaga siklus air, mencegah degradasi tanah, serta mendukung keadilan sosial dan hak asasi manusia.

Menurut Helin, keberlanjutan bisnis menjadi kunci untuk menghadapi tantangan global, seperti perubahan iklim, pengelolaan limbah, dan sumber daya alam yang terbatas. Pendekatan ini memastikan bahwa kegiatan bisnis tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Dengan mengadopsi prinsip Islamic Entrepreneur dan keberlanjutan bisnis, Helin percaya bahwa pengusaha dapat menciptakan solusi jangka panjang yang tidak hanya relevan secara lokal. Namun, berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).***


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Sukoharjo m....

Suara Muhammadiyah

25 February 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Tahun 2024 bangsa Indonesia menghelat Pemilihan Umum (Pemilu)....

Suara Muhammadiyah

23 February 2024

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah - Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Su....

Suara Muhammadiyah

22 October 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Nama Muhadjir Effendy dikenal luas sebagai menteri pendidikan dan kebu....

Suara Muhammadiyah

7 March 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pada Jumat, 19 Januari 2024, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

25 January 2024