Green Qurban Digelar di Lima Provinsi, Muhammadiyah Gaungkan “Qurban Berkah, Lingkungan Lestari”

Publish

2 June 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
62
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Program Kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali menghadirkan program Green Qurban 1447 H pada momentum Hari Raya Idul Adha tahun ini. Mengusung tema “Qurban Berkah, Lingkungan Lestari”, program tersebut dilaksanakan pada 28–30 Mei 2026 atau bertepatan dengan 11–13 Dzulhijjah 1447 H di lima wilayah Indonesia.

Pelaksanaan Green Qurban berlangsung di Depok, Jawa Barat (28 Mei 2026), Jambi (28 Mei 2026), Palu, Sulawesi Tengah (28 Mei 2026), Sumatera Barat (29 Mei 2026), dan Lebak, Banten (30 Mei 2026).

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur Persyarikatan Muhammadiyah di daerah. Di Depok, program dilaksanakan bersama PCM Limo-Cinere. Di Sumatera Barat, kegiatan dipusatkan di Pesantren Hizbul Wathan Muhammadiyah Saniangbaka. Sementara di Sulawesi Tengah bekerja sama dengan PRM Tanamodindi, di Jambi bersama Muhammadiyah Boarding School (MBS) Sungai Gelam, dan di Banten bersama Muhammadiyah Leuwidamar.

Program Green Qurban merupakan bagian dari ikhtiar Muhammadiyah untuk mengintegrasikan nilai-nilai ibadah qurban dengan tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan hidup. Melalui pendekatan ini, proses penyembelihan hewan tidak hanya memenuhi tuntunan syariat Islam, tetapi juga memperhatikan aspek kesejahteraan hewan dan keberlanjutan lingkungan.

Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah menjelaskan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan hubungan manusia dengan Allah SWT, sesama manusia, dan alam semesta.

“Qurban adalah ibadah yang sarat dengan nilai ketakwaan dan kepedulian sosial. Namun pada saat yang sama, pelaksanaannya juga harus memperhatikan aspek lingkungan. Green Qurban Berkemajuan hadir sebagai bentuk ikhtiar untuk memastikan bahwa keberkahan qurban juga dirasakan oleh alam,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Green Qurban Berkemajuan menerapkan sejumlah prinsip ramah lingkungan. Pertama, proses penyembelihan dilakukan dengan memperhatikan kesejahteraan hewan (animal welfare), termasuk memastikan hewan tidak mengalami stres berlebihan sebelum disembelih. Hewan ditempatkan dalam kondisi yang nyaman dan diperlakukan dengan baik sesuai tuntunan syariat Islam.

Kedua, limbah organik hasil penyembelihan seperti darah dan kotoran hewan tidak dibuang sembarangan. Seluruh sisa penyembelihan dikelola melalui proses penguburan yang sesuai standar kesehatan dan lingkungan sehingga tidak mencemari tanah maupun sumber air di sekitar lokasi kegiatan.

Ketiga, distribusi daging qurban dilakukan menggunakan kemasan yang lebih ramah lingkungan sebagai upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang selama ini menjadi salah satu sumber sampah pada momentum Idul Adha.

Keempat, setiap lokasi pelaksanaan Green Qurban Berkemajuan juga disertai kegiatan penanaman pohon sebagai simbol kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan. Penanaman pohon tersebut menjadi bentuk kompensasi ekologis atas pemanfaatan sumber daya alam yang terlibat dalam proses peternakan dan penyembelihan hewan qurban.

Selain penyembelihan dan distribusi daging qurban, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi pengelolaan limbah qurban, pengurangan sampah plastik, serta pentingnya konservasi lingkungan. Program tersebut menjadi bagian dari gerakan Muhammadiyah untuk mendorong lahirnya budaya qurban yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

Menurut MLH PP Muhammadiyah, langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi konsep ecological justice atau keadilan ekologis yang selama ini terus didorong Muhammadiyah dalam berbagai program Majelis lingkungan hidup.

“Menanam pohon setelah pelaksanaan qurban merupakan pesan bahwa manusia tidak hanya mengambil manfaat dari alam, tetapi juga memiliki kewajiban untuk mengembalikan manfaat kepada alam. Inilah bentuk nyata dari tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi,” kata Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Djihadul Mubarok, di sela kegiatan Green Qurban di PCM Limo-Cinere, Depok.

Masyarakat cukup antisias terhadap program ini. Hal tersebur terlihat di seluruh lokasi pelaksanaan. Banyak warga menilai Green Qurban 1447H memberikan perspektif baru bahwa ibadah qurban juga memiliki dimensi ekologis yang perlu diperhatikan.

“Selama ini masyarakat lebih fokus pada penyembelihan dan pembagian daging. Melalui program ini kami mendapat pemahaman bahwa ada aspek lingkungan yang juga harus diperhatikan. Pengelolaan limbah, penggunaan kemasan ramah lingkungan, hingga penanaman pohon menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami,” kata Ketua PCM Limo-Cinere, Giman Muslih Amrulloh.

Hal senada disampaikan Kepala SMK Muhammadiyah Leuwidamar, Haryadi. “Kami sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Anak-anak juga bisa belajar bahwa qurban bukan hanya soal membagikan daging, tetapi juga tentang menjaga lingkungan. Harapannya program seperti ini bisa dilaksanakan setiap tahun dan menjangkau lebih banyak daerah,” ujarnya.

Di Sumatera Barat, warga Muhammadiyah, Yefrimon, menyampaikan apresiasinya atas dukungan Program Kemaslahatan BPKH dan Muhammadiyah. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BPKH melalui PP Muhammadiyah, Majelis Lingkungan Hidup, serta PWM Sumbar melalui Bapak Apris Yaman yang telah mempercayakan amanah bantuan ini kepada Pesantren HW Muhammadiyah Saniangbaka,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua MLH PWM Sulteng, Zulandri, menilai program tersebut mampu membuka wawasan masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan dalam pelaksanaan qurban.

“Kegiatan ini membuka wawasan masyarakat bahwa proses qurban yang baik tidak hanya memenuhi syariat, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Kami berharap Green Qurban menjadi gerakan nasional yang dapat mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola pelaksanaan qurban,” katanya.

Apresiasi juga datang dari Pengurus PWM Jambi, Agus Setiyono. “Green Qurban mengajarkan kepada kita bahwa ibadah kepada Allah SWT dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab merawat bumi sebagai amanah-Nya. Ini adalah dakwah yang indah, ilmiah, dan berkemajuan. Semoga menjadi inspirasi bagi pelaksanaan qurban di masa yang akan datang,” ujarnya.

Masyarakat di berbagai daerah berharap program Green Qurban Berkemajuan dapat terus dilanjutkan dan diperluas ke seluruh Indonesia. Mereka menilai program ini mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam praktik penyembelihan hewan qurban yang lebih bersih, sehat, sesuai syariat, dan ramah lingkungan.

Anggota Badan Pelaksana BPKH, Harry Alexander, mengapresiasi pelaksanaan Green Qurban 1447 H yang diinisiasi Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah melalui Program Kemaslahatan BPKH sebagai bagian dari kampanye Green Hajj. Menurut Harry, Green Qurban menjadi momentum untuk merayakan penyelenggaraan haji, baik di Tanah Suci Mekkah, Indonesia, maupun dalam konteks umat Islam global, dengan menerjemahkan nilai-nilai haji ke dalam aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan. “BPKH mendukung Green Qurban 1447H karena program ini menghadirkan manfaat sosial melalui ibadah qurban, memperkuat literasi keuangan haji, serta menunjukkan bahwa nilai manfaat pengelolaan dana haji dapat hadir langsung di tengah masyarakat melalui program yang edukatif, inklusif, dan berwawasan lingkungan,” ujar Harry. 

Ia menambahkan, Green Qurban mencerminkan kepedulian jemaah haji dan umat Islam terhadap sesama, lingkungan, serta tata kelola pengelolaan keuangan haji yang amanah, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kemaslahatan. Harry berharap kolaborasi BPKH dan Muhammadiyah terus diperkuat untuk menghadirkan program kemaslahatan yang berdampak nyata serta mendukung Green Hajj sebagai kontribusi umat Islam Indonesia bagi dunia.

Melalui Green Qurban 1447 H, Muhammadiyah ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam dan pelestarian lingkungan bukanlah dua hal yang terpisah. Sebaliknya, keduanya saling menguatkan dalam mewujudkan kehidupan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan membawa kemaslahatan bagi seluruh makhluk.

“Qurban Berkah, Lingkungan Lestari” bukan sekadar slogan, melainkan ajakan agar setiap ibadah qurban menghadirkan manfaat yang lebih luas: memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan ketakwaan, sekaligus menjaga bumi sebagai amanah Allah SWT untuk generasi mendatang.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah - Dengan mengendarai mobil pick up, pemasangan biopori dilakukan di P....

Suara Muhammadiyah

9 June 2024

Berita

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia secara resmi memberl....

Suara Muhammadiyah

9 July 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Talitha Trinity Elfrida Lejla Izzah, mahasiswi Program Studi S1 ....

Suara Muhammadiyah

1 October 2024

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta menggelar k....

Suara Muhammadiyah

23 October 2023

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Dakwah sejatinya bukan sekadar menyampaikan teks dan ayat, teta....

Suara Muhammadiyah

30 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah