GUANGZHOU, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) kembali memperluas jejaring internasional melalui penandatanganan kerja sama strategis antara Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Semarang (RS Unimus) dengan Royal Lee Cancer Hospital Guangzhou, China, Rabu (20/5). Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam penguatan layanan kesehatan, khususnya pengembangan layanan kanker bertaraf internasional di RS Unimus.
Kolaborasi tersebut dilaksanakan bertepatan dengan agenda internasional One World, One Care International Medical and Healthcare Industry Conference yang dihadiri berbagai institusi kesehatan, akademisi, dan praktisi medis dari berbagai negara. Forum internasional ini menjadi ruang kolaborasi global dalam pengembangan inovasi pelayanan kesehatan, teknologi medis, serta peningkatan kualitas layanan rumah sakit berbasis kemanusiaan dan kemajuan ilmu pengetahuan.
Dalam kerja sama tersebut, kedua institusi sepakat mengembangkan berbagai bidang strategis, di antaranya pengembangan layanan kanker di RS Unimus, pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga medis RS Unimus dalam tata laksana kanker, sistem rujukan pasien (patient referral) antara RS Unimus dan Royal Lee Cancer Hospital, serta penguatan co-branding layanan kanker RS Unimus di tingkat internasional.
Delegasi Universitas Muhammadiyah Semarang dipimpin oleh Wakil Rektor I UNIMUS, Budi Santosa bersama jajaran tim medis dan pengembangan rumah sakit, yakni M Riza Setiawan, Arif, serta Ahmad Zumaro. Kehadiran delegasi UNIMUS menjadi bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat internasionalisasi layanan kesehatan dan pendidikan kedokteran berbasis kolaborasi global.
Sementara itu, pihak Royal Lee Cancer Hospital Guangzhou dihadiri langsung oleh Wang Tong selaku Founder dan Owner Royal Lee Cancer Hospital, Liang Bing, serta Ma Lanying selaku Vice President Royal Lee Cancer Hospital bersama jajaran manajemen rumah sakit. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga melakukan diskusi terkait pengembangan teknologi penanganan kanker, peluang riset bersama, pertukaran keilmuan tenaga kesehatan, hingga pengembangan pusat layanan kanker modern yang dapat diakses masyarakat Indonesia.
Wakil Rektor I UNIMUS, Budi Santosa menyampaikan, kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan di RS Unimus sekaligus memperkuat posisi UNIMUS sebagai institusi pendidikan dan layanan kesehatan yang terus berkembang di level internasional.
Menurutnya, penguatan layanan kanker menjadi salah satu fokus penting mengingat angka kasus kanker yang terus meningkat dan membutuhkan penanganan multidisiplin berbasis teknologi modern.
“Kerja sama ini menjadi bagian dari ikhtiar UNIMUS dalam menghadirkan layanan kesehatan yang unggul dan berstandar internasional. Kami berharap melalui kolaborasi ini, tenaga medis RS Unimus dapat meningkatkan kompetensi dalam tata laksana kanker, sekaligus memberikan akses layanan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain penandatanganan kerja sama, delegasi UNIMUS juga berkesempatan melakukan kunjungan langsung ke fasilitas layanan Royal Lee Cancer Hospital Guangzhou untuk mempelajari sistem pelayanan pasien, teknologi medis, serta manajemen layanan kanker terpadu yang diterapkan rumah sakit tersebut. Kegiatan ini diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan layanan unggulan RS Unimus di masa mendatang.
Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada layanan pasien, tetapi juga transfer teknologi, peningkatan kapasitas tenaga medis, pengembangan riset, hingga penguatan branding layanan kanker berbasis jejaring global. Kehadiran kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya UNIMUS dalam menghadirkan diferensiasi layanan kesehatan yang unggul, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat masa depan.

