Fiqih Lingkungan Muhammadiyah Ditanamkan di PP Taruna Al-Qur’an

Suara Muhammadiyah

6 January 2026

694
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Upaya merawat bumi tidak cukup berhenti pada slogan “cinta lingkungan”. Di Pondok Pesantren Taruna Al-Qur’an, gagasan itu dibawa lebih dekat: menjadi cara hidup yang berangkat dari iman. Melalui program PkM Reguler Non Penelitian yang didanai penuh oleh Universitas Ahmad Dahlan (UAD), tim pengabdian menggelar kegiatan bertajuk “Optimalisasi Praktek Pesantren Hijau pada Santri PP Taruna Al-Qur’an: Implementasi Fiqih Lingkungan Muhammadiyah” pada Jumat (2/1) di Sleman.

Kegiatan ini melibatkan 188 santri bersama ustazah dan unsur pengelola pondok. Fokusnya tegas: Fiqih Lingkungan Muhammadiyah tidak diposisikan sebagai kajian normatif semata, melainkan sebagai penggerak perubahan perilaku—mendorong santri memahami bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari amanah keagamaan.

Tiga narasumber mengisi rangkaian materi, yakni ’Aabidah Ummu ’Aziizah, Bekti Wulan Sari, dan Safika. Dua mahasiswa, Nada Syawalliyani dan Wulan Qayyum, turut mendampingi jalannya kegiatan—mulai dari pengorganisasian peserta hingga dokumentasi lapangan.

Ketua PkM, ’Aabidah Ummu ’Aziizah, menekankan bahwa pendidikan ekologis tidak bisa diperlakukan sebagai program sesaat. “Rangkaian kegiatan ini harus terus berlanjut sebab mendidik generasi muda sadar lingkungan bukanlah projek sehari dua hari melainkan seumur hidup,” ujarnya.

Kepala HRD PP Taruna Al-Qur’an, Ustazah Neli, menyampaikan bahwa pemaparan narasumber memberi pengalaman baru bagi santri yang sehari-hari hidup dengan keterbatasan akses informasi. “Pemaparan dari para narasumber sangat menggugah sebab membawa banyak data empirik menarik yang selama ini para santri berjarak dengan fenomena itu sebab berada di lingkungan pondok yang minim alat komunikasi. Kami berharap ini akan semakin mengakar sebagai jati diri santri baik di pesantren ataupun di luar pesantren seperti di rumah,” tuturnya.

Salah satu hasil yang disiapkan dari kegiatan ini adalah buku puisi lingkungan karya santri. Bukan sekadar dokumentasi, melainkan medium pendidikan: mengikat kesadaran ekologis. Kegiatan ini juga menunjukkan bagaimana Muhammadiyah dapat menghadirkan pengaruh melampaui ekosistem Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). PP Taruna Al-Qur’an bukan AUM, namun terbuka terhadap pengembangan pemikiran dan praktik yang digagas Muhammadiyah.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

LANGKAT, Suara Muhammadiyah – Majelis Pembinaan Kesehatan Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tel....

Suara Muhammadiyah

3 November 2023

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) melaunching Pusat Layanan Terpadu Per....

Suara Muhammadiyah

14 September 2024

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Dr H Tafsir, MAg Jawa Tengah mel....

Suara Muhammadiyah

8 August 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tapak Suci Putera Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi ....

Suara Muhammadiyah

2 January 2024

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhamamdiyah - Dalam rangka mendorong kreativitas dan inovasi calon mahasiswa....

Suara Muhammadiyah

5 February 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah