Menguatkan Partisipasi Perempuan Dalam Dakwah Islam Berkemajuan
YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam moment Bulan Syawal 1447 H. MTK (Majelis Tabligh dan Ketarjihan) PDA ( Pimpinan Daerah 'Aisyiyah) Kota Yogyakarta dengan dukungan dari Kesra Pemerintah Kota Yogyakarta dan fasiltasi Masjid Pangeran Diponegoro menggelar acara "Pengajian Syawalan Gerakan Perempuan Mengaji (DPM)", dalam rangka meningkatkan kesadaran dan partisipasi para perempuan penggiat dakwah di Kota Yogyakarta, memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kompetensi dalam berdakwah.
Dilaksanakan pada Sabtu, 4 April 2026. Dihadiri oleh PDA, MTK PDA, MTK PCA (Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah) se-Kota Yogyakarta beserta para Muballighat tulang punggung dakwah Islam Berkemajuan. Dilaksanakan di Masjid Pangeran Diponegoro kompleks Balaikota Yogyakarta, dengan tujuan ingin turut menyemarakkan kegiatan di masjid tersebut sebagai salah satu pilar dakwah Islam di Kota Yogyakarta
Dalam sambutan dan pengarahannya ketua PDA Kota Yogyakarta, Hj. Rowiyah S. Ag mengapresiasi kegiatan GPM tersebut yang turut memperkuat jejaring Aisyiyah secara eksternal, bergandeng berkegiatan dengan dukungan Kesra dan juga takmir Masjid Diponegoro. Selanjutnya Rowiyah berharap setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah Ramadhan akan meningkatkan kualitas ketaqwaan. "Mari melanjutkan semangat Ramadhan kita semangat ibadah amal sholeh kepedulian ta’awun sosial kita pada bulan-bulan selanjutnya, dengan meningkatkan kegiatan-kegiatan ‘Aisyiyah, agar semakin meningkat kualitas dan kuantitasnya serta semakin meluas kebermanfaatannya." Ajaknya memberi semangat.
Lebih lanjut Rowiyah mengingatkan terkait agenda-agenda kegiatan tabligh ke depan, MTK PDA Kota Yogyakarta terus meningkatkan strategi dakwah yang konstruktif dan sistematis, dengan menggodog kurikulum dan panduan pelaksanaan GPM (Gerakan Perempuan Mengaji) terutama di akar rumput cabang dan ranting. Agar pengajian ‘Aisyiyah semakin berkualitas dan semakin menarik tidak hanya bagi jamaah internal 'Aisyiyah tetapi juga bisa menjadi daya tarik masyarakat luas, yang mencerminkan dakwah ‘Aisyiyah yang inklusif rahmatan lil'alamiin.
Karena bulan Syawal juga menjadi ruang untuk memantapkan niat dan persiapan fisik dan mental bagi para jemaah haji yang hendak menunaikan ibadah haji (‘asyhurun ma’lumaat QS 2:197). Maka dalam pengajian tersebut juga dimanfaatkan untuk memberikan dukungan moral dan doa terbaik bagi para muballighat ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta yang akan menunaikan ibadah haji di tahun 1447 H./2026 M. ini.
Dengan harapan semua prosesi ibadah haji berjalan dengan baik, lancar dan tuntas sesuai tuntunan Rasulullah Saw sehingga meraih haji yang mabrur. Mewakili jemaah Ika Kusumayani, ST, M.Si. bersama Dra. Siti Zumroh menyampaikan rasa syukur terima kasihnya juga mendoakan bagi para muballighat yang belum mendapatkan kesempatan segera mendapat panggilan dari Allah untuk bertamu berkunjung ke rumah-Nya.
Materi pertama Pengajian GPM adalah Sosialisasi Gerakan “Iqro'ul Quran” (IQ) disampaikan oleh Ketua KMA (Korps Muballighat ‘Aisyiyah) Hj. Siti Muthma’innah. Untuk menggugah kembali kesadaran bahwa bukti keimanan seorang muslim pada Al-Qur’an adalah ikhtiyar yang tidak pernah henti untuk meningkatkan kualitas interaksinya dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an tidak cukup dibaca saja tetapi harus selalu berusaha meningkatkan kualitas bacaannya sesuai denga kaidah hukum tajwidnya dan makna yang terkandung di dalamnya.
Agar dapat menggugah semangat untuk mengamalkan pesan-pesannya sekaligus mendakwahkannya. Hal ini sangat penting dilakukan oleh para muballighat ‘Aisyiyah, selain mereka harus menjadi contoh kebaikan bagi para jamaahnya, juga dengan membacakan ayat al-Qur’an dengan baik benar dan indah saat bertabligh akan membuat jama’ah semakin tertarik dan mantap berkhidmat dalam berpengajian dan semakin aktif terlibat dalam dakwah Islam Berkemajuan semakin mencerahkan dan menggembirakan.
Karena itu di akhir paparannya Siti Muthmainnah berpersan, ”Kita semua adalah Muballighat yang tergabung dalam Korps Muballighat ‘Aisyiyah (KMA), kita mulai dari acara Kunsiroh MTK PDA kita, kita gelorakan semangat Iqro’ul Qur’an bukti iman kita kepada al-Qur’an dengan membacanya dengan benar, mentadaburinya dengan berusaha paham arti dan maknanya, semangat mengamalkan isi-isi dan siap belajar untuk bisa mengajarkan/mendakwahkannya.”
Materi kedua Pengajian GPM adalah hikmah syawalan yang disampaikan langsung oleh Ketua MTK PDA Kota Yogyakarta, Dra. Hj. Mulyani Munir, dengan tema “Perempuan Berkemajuan Memperkuat Ukhuwah Islamiyah dan Menjaga Kelestarian Lingkungan.” Mulyani menegaskan arti pentingnya merperkuat ukhuwah sesama muslim, karena akan meningkatkan solidaritas dan menjaga ketahanan sosial.
“Ramadhan itu bukan hanya terkait dengan ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga berhubungan dengan orang lain dan lingkungan sekitar kita, dengan tidak berlebih-lebihan menjaga diri dari sikap konsumtif dalam makan dan berpakaian tetapi dengan menguatkan perhatian, peduli berbagi untuk sesama, merupakan cara seorang muslim mencintai alam ini amanat dari Allah, dengan merawat lingkungan (ekologi) agar tetap lestari, agar menjadi daya dukung kehidupan tidak sekedar untuk kita saat ini tetapi juga untuk generasi di masa depan.”
Lebih lanjut Mulyani mengemukakan bahwa momentum Syawalan (Bulan Syawal) adalah tekad untuk meningkatkan diri menjadi lebih baik, lebih ikhlas dalam beribadah dan beramaliyah sholihah. ‘Aisyiyah adalah rumah untuk menempa diri agar lebih berkualitas, dengan tetap rendah hati, sehingga dengan berbesar hati menerima nasihat kritik dan masukan bisa menjadi lebih baik, lebih bermanfaat semakin dekat kepada Allah SWT.
(S. Intani)
