MAGELANG, Suara Muhammadiyah — Suasana semarak dan penuh tawa menyelimuti KB-BA Al Muawwanah Japunan, Danurejo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (19/8). Ratusan anak merayakan Milad ke-107 TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) melalui beragam kegiatan kreatif dan edukatif.
Tidak sekadar menggelar upacara, peringatan Milad kali ini diisi dengan pembuatan eco pounding dan permainan tradisional. Kegiatan tersebut diikuti siswa, guru, jajaran Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Danurejo, serta para orang tua dan wali murid.
Mengusung tema “Bersama Membangun Generasi Saleh, Cerdas, dan Berakhlak Mulia”, perayaan Milad ke-107 TK ABA dikemas menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak-anak.
Kegiatan diawali dengan upacara Milad yang berlangsung khidmat dan hangat. Seluruh siswa, guru, jajaran PRA Danurejo, serta orang tua mengikuti rangkaian upacara dengan tertib.
Ketua PRA Danurejo, Siti Asqolani bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia menyampaikan pentingnya menanamkan nilai-nilai ‘Aisyiyah kepada anak-anak sejak usia dini.
Usai upacara, suasana kembali meriah melalui kegiatan Senam Anak Indonesia Sehat. Tidak hanya para siswa, guru, orang tua, dan anggota PRA juga turut bergerak bersama, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat.
Sebanyak 208 anak KB-BA Al Muawwanah kemudian dibagi ke dalam dua kelompok kegiatan. Sebanyak 100 anak TK B mengikuti kegiatan eco pounding, yakni aktivitas seni dengan memanfaatkan daun-daun segar yang dipukul di atas kain menggunakan kayu hingga menghasilkan motif alami.
Anak-anak tampak antusias memilih daun, menyusun komposisi, dan memukulnya dengan penuh semangat. Suara ketukan kayu yang bersahut-sahutan membuat suasana semakin hidup.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya menghasilkan karya seni dengan motif yang unik, tetapi juga belajar mengenal alam dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Sementara itu, sebanyak 108 anak TK A dan Kelompok Bermain dikenalkan dengan berbagai permainan tradisional. Mulai dari jathilan mini, gamelan anak, hula hoop, dakon, engklek, ular naga panjang, yoyo, layang-layang, hingga permainan parasut.
Tawa dan keceriaan anak-anak terdengar sepanjang kegiatan. Mereka berlari, bermain, serta bekerja sama bersama teman-temannya.
Permainan tradisional tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga menjadi media untuk mengenalkan budaya lokal, melatih kemampuan motorik, serta menumbuhkan kebersamaan dan kerja sama sejak usia dini.
Kepala BA Al Muawwanah, Lies Nurhayati mengatakan, peringatan Milad ke-107 TK ABA sengaja dikemas melalui kegiatan yang memungkinkan anak-anak belajar secara langsung melalui pengalaman.
“Milad kali ini kami ingin anak-anak tidak hanya merayakan, tetapi juga mengalami. Lewat eco pounding mereka belajar seni dan alam, sedangkan melalui permainan tradisional mereka mengenal warisan budaya. Semua dikemas dalam suasana bermain agar nilai-nilainya masuk dengan bahagia,” kata Lies.
Ketua PRA Danurejo, Siti Asqolani menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Milad ke-107 TK ABA tersebut. Menurutnya, kemeriahan acara tidak hanya terlihat dari jumlah peserta, tetapi juga dari keterlibatan seluruh elemen dalam setiap rangkaian kegiatan.
“Ini bukti bahwa pendidikan di Al Muawwanah tidak terpisah dari kehidupan bermasyarakat. Ketika orang tua ikut senam dan PRA hadir membimbing, anak-anak melihat bahwa belajar adalah bagian dari kebersamaan,” ujarnya.
Perayaan Milad ke-107 TK ABA di KB-BA Al Muawwanah tersebut menjadi bukti bahwa tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, anak-anak tetap diajak untuk mengenal alam, bermain dengan permainan tradisional, serta belajar melalui pengalaman secara langsung.
Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna tersebut, KB-BA Al Muawwanah berharap dapat terus menumbuhkan generasi yang saleh, cerdas, kreatif, serta berakhlak mulia. (NA)

