FSBK UAD Gelar Seminar Harmonisasi Sastra, Budaya, dan Komunikasi, Tingkatkan Sinergi Kesusastraan

Suara Muhammadiyah

5 June 2024

1361
FSBK UAD selenggarakan seminar nasional bertemakan “Harmonisasi Sastra, Budaya, dan Komunikasi (5/6).

FSBK UAD selenggarakan seminar nasional bertemakan “Harmonisasi Sastra, Budaya, dan Komunikasi (5/6).

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Berlokasi di Amphitarium kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi menggelar Cultural Days yang akan berlangsung selama dua hari mulai tanggal 5 hingga 6 Juni 2024. Cultural Days sendiri merupakan rangkaian agenda yang berupaya meningkatkan citra dan minat para calon mahasiswa baru pada Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi mulai dari seminar nasional tentang kebudayaan, pameran hingga talk show. 

Pada hari pertama, Cultural Days dimulai dengan seminar nasional bertemakan “Harmonisasi Sastra, Budaya, dan Komunikasi” (5/6). Acara ini mencoba mengintegrasikan antara sastra, budaya, dan komunikasi dalam lanskap kehidupan manusia. 

Dibuka oleh Wajiran, S.S, M.A., Ph.D, Dekan FSBK, ia menyatakan bahwa acara    ini menjadi narasi untuk mengintegrasi antara Sastra, Budaya, dan Komunikasi untuk menciptakan suatu keharmonisan. Dalam mengaitkan ketiga elemen tersebut, sastra dapat menjadi jembatan budaya yang kemudian diperkuat oleh komunikasi.

Acara dilanjutkan dengan penampilan tarian indah bertemakan Wonderland Indonesia. Penampilan yang dibawakan oleh BSA Atmasvara ini tentu mengundang antusias dan apresiasi dari para peserta. Selepas itu, terdapat penandatanganan bukti keikutsertaan yang menjadi tanda momentum hangat atas terjalinnya silaturahmi antara FSBK dengan para mitra terkait.

Seminar kali ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Prof. Dr. Suminto A. Sayuti, Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta sekaligus penyair, dan Abidah El Khalieqy yang merupakan seorang penulis dengan karya terkenalnya yang berjudul “Perempuan Berkalung Sorban”. 

Abidah membuka sesi pertama dengan presentasi bertajuk “Harmonisasi Budaya dan Komunikasi dalam Proses Penulisan Karya Sastra”. Dalam refleksinya, ia menyinggung tentang efek yang ditimbulkan oleh sastra dalam melestarikan budaya, yang kemudian komunikasi menjadi media penting untuk menyalurkan keharmonisan antara dua unsur tersebut. 

“Pada umumnya, kita semua meyakini bahwa karya sastra mampu menunjukkan fungsi khasnya sebagai refleksi kehidupan sosial budaya, dan sekaligus mencerminkan hubungan timbal balik antara kehidupan kultural pengarang dan kenyataan sosial yang selalu ada proses komunikasi sehingga keberadaan karya sastra tidak mungkin dapat dipahami jika dipisahkan dengan lingkup kebudayaan dan komunikasi,” paparnya.

Sesi kedua dibawakan oleh Prof. Dr. Suminto dengan presentasi bertemakan “Puisi dan Kita”. Dalam pembukaannya, ia memaparkan bahwa inspirasi tidak bisa datang dengan sendirinya, maka harus ada usaha untuk menjemputnya agar tercipta sebuah karya sastra.

“Karya sastra dapat tercipta dari pengalaman seorang penulis, baik secara intelektual, emosional, dan imajinatif,” paparnya. 

Ia menekankan bahwa puisi, baik lisan maupun tertulis, akan menunjukkan dirinya sebagai penggerak dan penyangga budaya dan komunikasi. (diko)

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

TERNATE, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah meyakini Islam adalah agama yang mendorong umatnya untuk ....

Suara Muhammadiyah

3 April 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswi SD Muhammadiyah Sape....

Suara Muhammadiyah

2 February 2026

Berita

Memperkuat Tali Persaudaraan dalam Keluarga Besar Muhammadiyah  GARUT, Suara Muhammadiyah - Pi....

Suara Muhammadiyah

22 April 2024

Berita

JEPARA, Suara Muhammadiyah - Pengajian ahad pagi yang biasa dikenal oleh jamaahnya dengah istil....

Suara Muhammadiyah

14 January 2024

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Senyap tapi pasti, sudah lebih dari satu abad Muhammadiyah  me....

Suara Muhammadiyah

5 February 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah