Giat Literasi Semarak Milad Muhammadiyah ke-113 di Kalimantan Barat

Publish

19 November 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
648
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PONTIANAK, Suara Muhammadiyah – Perayaan milad Muhammadiyah ke-113 mengusung tema "Memajukan Kesejahteraan Bangsa" di Pontianak menjadi istimewa karena diisi dengan seminar dan bedah buku karya M. Rikaz Prabowo, kader muda anggota Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PWM Kalimantan Barat (Kalbar). Kegiatan ini diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah (UM) Pontianak pada hari Selasa (18/11) dan dihadiri oleh pimpinan PWM,  Ortom, penasehat Muhammadiyah, Pimpinan PWA, serta ahli waris pelaku sejarah. 

Dalam pengantarnya, Rektor UM Pontianak Heriansyah, SH, SHI, MPd, mengapresiasi karya M. Rikaz Prabowo sebagai sebuah rekam jejak sejarah yang sangat penting untuk menjaga semangat pergerakan. Ia pun menggarisbawahi  113 tahun adalah usia yang tidak biasa untuk organisasi, dan  Muhammadiyah menurutnya telah sukses mencapai kematangan usia dengan tetap berkontribusi aktif di masyarakat. 

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua PWM Kalimantan Barat, Dr H Pabali Musa, MAg, yang mengucapkan selamat kepada MPI PWM Kalbar dan penulis M. Rikaz Prabowo karena telah memberi warna berbeda pada perayaan Milad Muhammadiyah ke 113. Ia pun menekankan  urgensi mempelajari sejarah yang merupakan kewajiban sekaligus keniscayaan dalam kehidupan manusia.  "Sejarah merupakan bagian dari hukum sosial berbasis logika  yang Allah perintahkan untuk renungi dan diapresiasi, kebaikan dan aktivitas yang harus terus dijaga. Semoga ini bisa terus dilanjutkan di masa mendatang," ujarnya. 

Kegiatan yang berlangsung selama 120 menit diisi penyampaian ringkas penulis dengan pembahas pertama bedah  buku H. Nilwani Hamid, MPd, dosen UM Pontianak dan Pimpinan PWM Kalbar. Nilwani Hamid sendiri  juga telah menghimpun banyak rekam sejarah Muhammadiyah Kalimantan Barat dalam bentuk penelitian dan tulisan tokoh. Pembahas kedua Dr Amalia Irfani, MSi dosen IAIN Pontianak, Ketua Divisi Pendataan Lembaga Penelitian dan Pengembangan ' Aisyiyah (LPPA) PWA Kalbar dan Sekretaris Lembaga Pengembangan Pasantren (LPP) PWM Kalbar. Dalam bahasannya, Nilwani Hamid dan Amalia Irfani memberikan masukan variatif sekaligus membangun tentang geliat Muhammadiyah dari multi perspektif.

Amalia Irfani misalnya memberikan perspektif sosiologis tentang perkembangan Muhammadiyah Kalimantan Barat dengan mengutip teori gerakan sosial Herbert Blumer. Dalam teori tersebut dijelaskan Muhammadiyah sama dengan gerakan sosial kemasyarakatan lain yang diawal juga mengalami pergolakan di awal kemunculan, hanya saja lanjut Amalia, Muhammadiyah tidak muncul mob atau huru-hara. Sebaliknya, Muhammadiyah konsisten dengan sikap moderat dan kooperatif. 

Kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab, statement salah satu waris pendiri Muhammadiyah dan ditutup foto bersama. (Amalia/hanan)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BOGOR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bogor menerima wakaf tanah selua....

Suara Muhammadiyah

23 May 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Setelah mengkaji terkait konsep Iman, akal, peranan akal, iman, ked....

Suara Muhammadiyah

7 March 2025

Berita

KALIMANTAN SELATAN, Suara Muhammadiyah – Dalam Grand Opening Rakernas Lazismu 2025/2026 di Kal....

Suara Muhammadiyah

8 November 2025

Berita

DENPASAR, Suara Muhammadiyah - Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS....

Suara Muhammadiyah

1 February 2024

Berita

SRAGEN, Suara Muhammadiyah - Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (Ponpes DIMSA) kembali....

Suara Muhammadiyah

8 July 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah