Gali Potensi Lokal, Dosen UMJT Madiun Kembangkan Pemanfaatan Biomassa

Suara Muhammadiyah

4 August 2026

85
Istimewa

Istimewa

MADIUN, Suara Muhammadiyah – Dosen Prodi Biokewirausahaan Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) Madiun, Muhammad Hasan Al Banna, M.Sc., menjadi narasumber sosialisasi pengelolaan sampah yang diselenggarakan di Balai Desa Wates, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, pada Sabtu (1/8/2026).

Sosialisasi diikuti oleh perangkat desa, kelompok tani, pelaku UMKM, kader pemberdayaan masyarakat, karang taruna, serta berbagai elemen masyarakat Desa Wates yang memiliki perhatian terhadap pengelolaan lingkungan dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Hasan Al Banna, M.Sc. yang menyampaikan materi pembangunan ekosistem ekonomi sirkular berbasis biomassa sebagai solusi atas berbagai persoalan lingkungan sekaligus peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
 
Dalam pemaparannya, Muhammad Hasal Al Banna menjelaskan bahwa desa memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi sirkular karena didukung oleh ketersediaan sumber daya hayati, limbah organik, limbah pertanian, serta partisipasi masyarakat yang relatif kuat. 

Menurutnya, pendekatan ekonomi sirkular bisa mengubah paradigma lama yang memandang limbah sebagai sampah menjadi paradigma baru yang menempatkan limbah sebagai sumber daya yang dapat diolah kembali menjadi produk bernilai ekonomi.
 
"Ekonomi sirkular bukan sekadar mengurangi sampah, tetapi membangun sistem yang mampu mengembalikan nilai dari setiap sumber daya sehingga memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan," jelas Hasan.
Rocket stove

Menurut Hasan, salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk menjalankan ekonomi sirkular limbah adalah pemanfaatan rocket stove sebagai teknologi pembakaran biomassa yang sederhana, hemat energi, dan efisien. 
Rocket stove merupakan kompor dengan desain khusus yang mampu menghasilkan pembakaran lebih baik dibandingkan tungku konvensional sehingga mengurangi konsumsi bahan bakar sekaligus menekan emisi asap.
 
Rocket stove sangat relevan diterapkan di wilayah pedesaan karena dapat memanfaatkan biomassa lokal seperti ranting kayu, potongan bambu, tongkol jagung, sekam padi, pelepah tanaman, hingga limbah pertanian lainnya yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. 

Teknologi tersebut dinilai mampu menjadi alternatif penggunaan kayu bakar maupun bahan bakar fosil dengan biaya yang relatif murah dan mudah diaplikasikan oleh masyarakat.

Hasan Al Banna juga memperkenalkan penggunaan alat pengepres plastik sebagai salah satu solusi dalam pengelolaan sampah anorganik. Hasan menjelaskan bahwa proses pemilahan dan pengepresan plastik dapat meningkatkan efisiensi penyimpanan, mempermudah distribusi, serta meningkatkan nilai jual sampah plastik sebelum dipasarkan ke industri daur ulang.

Materi berikutnya membahas budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai salah satu teknologi biokonversi limbah organik yang saat ini berkembang pesat di berbagai daerah. 
Dalam paparannya, Hasan Al Banna menjelaskan bahwa larva lalat BSF memiliki kemampuan menguraikan berbagai jenis limbah organik dalam waktu relatif singkat sehingga mampu mengurangi volume sampah secara signifikan.
 
Selain berfungsi sebagai agen pengurai, maggot BSF juga memiliki nilai ekonomi tinggi karena dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk ikan, unggas, maupun ternak lainnya. 
Sementara itu, residu hasil budidaya maggot atau frass dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang mendukung pertanian berkelanjutan.
 
Menurut Hasan Al Banna, integrasi antara budidaya maggot, pengelolaan sampah organik, dan pemanfaatan biomassa merupakan contoh nyata penerapan ekonomi sirkular di tingkat desa. Limbah organik dari rumah tangga maupun sektor pertanian tidak lagi menjadi beban lingkungan, tetapi diolah menjadi sumber daya baru yang menghasilkan berbagai produk bernilai tambah.
 
Dalam sesi diskusi, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penerapan teknologi rocket stove, mekanisme budidaya maggot BSF, teknik pengelolaan sampah organik, hingga peluang pemasaran hasil budidaya maggot dan produk daur ulang plastik. Beberapa peserta juga menyampaikan pengalaman mengenai melimpahnya limbah pertanian dan limbah rumah tangga di Desa Wates yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. (PJ)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Tegaskan Pentingnya Bangun Gerakan Kolektif Menyelamatkan Hutan MALANG, Suara Muhammadiyah – ....

Suara Muhammadiyah

24 December 2025

Berita

Oleh: Nur Ngazizah. Dosen PGSD UM Purworejo Menjadi Guru yang dirindukan dapat menjadi salah satu t....

Suara Muhammadiyah

26 November 2024

Berita

CIAMIS, Suara Muhammadiyah – Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai keseh....

Suara Muhammadiyah

9 October 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Seiring dengan meningkatnya perhatian pemerintah dan korporasi t....

Suara Muhammadiyah

25 March 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (NA) menggelar puncak milad ke-96....

Suara Muhammadiyah

6 July 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah