Guru Besar Tata Negara UGM Meminta MUI Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik dalam Kasus Peradilan

Suara Muhammadiyah

25 July 2026

94
Kongres Umat Islam Indonesia VIII

Kongres Umat Islam Indonesia VIII

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Guru Besar Tata Negara Universitas Gajah Mada (UGM) Zainal Arifin Muchtar dalam Kongres Umat Islam Indonesia ke-8 di Hotel Bidakara Jakarta (25/7) mengeluhkan tidak adanya perubahan yang berarti di dalam institusi maupun sistem peradilan di Indonesia meski gaji serta tunjangan para hakim sudah dinaikkan sedemikian rupa. Ia pun menyoroti problem klasik yang mana sistem peradilan masih menggunakan model Austrian, yaitu dua kamar terpisah antara Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA).

Pemisahan ini menurutnya sangat disayangkan karena tidak dibarengi dengan perapian Judicial Review. Di samping itu, pemerintah juga membuat Komisi Yudisial (KY) yang berdiri sejak tahun 2003, semakin tak memiliki taring karena dibangun tanpa cetak biru yang memadai. Hal ini membuat Komisi Yudisial secara langsung mengalami pelemahan secara sistemik. 

Tak cukup sampai di situ, dalam sistem peradilan kita, pria yang akrab disapa Uceng itu membeberkan secara gamblang, beberapa hakim cenderung menolak pengawasan. Sehingga sistem pengawasan di lingkungan institusi peradilan tidak terbangun dengan baik dan transparan. 

Ia menegaskan, ada berbagai macam permasalahan yang perlu untuk segera diurai dan kemudian dicari formulasinya untuk perbaikan kedepan. Pertama, kualitas institusi peradilan yang lemah. Hal ini menghadirkan konsekuensi yang sangat serius. Salah satunya kegagalan menghasilkan putusan peradilan yang adil. Kedua, problem sistemik yang terus berulang. Mulai dari dodornya proses rekrutmen, integritas yang hanya menjadi jargon tanpa aksi, dan pelemahan sistem karena menguatnya intervensi. Hal ini, menurut pria yang menyukai olahraga lari itu seringkali menjadi medan kepentingan para elit dan penguasa untuk memuluskan agenda terselubungnya.

"Yang mana yang paling sering di utak-atik perihal usia hakim. Karena ini paling mudah untuk diintervensi," ujarnya.

Ketiga, begitu kuatnya intervensi politik. Dalam kasus ini banyak hakim secara tiba-tiba diganti, mereka diancam, jika tidak mau mengikuti kata mereka yang berkuasa. Dan kemudian bisa diatur siapa yang akan terpilih. 

Uceng pun menjelaskan beberapa formulasi untuk mendorong reformasi sistem peradilan di Indonesia. Di antaranya, mendorong MUI meneriakkan pesan kepada pemerintah untuk membangun etika konstitusi. Dalam hal ini haram bagi siapapun mengganggu independensi institusi kehakiman.

"Saya meminta MUI segera mengeluarkan fatwa haram untuk intervensi politik dalam perkara peradilan. Saya berharap betul kepada para ulama dan kiai mau meneriakkan fatwa tersebut kepada para penguasa," tegasnya. 

Pada saat yang sama, institusi peradilan juga perlu memperkuat transparan proses peradilan, terbuka, tercatat, dan dapat diakses dan terpublikasi untuk siapapun. 

Terakhir, sangat mendesaknya persoalan ini bagi masa depan peradilan, Uceng meminta pemerintah serius untuk menata ulang konsep kelembagaan, memurnikan institusi peradilan dari segala macam kepentingan politik, serta melakukan proteksi atas segala unsur yang rawan dipolitisasi, misalnya proses rekruitmen dan penentuan batas usia hakim.

"Ini semua adalah panggilan untuk generasi yang memang mau melakukan perbaikan dalam sistem peradilan kita," tutupnya. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta mengg....

Suara Muhammadiyah

9 April 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menerbitkan logo peringatan Mila....

Suara Muhammadiyah

2 May 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam memperkuat kualitas akademik yang inovatif dan relevan dengan ....

Suara Muhammadiyah

20 January 2026

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Selepas berjuang sebulan berpuasa, kini tiba saatnya untuk merayakan ke....

Suara Muhammadiyah

10 April 2025

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Kelompok Kerja Kepala (K3S) SD/MI Muhammadiyah se-kota Surabaya ....

Suara Muhammadiyah

14 December 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah