Kedokteran UMY Menggelar Penyuluhan Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Infeksi pada Remaja di SMA Muhammadiyah Muntilan
MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program bertajuk “Penyuluhan Kesehatan Reproduksi dan Infeksi yang Mengancam pada Remaja” di SMA Muhammadiyah Muntilan. Kegiatan ini diikuti oleh 270 siswa yang tampak antusias mengikuti rangkaian penyuluhan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kedokteran UMY, yaitu dr. Farindira Vesti Rahmasari, M.Sc., Ph.D. Dalam penyuluhan tersebut, para peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi secara menyeluruh serta mengenali berbagai jenis infeksi yang dapat mengancam kesehatan remaja. Acara ini turut dipandu dosen dari Keperawatan UMY Dr. Falasifah Ani Yuniarti, S.Kep., Ns., MAN.
Materi yang disampaikan menekankan bahwa kesehatan reproduksi perlu dipahami sejak dini karena remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai risiko kesehatan, termasuk infeksi menular. Kurangnya pengetahuan mengenai kebersihan diri, perilaku hidup sehat, serta cara pencegahan infeksi dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai pola hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan diri, serta mengenali tanda-tanda infeksi menjadi sangat penting bagi para siswa.
Kepala SMA Muhammadiyah Muntilan, Bapak Eddy Yusuf, S.Pd., menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia menuturkan bahwa kerja sama dengan UMY melalui kegiatan edukatif semacam ini sangat bermanfaat bagi siswa dan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, penyuluhan kesehatan reproduksi dan pencegahan infeksi penting dilaksanakan secara rutin agar siswa memiliki bekal pengetahuan yang cukup dalam menjaga kesehatan diri sejak dini.
Melalui kegiatan pengabdian ini, diharapkan para siswa SMA Muhammadiyah Muntilan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, upaya pencegahan berbagai infeksi yang mengancam kesehatan remaja dapat dilakukan lebih dini dan lebih efektif. (Indira/Naf)
