Hadapi 2026 yang Kompetitif, Muhadjir Effendy Tegaskan Arah Pembaruan PTMA

Suara Muhammadiyah

29 December 2025

608
Muhadjir Effendy

Muhadjir Effendy

MALANG, Suara Muhammadiyah - Menatap tantangan tahun 2026 yang semakin kompleks, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar pengarahan dan pengajian khusus bagi seluruh tenaga pendidik dan kependidikan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya institusi dalam menyiapkan langkah strategis menghadapi dinamika pendidikan tinggi yang kian kompetitif dan cepat berubah.

Hadir sebagai narasumber utama, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., menekankan pentingnya membangun mentalitas pantang menyerah serta kesiapan beradaptasi di tengah perubahan. Dalam arahannya pada Jumat, 26 Desember 2025, ia mengingatkan bahwa perguruan tinggi tidak boleh terjebak pada zona nyaman, meskipun telah meraih berbagai capaian.

Muhadjir mengibaratkan pengembangan institusi seperti industri pertambangan. Semakin dalam proses penggalian untuk memperoleh kualitas terbaik, semakin besar pula tantangan dan biaya yang harus dihadapi. Karena itu, pembaruan sistem secara berkala dinilai menjadi kunci agar universitas tidak terus berhadapan dengan persoalan yang sama.

“Setiap kesulitan harus kita hadapi dan selesaikan dengan langkah yang jelas. Setelah satu masalah selesai, kita perlu segera bersiap menghadapi tantangan berikutnya agar institusi terus berkembang ke tingkat yang lebih baik,” tegasnya.

Ia juga menegaskan perlunya meninggalkan budaya one man show dan membangun kerja tim yang kuat. Menurutnya, keberhasilan kampus tidak bergantung pada satu figur. Melainkan pada sistem kerja yang saling mendukung, di mana setiap individu berperan sebagai bagian penting dari keseluruhan ekosistem kampus.

Salah satu fokus utama yang disoroti adalah konsolidasi sistem penerimaan mahasiswa baru. Muhadjir meminta seluruh civitas akademika berperan aktif dalam proses rekrutmen bertahap guna menjaring calon mahasiswa sejak dini. Langkah ini dinilai penting di tengah persaingan antarperguruan tinggi yang semakin ketat serta adanya pergeseran minat masyarakat terhadap program studi tertentu. Oleh karena itu, UMM dituntut berani berinvestasi lebih besar, baik dalam penguatan teknologi informasi maupun peningkatan kualitas layanan akademik.

Selain aspek manajerial, Muhadjir juga mengingatkan pentingnya menjaga ruh akademik, yakni profesionalitas yang berlandaskan nilai keilmuan, etika, dan tanggung jawab sosial. Ia menegaskan bahwa pencapaian institusi tidak boleh menjadi titik akhir, melainkan pijakan untuk meraih target yang lebih tinggi.

 Muhadjir berharap tahun 2026 dapat menjadi momentum bagi UMM untuk melakukan penguatan dan pembaruan talenta di berbagai bidang. Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk terus belajar, berbenah, dan menjaga nilai-nilai etik dalam menjalankan peran masing-masing.

“Pencapaian hari ini bukanlah tujuan akhir, melainkan modal untuk mempermudah kita melangkah menuju capaian yang lebih besar di masa depan,” pungkasnya. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PSBPS UMS Mengawali Roadshow Pelatihan Nasional dari Jakarta sampai Papua JAKARTA, Suara Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

25 April 2024

Berita

BANJAR, Suara Muhammadiyah – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Banjar menggelar kegia....

Suara Muhammadiyah

29 March 2026

Berita

Coaching Instruktur Baitul Arqam UMS Meneguhkan Peran dalam Pengembangan Kader Persyarikatan Oleh: ....

Suara Muhammadiyah

10 November 2025

Berita

MADIUN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) menyelenggarakan Rapat Kerja (R....

Suara Muhammadiyah

6 November 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menjadi fasilitator Pelati....

Suara Muhammadiyah

24 April 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah