Go Internasional, Mahasiswa UM Pontianak Raih Beasiswa Erasmus+ ke Universidad de Córdoba

Suara Muhammadiyah

24 October 2026

256
Foto Istimewa

Foto Istimewa

CORDOBA, Suara Muhammadiyah – Satu lagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Pontianak menapakkan kaki di Benua Biru. Keisha Amalia, mahasiswi semester tiga Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FikPsi), lolos seleksi pendanaan Erasmus+ Program KA171 Student Mobility 2026. Ia akan menempuh studi selama satu semester di Universidad de Córdoba, Spanyol, mulai Oktober 2026.

Sebelum berangkat, Keisha dilepas langsung oleh jajaran pimpinan universitas di Gedung Rektorat UM Pontianak. Dengan membentangkan spanduk bertuliskan "Erasmus+ Program KA171 Student Mobility 2026, Universitas Muhammadiyah Pontianak to Universidad de Córdoba, Spain", momen pelepasan itu menjadi penanda babak baru perjalanan akademiknya. Beberapa waktu kemudian, spanduk yang sama kembali terbentang, kali ini di depan gedung Rektorado Universidad de Córdoba, bangunan bersejarah bergaya neo-Mudéjar yang dahulu merupakan Facultad de Veterinaria.

Erasmus+ merupakan program unggulan Uni Eropa di bidang pendidikan, pelatihan, pemuda, dan olahraga. Melalui skema KA171 atau International Credit Mobility, mahasiswa dan dosen dari perguruan tinggi mitra di luar Eropa memperoleh pendanaan langsung dari Uni Eropa untuk belajar, mengajar, maupun berbagi pengalaman di universitas-universitas Eropa. Selama satu semester, Keisha akan mengikuti perkuliahan di Universidad de Córdoba, dan kredit yang ia peroleh akan diakui oleh kampus asalnya.

Capaian ini bukan yang pertama. Tahun 2026 menandai tahun kelima UM Pontianak secara berturut-turut menjadi awardee skema pendanaan Erasmus+ untuk mengirimkan mahasiswa dan dosen ke Eropa. Konsistensi tersebut menegaskan posisi UM Pontianak sebagai salah satu perguruan tinggi di Kalimantan Barat yang aktif membangun jejaring akademik internasional.

Rektor UM Pontianak, Dr. Heriansyah, S.H., S.H.I., M.Pd., menyambut capaian ini dengan rasa bangga. Menurutnya, keberhasilan Keisha merupakan bukti bahwa mahasiswa dari Pontianak mampu bersaing di tingkat global.

"Kami sangat bangga. Lima tahun berturut-turut dipercaya Uni Eropa bukan perkara mudah. Ini menunjukkan kualitas mahasiswa dan tata kelola kerja sama internasional kita diakui. Keisha membawa nama baik UM Pontianak, Kalimantan Barat, sekaligus Indonesia," ujarnya.

Ia berpesan agar Keisha memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. "Belajarlah sungguh-sungguh, serap ilmu dan budaya akademik di sana, lalu pulang membawa manfaat bagi kampus dan masyarakat," tambahnya.

Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Dr. Linda Suwarni, S.K.M., M.Kes., menilai program ini sejalan dengan komitmen universitas memperluas internasionalisasi pendidikan. "Mobilitas mahasiswa adalah investasi jangka panjang. Pengalaman belajar di Eropa akan membentuk wawasan, kemandirian, dan daya saing mahasiswa kita. Kami juga berharap kerja sama dengan Universidad de Córdoba terus berkembang, tidak hanya pada pertukaran mahasiswa, tetapi juga riset dan kolaborasi dosen," tuturnya.

Kepala Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional (LKUI) UM Pontianak, Ufi Ruhama', M.Pd.B.I., menjelaskan bahwa keberhasilan meraih pendanaan Erasmus+ selama lima tahun merupakan hasil kerja kolektif yang panjang, mulai dari penyusunan proposal bersama universitas mitra hingga pendampingan mahasiswa dalam proses seleksi, persiapan berkas dan kelengkapan hingga keberangkatan. Keberhasilan Keisha terasa istimewa karena ia meraihnya saat masih duduk di semester tiga, membuktikan bahwa kesempatan internasional dapat diraih sejak awal masa studi.

"Setiap tahun persaingannya ketat. Kami terus mendorong mahasiswa untuk menyiapkan diri sejak dini, terutama kemampuan bahasa dan prestasi akademik. Keberangkatan Keisha semoga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain bahwa kesempatan belajar ke luar negeri itu nyata dan terbuka," katanya.

Sementara itu, Ketua Divisi Kerja Sama Luar Negeri LKUI, Irfan Mahdi, S.E., M.M., memastikan pendampingan tidak berhenti saat mahasiswa berangkat. "Kami tetap berkomunikasi dengan Keisha dan pihak Universidad de Córdoba selama masa studi, memastikan proses akademik maupun kebutuhan administrasinya berjalan lancar hingga ia kembali," jelasnya.

Universidad de Córdoba terletak di Córdoba, kota di wilayah Andalusia, Spanyol selatan, yang dikenal kaya sejarah dan warisan budaya, termasuk Mezquita-Catedral yang masuk daftar Warisan Dunia UNESCO. Bagi Keisha, satu semester di kota ini bukan sekadar menimba ilmu di ruang kuliah, tetapi juga kesempatan memperkaya pengalaman lintas budaya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

GOWA, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 50 orang muballigh Muhammadiyah Gowa mengikuti Rihlah Ramadhan y....

Suara Muhammadiyah

16 March 2024

Berita

Ma'had Al Birr Unismuh Bakal Jadi Pilot Project Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab RIYADH, Suara Muha....

Suara Muhammadiyah

1 January 2025

Berita

Program "Berkah Kemuliaan Ramadhan" BOGOR, Suara Muhammadiyah – Dalam semangat berbagi di bul....

Suara Muhammadiyah

15 March 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMA Muha....

Suara Muhammadiyah

28 August 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Universitas Mu....

Suara Muhammadiyah

3 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah